
"Bajingan, beraninya dia menggoda Xue Yinku" Ujar seseorang yang terlihat gagah, tampan, memiliki aura yang kuat dan sedikit goresan dimatanya. "Tenang saja saudara Gu" Balas seseorang terlihat kuat yang sama tetapi lebih lemah dibandingkan debgan Gu Zeng.
"Sialan, bagaimana aku bisa diam dan tidak melakukan apa-ap, saat kekasihku digoda?" Tanya Gu Zeng dengan marah sambil memancarkan auranya. "Saudara Gu mohon tenang, mari kita pikirkan rencana untuk memberikan pelajaran pada bocah itu" Balas orang kuat itu sambil sedikit tertekan karena aura dari Gu Zeng.
"Biyan!!, pikirkan rencana apa yang harus ku lakukan?" Tanya Gu Zeng yang kini sudah mulai tenang dan menarik auranya. "Saudara Gu, saya akan bertarung dengannya di arena dan tentu saja pertaruhan" Balas Biyan sambil tersenyum.
"Apa kau pikir si bocah itu akan menerima tantanganmu begitu saja?" Tanya Gu Zeng sambil menatap tajam Biyan. "Tenang saja Saudara Gu, saya akan memikirkan rencana dan membuatnya menerima tantangan saya" Balas Biyan sambil tersenyum jahat.
"Baiklah kita berangkat ke mansionnya sekarang juga!!" Ujar Gu Zeng kemudian mulai berjalan ke arah mansion Rey sambil ditemani oleh Biyan dan 2 orang lainnya yang nampak seperti antek-anteknya.
Kini Rey dan Xue Yin sedang berjalan-jalan karena sudah terlalu sering latihan mereka ingin menghirup udara segar. namun sialnya mereka bertemu dengan kelompok Gu Zeng dan mengarah ke arahnya.
"Bocah, beraninya kau mendekati gadisku!!" Ujar Gu Zeng yang melesat dengan cepat ke arah Rey. "Cih.., beraninya kau menggangguku" Balas Rey juga melesat dengan cepat.
BOMM!!
Suara ledakan menarik perhatian sekitar dan tentu saja ada beberapa tetua yang tertarik ke arah Rey. "Hentikan, apa yang kalian lakukan?" Tanya seorang tetua menghentikan pertarungan dan mengeluarkan auranya untuk menahan Rey dan Gu Zeng.
"Cih.., tetua Fang ini bukan urusan anda dan sebaiknya anda tidak terlalu ikut campur" Balas Gu Zeng sambil menatap tajam ke arah tetua Feng. "Bocah beraninya kau tidak menghormatiku sebagai tetua" Ujar tetua Feng menekankan auranya. "Tetua Feng sudah cukup" Balas suara seorang yang nampak tetua lain.
Semua orang hormat saat tetua itu muncul. "Salam tetua agung" Ujar para semua murid dan tetua yang berada di sini. "Jadi kenapa kalian bertarung?" Tanya tetua agung sambil menatap tajam ke arah Rey dan Gu Zeng. "Dia terlebih dahulu menyerang saudara Rey" Balas Xue Yin.
"Apakah benar?" Tanya tetua agung sambil menatap tajam. "Benar aku yang memulai masalah ini dan aku menantang Rey melawan Biyan di arena apakah berani?" Balas Gu Zeng membuat semua orang yang berada di tempat kejadian kaget.
"Murid dalam vs murid inti benar-benar menarik"
__ADS_1
"Namanya penindasan ini"
"Benar padahal baru beberapa minggu sejak perekrutan"
"Gu Zeng ini mentang-mentang ayahnya seorang patriak"
"Diamlah apa kau ingin mati?"
Ujar para orang-orang yang ada disana. "Jadi bagaimana pendapatmu Rey?" Tanya tetua agung. "Saya akan melawannya jika ada taruhan yang setimpal" Balas Rey membuat semua orang kaget.
Karena duel antar murid diperbolehkan jika sama-sama setuju dan tentu tidak sampai mati. ada juga duel pertaruhan biasanya, duel ini akan mengakibatkan luka yang parah dan hampir mati karena dengan pertarungan ini mempertaruhkan jadi semua murid terkadang mengeluarkan seluruh kekuatannya.
"Baiklah aku terima, bagaimana dengan 100 Batu Ghaib?" Tanya Gu Zeng sambil memegang sebuah cincin spritual. "Baiklah setuju, pertarungan akan terjadi dalam 1 minggu kedepan" Balas Rey.
"Baiklah, sampai saat itut tunggulah Biyan mencabik-cabikmu" Ujar Gu Zeng kemudian pergi bersama rombongannya. "Kau mungkin yang akan kucabik-cabik" Balas Rey yang didengar oleh Gu Zeng dan Gu Zeng hanya senyum seperti Psikopat.
"Apa kau yakin saudara Rey bisa mengalahkan Biyan?" Tanya Xue Yin sambil kawathir dengan Rey. "Tenang saja aku yakin bisa mengalahkannya" Balas Rey dengan percaya diri dan membuat Xue Yin tenang.
"Maafkan aku suadara Rey, karenaku kamu menjadi bermusuhan dengan Gu Zeng" Ujar Xue Yin dengan sedih karena telah melibatkan Rey. "Tidak apa-apa bagaimana aku akan mengalah saat kekasihku ingin diambil" Balas Rey sambil menggoda Xue Yin.
"Saudara Rey bisa saja, baijlah kalau begitu aku duluan" Ujar Xue Yin yang kini sudah berada di tempat kediamannya. "Baiklah sampai jumpa saudari Yin" Balas Rey kemudian melesat dengan cepat menuju kediamannya.
Kini Rey sudah sampai di mansionnya dan bersiap-siap bertanding minggu depan.
"Keluarlah aku tahu kalian disana" Ujar Rey yang tiba-tiba membuat orang yang mengikutinya keluar. "Bagus bocah kau bisa mengetahuiku, tetapi kau akan mati" Balas seorang keluar dari kegelapan dan nampak seperti assassin.
__ADS_1
Kemudian kelima assassin itu melesat dengan cepat kearah Rey dan menyerang menggunakan pisau dilumuri oleh racun. "Sword Of A Thousand Shadow" Ujar Rey dengan cepat mengeluarkan pedangnya. "Hati-hati menghindar kalian semua" Balas orang yang nampak seperti ketua assassin itu.
Namun sayangnya mereka sedikit terlambat, karena Rey dengan cepat menggunakan Qinya untuk menambah kecepatan dari pedang bayangannya. "Slep"." Slep. "Slep". suara tusukan kini hanya menyisahkan 1 assassin yang nampak seperti ketua itu.
"Bajingan akan kubunuh kau!!" Ujar Ketua assassin. "Seni Terlarang Amukan Darah" Lanjut ketua assassin itu matanya menjadi merah dan mengamuk menyerang Rey dengan acak.
"Kau menggunakan seni bela terlarang yang memalukan" Ujar Rey jijik saat melihat ketua assassin itu. "Tiger Punch" Lanjut Rey. "Bug". ketua assassin itu terpental dan Rey langsung dengan cepat melesat ke arahnya.
Rey meninju perut ketua assassin itu dan menendang kepala ketua assassin itu dengan cepat. "Sword Control" Ujar Rey kini mulai mengayunkan pedang dengan sangat indah.
"Slash"
Ketua assassin itu akhirnya tumbang menjadi 10 bagian dengan indah dan darah perlahan-lahan keluar dari tubuh ketua assassin itu. "Pertahanan di sekte ini sangat rapuh dan juga banyak orang yang mengawasiku" Gumam Rey yang melihat banyak mata di mansionnya.
[Ting]
[Membunuh 4 Kultivator Ranah Langit Tahap 2, Memperoleh 20.000 Poin]
[Membunuh 1 Kultivator Ranah Langit Tahap 4, Memperoleh 5.000 Poin]
[Menerobos Ranah Langit Tahap 2, Memperoleh 5.000 Poin]
"Sepertinya nilai poin dari system orang yang kubunuh di tahap langit akan sama yaitu 5.000 poin" Gumam Rey kemudian masuk kedalam mansionnya.
End
__ADS_1
Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen ya Readers makasih 😁😁