
Rey dengan cepat menghindari cakaran dari dua Harimau Putih dewasa dan mengambil beberapa langkah mundur.
Rey dengan cepat melesat kearah dua Harimau Putih dewasa dengan kecepatan yang sangat cepat hingga membuat dua Harimau Putih dewasa tidak bisa mengikuti pergerakan Rey dan berakhir tergores oleh pedang Rey.
"Apakah rasanya sangat menyenangkan saat tersambar oleh petie?" Tanya Rey sambil mengejek dua Harimau Putih dewasa yang sekarang lumpuh terkena serangan petir, namun dua Harimau Putih dewasa dengan cepat melesat kearah Rey.
"Sepertinya kejutan dari petir ini hanya bisa melumpuhkan musuh dalam beberapa detik" Gumam Rey kemudian melangkah bundur dan mengambil langkah aman untuk melawan dua Harimau Putih dewasa.
Dua Harimau Putih dewasa dengan cwoat mencakar-cakar Rey, namun Rey dengan cepat menghindarnya dan terkadang menggores tubuh Harimau Putih dewasa.
"Dua Harimau Putih dewasa yang berada di Ranah Langit Bintang Lima cukup kuat" Gumam Rey sambil menahan semua cakaran dari dua Harimau Putih dewasa.
"Tiger Palms" Ucap Rey dengan cepat membuat lima telapak tangan harimau yang sangat besar dan membuat dua Harimau Putih dewasa dengan cepat menghindar.
Namun sayangnya mereka tidak cukup cepat menghindar dan nampak dua Harimau Putih dewasa kini terluka karena serangan Rey.
"Bagaimana aku lupa bahwa Harimau musuh alami dari Tiger Palms, 24 Lightning Slash!!" Teriak Rey dengan cepat memebas para dua Harimau Putih dewasa.
Meski serangan Rey sangat cepat dan kuat. tetapi dua Harimau Putih dewasa tidak bisa dianggap remeh dan pasti akan melawan sekuat tenaga jika kehidupan mereka dipertaruhkan.
Rey dengan sangat cepat menebas dua Harimau Putih dewasa dengan sangat cepat, Rey yang memiliki tubuh pedang sudah seperti memiliki niat pedang tingkat satu dan disetiap serangannya akan ada gelombang yang tidak terlihat.
Untuk mencapai niat pedang tingkat satu, perlu pemahaman tengang pedang itu sendiri dan juga sering berlatih menggunakan pedang maupun dari seni bela diri yang khusus untuk pedang.
Rey kali ini menggunakan energi Qinya yang tersisa untuk menebas dua Harimau Putih dewasa dengan sangat cepat dan sambil menghemat waktu.
"24 Lightning Slash!!" Teriak Rey dengan cepat menghilangkan dari hadapan dua Harimau Putih dewasa dan muncul di belakang mereka.
"Slash!!".
Dua Harimau Putih dewasa dengan cepat tertebas oleh Rey dan langsung mati seketika. Rey kemudian jatuh sambil memegang pedangnya dan mulai bermeditasi untuk memulihkan energi Qinya yang habis.
Selang beberapa saat Rey bermeditasi, ia akhirnya bangun dan merasa bahwa energi Qinya sekarang sudah pulih 70%.ini juga berjat Tubuh Pedang yang membuatnya menyerap energi Qi dengan cepat.
__ADS_1
[Ting]
[Membunuh lima Harimau Putih, Memperoleh 1000 XP]
[Membunuh lima Harimau Putih, Memperoleh 1000 Poin XP]
[Membunuh dua Harimau Putih dewasa, Memperoleh 1000 XP]
[Membunuh dua Harimau Putih dewasa, Memperoleh 1000 Poin XP]
[Pemahaman Sword Body + 500 XP]
[Pemahaman Tiger Palms + 1000 XP]
[Pemahaman 24 Lightning Slash + 300 XP]
"Aku tidak tau mengapa dengan membunuh aku bisa dapat memahami seni beladiriku dengan sangat cepat dan mungkin ini merupakan cheat" Gumam Rey kemudian bersiap kembali ke Klannya.
Rey dengan cepat melesat kearah Kota Hambu dan ingin segera beristirahat di Klannya. Rey merasa sangat rindu dengan Klannya karena ada teman masa kecilnya yang ada disana dan juga ayahnya meski bukan ayah aslinya.
Rey tetap menganggap Chen Yai sebagai ayah keduanya dan ayah pertamanya berada di dunia yang jauh. Rey kini melesat dengan cepat dan mungkin kecepatannya secepat flash.
Tidak butuh waktu lama kini terlihat dinding Kota Hambu dan ada beberapa penjaga yang menjaga dinding Kota Hambu. para penjaga yang melihat Rey dengan cepat menghubungi seseorang.
Setelah penjaga itu nampak menghubungi seseorang melewati energi Qi, muncul lima orang berpakaian berwarna kuning yang sama dan mengarah ke Rey.
"Chen Rey!!" Teriak salah satu pemuda berpakaian kuning.
"Bajingan kecil, kau membuat ayahmu kawathir, ayo ikut kami dan temui ayahmu" Lanjut pemuda itu dengan cepat menarik lengan Rey dan melesat dengan cepat.
Pemuda itu adalah salah satu murid berbakat milik Penatua Yai dan juga satu-satunya orang yang sering membuat Rey kesal. ia menyuruh Rey belajar seni bela diri dengan giat dan bahkan hal-hal seperti latihan esktrim lainnya.
Namun Rey tahu bahwa pemuda itu sangat baik padanya dan ingin Rey cukup kuat untuk melindungi dirinya sendiri. pemuda itu sekarang berumur 28 tahun dan sudah berada di Ranah Langit Bintang Lima.
__ADS_1
Tidak butuh lama kini akhirnya Rey berada diwilayah Klan Chen dan nampak ayahnya Chen Yai beserta anak dari patriak sudah menunggu didepan kamar Rey.
"Rey!!" Teriak Chen Yai dengan cepat memeluk Rey dengan erat dan meneteskan air mata.
"Maafkan aku ayah, Rey tidak akan pergi ke hutan lagi" Balas Rey sambil berekspresi sedih.
Chen Yai hanya tersenyum lega karena akhirnya Rey mengaku salah dan Chen Yai senang karena dapat bertemu anaknya kembali.
"Paman, sebenarnya ini salah Fei karena menyuruh Saudara Rey untuk mendapatkan tanaman yang nampak cantik" Ucap Chen Fei sambil menundukkan kepalanya.
"Tidak nona muda, ini kesalahan Rey karena tidak mendengarkan ayahnya dan nona muda tidak salah" Balas Chen Yai sambil tersenyum.
Mereka kemudian pergi kekediaman Chen Yai untuk makan malam atas kembalinya Rey dan juga Chen Yai merasa asa yang berbeda dari Rey.
"Rey kultivasimu sekarang berada di Ranah apa" Tanya Chen Yai sambil memakan makananya.
"Aku berada di Ranah Bintang Tujuh ayah" Balas Rey sambil menyantap makanannya.
"Wow, Saudara Rey sangat kuat" Puji Chen Fei sambil bertepuk tangan.
"Tidak sebaik Saudari Fei-er, yang sudah berada di Ranah Bumi Bintang Dua" Balas Rey sambil menggaruk kepalanya.
"Bagaimana bisa kamu langsung menerobos ke Ranah Bintang Tujuh?" Tanya Chen Yai yang tidak percaya bahwa anaknya langsung menerobos 5 tingkat kecil dalam beberapa hari.
"Aku bertemu seorang Saint dan memberikanku sebuah pil hingga akhirnya aku menerobos ke Ranah Bintang Tujuh" Balas Rey yang mengarah cerita dan menjelaskan tentang pertemuannya dengan Saint.
"Tidak disangka bertemu karakter yang sangat kuat, Rey kamu sangat beruntung dan sepertinya kamu bisa mulai memasuki Sekte Seribu Pedang" Ucap Chen Yai membuat Rey hampir kesedak dan sedikit berkeringat.
Rey sebenarnya tidak ingin terikat dengan sekte lagi dan ingin membangun sebuah Fraksi.
To Be Continued
Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen ya Readers makasih 😁😁
__ADS_1