
Tidak terasa sudah sebulan sejak Rey mulai mempelajari One Divine Star dan sekarang ia merasa akan menerobos lagi. Rey tidak tahu mengapa ia bisa dengan mudah menerobos tanpa merusak fondasi.
Hari ini Rey merasakan terobosannya yang ketiga kalinya dan sekarang sedang mengumpulkan energi Langit beserta Bumi. tidak lupa juga energi Bintang yang amat kaya.
Perasaan panas mulai mengalir kedantian Rey dengan sangat nyaman dan sangat menyegarkan bagi Rey. Rey sangat menikmati masa-masa akan menerobos ini dan juga sangat menantikan terobosannya.
Energi padat sudah mulai mengumpul ke dantian Rey, hanya perlu usaha yang cukup keras untuk menerobos dan mulai mengendalikan energi yang ada didantiannya.
'Saatnya aku menerobos' Batin Rey merasakan bahwa sudah saatnya telah tiba untuk menerobos dan mengakhiri usaha keras ini.
"BOMM!!!".
Suara ledakan dari dantian Rey membuatnya membuka mata dan merasakan banyak energi mengalir didirinya.
[Selamat Master Menerobos Alam Inti Emas Bintang Enam, Memperoleh 5.000 Poin XP]
'Akhirnya aku telah mencapai Alam Inti Emas Bintang Enam, sudah saatnya menuju ke Sekte Seribu Pedang' Batin Rey kemudian mulai membersihkan badannya yang kotor.
Rey juga tidak lupa untuk memakai jubah hitam dengan topeng perak berwajah smiley dan terbang menuju kearah Sekte Seribu pedang dengan kecepatan santai.
Rey ingin membuat Sekte Seribu Pedang bertempur dengan Kekaisaran Phoenix Suci dan mengulur waktu untuknya membebaskan bawahannya.
'System aku ingat bahwa Sekte Seribu pedang memiliki sebuah peninggalan kuno, apakah itu benar?' Tanya Rey karena Rey tahu bahwa Systemnya Maha Tahu.
[Tentu saja Master, ada peninggalan kuno yang tersimpan dipendalaman Sekte Seribu pedang yaitu peninggalan seorang Dewa jatuh]
'Peninggalan Dewa yang jatuh?, sepertinya peninggalan kuno itu memang seharusnya menjadi milikku' Rey terkekeh dan terbang lebih cepat.
Rey bukan orang baik, ia akan mencapai tujuannya dengan caranya sendiri, meski terbilang jahat itu tidak diperdulikannya karena Rey adalah Rey bukan orang lain.
Tidak butuh waktu lama bagi Rey untuk melihat gerbang Sekte Seribu Pedang dan bersiap untuk masuk dengan cepat. namun ia tidak menyangka akan ada dua seorang paruh baya yang mencegatnya.
__ADS_1
"Apa yang ingin kau lakukan di Sekte Seribu pedang dengan menyelinap?" Tanya seorang paruh baya wanita dengan wajah jelek.
"Benar lebih baik kau jujur, atau kami akan membunuhmu" Seorang paruh baya laki-laki dengan wajah menakutkan menatap tajam Rey.
"Hanya kalian ingin membunuhku?, apakah kalian layak untuk melawanku?" Cibir Rey membuat dua paruh baya itu marah dan melesat kearahnya.
"Bagus, kesombonganmu akan mengakhiri kehidupanmu" Paruh baya laki-laki dengan wajah jelek melesat dengan pedang yang sudah dipegangnya.
Paruh baya wanita juga dengan sangat cepat melesat kearah Rey dengan pedang yang sudah ada ditangannya dan segumpalan energi kuat.
"Lihat orang itu, mereka berani membuat tetua kita marah, aku yakin mereka akan mati".
"Aku setuju dengan itu, dua Tetua itu berada di Alam Yin dan Yang Bintang Satu, jika mereka bergabung kekuatannya bisa membunuh Kultivator Alam Yin dan Yang Bintang Tiga".
Beberapa murid mulai bergerombolan melihat pertarungan Tetua mereka melawan Rey. mereka tahu bahwa Alam Rey sedikit lebih rendah dari dua Tetua karena energi Qi Rey lebih sedikit dari dua penatua.
Rey dengan santai langsung melesat dengan api yang berada ditangannya dan dengan cepat sudah muncul dihadapan paruh baya laki-laki.
"Ap-"
"Kalian sangat lemah, apakah hanya segini saja kekuatan Alam Yin dan Yang?" Cibir Rey dan mencengkram leher Tetua wanita.
"Cukup sombong kau!!" Teriak paruh baya wanita itu dan kemudian tubuhnya mencair dan menjadi sebuah debu.
"Hmm?, menghilang?, menarik" Rey menatap tajam dua Tetua paruh baya yang sudah berkumpul dan menatap tajam Rey.
"Luar biasa bocah itu bisa membuat dua Tetua hampir terkalahkan".
"Namun jangan meremehkan mereka, sekarang mereka berdua sudah berkumpul maka sudah dipastikan bahwa orang itu akan kalah".
"Benar teknik gabungan dari dua Tetua sangat mengerikan".
__ADS_1
Beberapa murid bergumam dan ada juga yang mulai melaporkannya kepada Tetua lainnya beserta Patriak Sekte Seribu Pedang.
"Apa tujuanmu datang ke Sekte Seribu Pedang ha?, jika kau menjawab dengan jujur, aku akan menyisahkan mayatmu" Paruh baya laki-laki dengan mata yang tajam membuat Rey tersenyum.
"Sepertinya Alam Yin dan Yang tidak terlalu buruk untuk menjadi latihanku setelah menerobos beberapa kali" Gumam Rey kemudian muncul sebuah petir ditangannya.
"Pengendalian petir yang cukup bagus, namun itu belum cukup untuk melawanku" Dua Tetua paruh baya itu dengan lantang mulai menggerakkan pedangnya.
Rey sedikit terkejut karena dua Tetua paruh baya ini memiliki niat pedang Tingkat pertama dan kekuatannya bisa membuat Rey sedikit terluka.
"Niat pedang Tingkat pertama?, maka aku juga tidak akan sungkan lagi" Rey mengambil pedang dari cincin spritualnya dan memamerkan niat Pedang Tingkat Pertamanya.
"N-niat Pedang Tingkat Pertama diusia yang muda?, siapa sebenarnya orang ini?, meski aku tidak bisa melihat wajahnya namun dari tulangnya, dia masih muda" Gumam dua Paruh baya.
"Karena kalian tidak ingin maju terlebih dahulu, maka aku akan maju terlebih dahulu" Rey dengan sangat cepat menghilang dari hadapan dua paruh baya.
Bekas petir masih ada dilangit namun dalam sekejab Rey sudah berada didepan dua paruh baya dan dengan cepat melambaikan pedangnya.
Dua paruh baya dengan reflek langsung menangkis serangan Rey namun siapa sangka mereka akan terpental beberapa meter dan sedikit terkejut.
"Aku akan habis-habisan denganmu" Dua paruh baya dengan cepat mengeluarkan Roh Bela dirinya. Paruh baya laki-laki memiliki Roh Bela diri Xuan Tingkat Satu dan Paruh baya perempuan memiliki Roh Bela diri Huang Tingkat Sembilan.
"Aku tidak perlu menampilkan Roh Bela diriku untuk melawan semur" Cibir Rey dengan wajah sombong, Rey berekting menjadi seorang yang sombong agar dua Tetua itu mudah marah.
"Sombong!!, aku akan mencabikmu!!" Teriak dua paruh baya dengan sangat cepat melesat kearah Rey dengan wajah yang galak.
Rey dengan cukup berhati-hati untuk menghindari semua serangan dari dua paruh baya karena niat Pedang mereka hampir mencapai Tingkat Kedua dan Rey masih awalan Tingkat Pertama.
Rey terkadang memiliki sedikit goresan karena tidak cukup cepat menghindari serangan dari dua paruh baya dan Rey sendiri hanya bermain-main.
Rey sedikit marah saat wajahnya ada goresan dan ingin sekali membinasakan dua Tetua itu.
__ADS_1
To Be Continued
Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁