System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 118 : Terkejut


__ADS_3

Pertarungan terus berlanjut tanpa henti dan genangan darah mulai terlihat. mayat berserakan dan bahkan lebih banyak lagi bagian tubuh yang terlihat.


Ada beberapa Patriak dari Sekte Kelas Satu yang kabur namun dikejar dan akhirnya mati mengganaskan. pilihan hanya ada dua, pertama bertarung sampai mati atau dikejar hingga mati.


Gui Chein adalah Tuan dari Lembah Pedang Harimau yang kabur dan akhirnya mati mengganaskan. Shou Han Patriark dari Sekte Singa Emas juga jatuh namun berjuang hingga daras penghabisan.


Melihat satu persatu Patriak dari Sekte Kelas Satu yang mati, Xuan Zong memiliki ekspresi buruk namun beberapa detik berikutnya ia terkekeh.


"Serang!!" Teriak Mei'er yang merupakan Ratu dari Ras Iblis, rupanya bantuan dari Ras Iblis telah datang dan membanjiri area sekitar.


Jumlahnya cukup banyak yaitu ratusan ribu, meskipun kultivasi mereka tidak terlalu kuat namun cocok sebagai umpan meriam dan juga kunci kemenangan.


Gang Nie tertawa "Karena Ras Iblis telah melakukan upaya yang bagus maka diriku juga akan melakukan yang terbaik".


Dengan sebuah tanda yang muncul, ribuan Ahli datang dengan cepat dan membanjiri area sekitar juga. melihat situasi yang cukup menguntungkan ini Xuan Zong terkekeh.


"Para Elite Ras Manusia serang!!" Teriak Xuan Zong dengan keras dan ribuan Ahli yang terdiri dari Ahli Ranah King Profound - Ranah Saint King muncul.


Ini mengejutkan Xiang Kaou dan Gang Nie. siapa sangka Ras Manusia telah mengumpulkan Ahli Elite yang kuat dan kekuatan seperti ini sudah sangat kuat.


Hanya dalam 2 hari saja Xuan Zong berhasil membuat Elite Gabungan yang amat kuat dan bahkan jumlahnya ribuan meski tidak sampai puluhan ribu.


Perlahan-lahan waktu terus berlalu, pertarungan masih saja terjadi dan jumlah musuh yang dihadapi oleh pejuang benua tengah mulai menurun.


Yang tadinya ratusan sekarang menjadi puluhan yang lebih tepatnya 70an lebih meski banyak pengorbanan yang dibutuhkan untuk mengurangi sedemikian rupa.


Rey yang kini bermata perak, ia terus menerus menyerang pak tua berjubah emas dengan ganas dan terlihat ia telah kehilangan kendali.


Fam Zhanze sangat bersemangat, ia terus dengan gagah berani melawan 5 Ahli Ranah Saint Heavenly sekaligus meski terlihat bahwa kartu asnya telah muncul satu persatu.

__ADS_1


Fam San hanya mampu untuk melawan 3 Ahli Ranah Saint Heavenly saja namun Fam San masih terlihat kuat dan tampil memukau dalam peperangan ini.


Yah mereka berdua telah bermandikan darah, entah itu darah dari musuhnya maupun darah dari badannya sendiri dan mereka berdua tidak sadar akan hal itu.


Pertarungan terjadi hingga berhari-hari tanpa ada yang menabg maupun kalah dan terlihat jelas bahwa mereka sama-sama kelelahan.


Pak tua berjubah emas sudah mulai kelihatan kelelahan, ia terus bertahan melawan serangan Rey yang kini dalam keadaan marah dan kehilangan kendali.


"Bocah berhentilah!!" Teriak pak tua berjubah emas itu sambil terus menerus menahan serangan Rey.


Melihat bahwa teriakannya sia-sia karena Rey telah kehilangan kendali, pak tua berjubah emas langsung memadatkan Saint Qinya "Pedang Kaisar Timur!!'.


Sebuah pedang menyilaukan berwarna emas muncul dengan gagah dan bahkan memiliki tekanan yang membuat Ahli dibawah Ranah Saint Heavenly kesulitan bergerak.


"Bocah matilah!!" Teriak pak tua berjubah emas yang melesatkan pedang emas yang terlihat menakutkan itu dengan panjang sekitar 3 meter.


Rey yang dalam keadaan marah mulai sedikit sadar, amarahnya mereda karena efek tekanan dari pedang milik pak tua berjubah emas itu dan akhirnya Rey mendapatkan kesadarannya kembali.


Rey yang melihat pedang emas yang melesat kearahnya langsung memanggil Gu Lan dan Roh Bela Dirinya. dengan cepat Rey langsung berteriak "The Thousand Lightning Sword Formation".


Dengan cepat ribuan pedang milik Rey yang tiba-tiba muncul langsung melesat kearah pedang milik pak tua berjubah emas dan terjadilah sedikit guncangan kecil.


Xuan Zong dengan Wang Du yang melihat bahwa Rey mampu menahan pak tua berjubah yang amat kuat langsung lega "Sepertinya angin akan mengarah ke kita".


Ji Bai dengan empat Utusan Penjaga Bintang telah mulai kelelahan, mereka melihat Rey yang mampu bersaing dengan Ahli Ranah Saint Heavenly Puncak yang hanya satu langkah menuju Ahli Ranah Emperor Profound dan mereka amat kagum.


Ras Iblis telah menderita banyak kerugian, Xiang Kaou telah berhasil membunuh Iblis Agung yang berkhianat, ia menegaskan "Jadikan ini pelajaran, jika ada yang berkhianat lagi maka Sa-ya yang akan membunuhnya"


"Kursi Iblis Agung telah kosong, siapa yang paling banyak memberikan kontribusi dalam peperangan ini maka Saya akan memberikan kursi itu" Lanjutnya yang membuat Ras Iblis langsung dalam mode gila.

__ADS_1


Gang Nie yang melihat itu terkekeh "Raja Beast apa perintah anda?"


Gang Nie melihat Raja Beast yang mengarah padanya "Kakek jangan terlalu formal, kita selesaikan peperangan ini dulu lalu kita bicarakan urusan kita nanti".


Gang Nie mengangguk, sepertinya cucunya telah tumbuh hingga menjadi Raja yang harus dihormati oleh Ras Beast dan juga sebagai panutan Ras Beast.


Rey yang masih bentrok dengan pak tua berjubah emas langsung terdiam beberapa saat dan menghela nafas panjang "Tranformasi Asura!".


Dengan cepat energi langit, bumi, bintang langsung menuju tubuh Rey dan mengalir kedantian Rey. Rambut menjadi berwarna perak dengan mata perak dan juga dua tanduk kecil dikepala.


Tato hitam muncul ditangan Rey membentuk seperti sebuah pola yang rumit dan seperti yang dilihat. Kultivasi Rey menjadi Ahli Ranah Emperor Profound.


Pak tua berjubah emas terkejut "Ranah Emperor Profound?, bagaimana mungkin?, bukankah didunia ini hanya sampai Ahli Saint Heavenly?".


Semua Ahli juga terkejut namun setelah diperhatikan lebih jelas, Rey hanya berada di Ranah Saint Heavenly namun memiliki aura Emperor Profound.


Cheng Ji yang melihat itu terkekeh "Permainan yang sebenarnya sepertinya telah dimulai".


Ia langsung melesat kemusuhnya dengan ganas, aura darinya seperti Ahli Ranah Saint Heavenly meski Ranah aslinya hanya Ahli Ranah Saint Orde Ketiga.


Xing Bai terlihat cukup santai dengan dua paruh baya di belakangnya, dinilai dari aura kedua paruh baya itu sepertinya berada di Ranah Saint King dan cukup kuat.


Dengan pertarungan yang terus berlanjut hingga berganti hari, akhirnya musuh mulai berkurang menjadi 20an lebih sedangkan pak tua berjubah emas masih tetap bertarung dengan Rey.


"Pak tua mengapa kau menyerangku?" Tanya Rey dengan santai.


Pak tua berjubah emas terkekeh "Mengapa masih bertanya?, bukankah jelas untuk memburumu cucu dari Fam Shiro!".


Rey terkejut dan sontak langsung menatap marah kearah Pak tua berjubah emas.

__ADS_1


To Be Continued


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2