System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 13 : Pertandingan Antara Murid Dalam Part 5


__ADS_3

Kini Lou Yang yang dengan cepat mengerahkan seluruh tenaganya untuk melawan Yan Kuo, meski begitu tidak cukup untuk membuat Yan Kuo kewalahan, karena Yan Kuo memiliki basis Kultivasi Ranah Bumi Tahap 5 sedangkan Lou Yang hanya memiliki basis Kultivasi Ranah Bumi Tahap 4.


Kebanyakan Murid Dalam lama memiliki basis Kultivasi diRanah Bumi Tahap 5 - 7, karena mereka baru saja masuk 1 tahun lalu jadi peningkatan mereka tidak terlalu banyak.


Kini Yan Kuo yang mulai menyerang dengan cepat, agar tidak terkalahkan dengan mudah.


"Body Dragon" Ujar Lou Yang.


"Lighning Step" Ujar Yan Kou kini yang sudah berlari dengan cepat.


"Sampai kapan kau akan lari terus" Ujar Lou Yang.


"Persetan denganmu" Balas Yan Kou.


"Dragon Palm" Ujar Lou Yang mengeluarkan telapak tangan berbentuk Naga.


"Divine Palm" Balas Yan Kou.


BOOMM!!!


Seketika suara ledakan terjadi hingga membuat arena bergeming bahkan pelindung yang dibuat agar tidak mengenai penonton bergetar.


"Siapa yang menang?"


"Pasti Klan Lou"


"Klan Yan yang menang"


"Klan Lou"


"Klan Yan"


Ujar para penonton yang kini hanya melihat sekumpulan debu berterbangan.


Selang beberapa menit terlihat 2 orang kini dengan sedikit agak berjauhan, karena mereka kelelahan bahkan energi Qi mereka hanya cukup untuk satu kali serangan.


"Mereka masih imbang"


"Benar, generasi sekarang berbeda dengan tahun lalu"


"Generasi sekarang banyak sekali jenius yang muncul"


"Benar, apalagi Dewa Rey sangat kuat"


"Benar, meski hanya di Ranah Bumi Tahap 3 bisa mengalahkan orang hang berada di Ranah Bumi Tahap 5"


Ujar para penonton.


"Kelihatannya kita hanya bisa mengerahkan tenaga terakhir" Ujar Yan Kou.


"Cukup satu kali serangan akan kuhancurkan kau" Balas Lou Yang.


"Sombong matilah" Ujar Yan Kou.


"Kau yang mati" Balas Lou Yang.

__ADS_1


"Heavenly Dragon Palm" Ujar Lou Yang memakai seni bela diri turun temurun dari Klan Lou.


"Lightning Body" Balas Yan Kou memakai teknik yang diturunkan oleh Patriak Klan Yan bila sudah memenuhi Syarat terlihat, kini gerakan Yan Kou semakin cepat.


"Divine Palm" Ujar Yan Kou.


BOMM!!


Ledakan terjadi, kini membuat tanah retak dan kumpulan asap yang sangat banyak.


"Siapa yang menang?"


"Tentu saja Klan Lou memiliki seni bela diri yang kuat"


"Benar kalau soal kecepatan mungkin Klan Yan"


"Tapi, jika soal kekuatan tentu saja Klan Lou"


Ujar para penonton sambil penasaran siapa yang memenangkan pertandingan.


Selang beberapa saat terlihat orang bertubuh kekar yang masih berdiri sedangkan satunya terkapar ditanah dengan keadaan lengan yang remuk.


"Pertandingan kali ini dimenangkan oleh Lou Yang" Ujar Qing Shue kemudian memanggil seseorang untuk mengobati Yan Kuo.


"Semua anggota Klan Yan sepertinya berhasil di kalahkan" Ujar Patriak Klan Lou.


"Benar apakah Klan Yan akan mengalami kemunduran?" Balas Patriak Klan Xue.


"Hahah... mereka hanya Murid Dalam, sedangkan anggota Klan ku yang jenius sudah memasuki Murid Inti" Ujar Patriak Klan Yan dengan kesal.


"Pertandingan kali ini Fam Keiz vs Qing Sahe" Ujar Qing Shue.


Mereka langsung melesat ke arah arena dan menyebabkan angin yang kencang.


"Fam Keiz mohon bimbingannya Senior" Ujar Fam Keiz.


"Qing Sahe Junior terlalu merendah" Balas Qing Sahe.


"Pertandingan dimulai" Ujar Qing Shue kemudian langsung terbang ke atas.


Mereka pun langsung mengeluarkan kekuatan mereka dengan cepat dan membuat angin yang sepoi-sepoi.


"Sword Qi" Ujar Fam Keiz


"Iron Body" Ujar Qing Sahe yang memakai seni bela diri tubuh dari Klannya yang terbagi menjadi Perunggu, Besi, Gold, dan Diamond.


Mereka kemudian saling beradu kekuatan Qi meski begitu serangan dari Fam Keiz tidak cukup membuat tubuh Qing Sahe tergores sedikitpun.


BUGG!!


Sebuah pukulan yang didaratkan oleh Qing Sahe mengenai Fam Keiz dan membuatnya terpukul mundur beberapa langkah.


"Senior aku akan serius" Ujar Fam Keiz.


"Keluarkan seluruh kekuatanmu Junior" Balas Qing Sahe.

__ADS_1


"Sword Circle" Ujar Fam Keiz kemudian membuat sebuah lingkaran Pedang dan menyerang Qing Sahe secara beruntun meski tidak membuatnya tergores, tetapi jika begini terus akan ada kemungkinan Qing Sahe kalah.


"Body Qi" Ujar Qing Sahe membuat tubuhnya dikelilingi oleh Qi.


Kemudian Qing Sahe melesat ke arah Fam Keiz dan mulai bertarung lagi, meski Qing Sahe sangat sulit mendaratkan pukulan, tetapi ia seni bela diri yang kuat, makannya ia bisa bersaing melawan Fam Keiz.


Fam Keiz yang kini sudah mulai kesulitan melawan Qing Sahe akhirnya memakai seni bela diri rahasia dari Klannya.


"Aura Death Sword" Ujar Fam Keiz Aura Death Sword adalah Aura yang dikeluarkan untuk meningkatkan seni bela diri berpedang dan hanya dimiliki oleh Klan Bangsawan.


Jika diketahui orang lain menguasai seni bela diri Aura Death Sword maka orang itu akan menjadi incaran para Klan Bangsawan yang memiliki seni bela diri yang sama.


Wushh!!


Seketika angin dengan kencang dan tanah bergetar.


Hanya dengan Auranya saja cukup mematikan bagaimana jika mengeluarkan kekuatan penuhnya.


Fam Keiz kini melesat ke arah Qing Sahe dan mulai menyerang kini serangan dari Fam Keiz tidak ditahan melainkan dihindari, karena Qing Sahe tahu bahwa jika ka menahan serangan itu, seketika Iron Bodynya akan hancur dan tidak memiliki pertahanan.


Kini Qing Sahe yang masih kesusahan melawan Fam Keiz hanya bisa bertahan, selang beberapa saat kini Qing Sahe mulai kehabisan energi Qi sedangkan Fam Keiz masih ada lebih banyak energi Qi daripada Qing Sahe.


"Junior selesaikan dengan satu serangan" Ujar Qing Sahe.


"Baiklah Senior" Balas Fam Keiz.


"Sword Circle" Ujar Fam Keiz.


"Aura Qi" Balas Qing Sahe.


Mereka melesat dengan cepat hingga membuat ledakan yang membuat arena retak.


BOOMM!!!


DUAR!!


Suara arena yang retak membuat penonton semakin penasaran dengan siapa yang menang.


Selang beberapa saat terlihat pemuda tampan yang masih berdiri dengan ter engah engah.


"Pertandingan kali ini dimenangkan oleh Fam Keiz" Ujar Qing Shue kemudian meminta beberapa orang untuk membawa Qing Sahe untuk di obati dan membawa Fam Keiz yang terjatuh.


"Pertandingan hari ini selesai, besok kita akan melanjutkannya" Ujar Qing Shue.


kemudian semua orang mulai meninggalkan arena, kini Rey yang sudah berada di mansionnya mulai bermeditasi lagi.


Keesokan harinya Rey mulai mandi dan bersiap untuk pertandingan Finalnya.


Setelah mandi Rey langsung melesat ke arah arena pertandingan, kini Rey yang sudah sampai, nampak penonton yang semaki banyak, karena pertandingan yang sangat seru.


"Baiklah, pertandingan final pertama kali ini dimulai dari Rey vs Fam Mei" Ujar Qing Shue.


End


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen ya Readers makasih 😁😁

__ADS_1


__ADS_2