System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 47 : Seven Elements Body


__ADS_3

'Apakah ini akhirku?' Tanya Rey dalam pikirnya dan merasa bahwa kesadarannya telah mulai memudar.


Rey perlahan-lahan merasakan tubuhnya terbakar hingga semua badannya merasa kepanasan yang sangat menyengat dan sangat sakit sekali.


Perlahan-lahan kesadaran Rey hampir sampai ujungnya dan merasakan bahwa ia sudah mulai hampir kehilangan kesadaran. disaat-saat Rey kehilangan kesadaran ia melihat dua orang, satu perempuan yang sangat cantik dan seorang pemuda yang sangat tampan menyerupai dirinya.


Tubuh Chen Rey yang dirasuki oleh Rey memiliki sedikit kesamaan dengan Fam Rey yang ada di dunia sebelumnya dan Rey merasakan bahwa ini sudah terencana.


"Nak kemarilah" Kata seorang pemuda tampan yang menyerupai Rey dan nampak tersenyum. meski begitu hanya samar-samar Rey melihatnya dan tidak bisa begitu ingat siapa dia.


"Rey'er kemarilah" Lanjut seorang perempuan yang secantik giok dan sangat menawan.


Namun Rey yang melihat bahwa kedua orang itu semakin menjauh merasakan hati kecilnya menangis dan merasakan sebuah emosi yang begitu emosional.


'Apakah dia ibuku dan ayahku yang dulu?' Pikir Rey sambil berlari menuju kedua orang itu dan nampak kedua orang itu semakin menjauh.


Rey terjatuh tidak berdaya dan kedua orang itu tersenyum sambil semakin menjauh. Rey menangis dengan kencang dan menguatkan tangannya.


'Tidak, aku tidak boleh mati kali ini' Pikir Rey kemudian perlahan-lahan energi aneh mulai membuat kesadaran Rey bangkit dan nampak mata berwarns merah.


Mata biru yang telah digantikan dengan mata merah kehitaman dan nampak rambut yang berubah menjadi merah kehitaman juga.


[Ting]


[System Melawan Takdir Sekali Lagi Memutar Takdir]


[Membangkitkan Garis Keturunan Tubuh Tujuh Elemen : Petir, Api, Kegelapan, Es, Air, Kayu dan Angin]


[Sekali Lagi Host Memutar Takdir, Memproleh Manik Dunia Kecil dan 500.000 Poin XP]


(Note : Maap readers di Ch berapa gitu Thor sebut Roh Bela Diri itu garis keturunan, setelah thor cek lagi rupanya salah hadeh hadeh 🙏🙏)


~~

__ADS_1


"Hahaha!!, musnahlah" Tawa pemuda itu kemudian semua orang tertawa dan bahkan Deng Yuro memuji pemuda itu karena berhasil membunuh Rey.


Mereka masih belum menyadari bahwa Rey kini sudah mulai mendekat kearah mereka dan nampak api itu perlahan-lahan hilang.


Setelah api hilang sepenuhnya, semua orang terkejut dengan apa yang mereka lihat dan tidak tahu harus berkata apa.


"B-bagaiamana mungkin kau masih hidup" Kata pemuda itu dengan kaget karena melihat Rey yang masih idup dan nampak tidak terlalu terluka.


"P-padahal Roh Bela Diri Pertamaku adalah Api Kebencian Sang Iblis dan orang yang kena akan langsung menjadi debu" Lanjut pemuda itu sambil keringat dingin turun dari wajahnya.


"Api lemah ini?" Tanya Rey dengan cepat melenyapkan sebutir api ditangannya dan menatap tajam Deng Yuro beserta semua orang yang hadir.


"Persetan mau kau hidup atau apa, tapi kau akan mati" Balas Deng Yuro sambil mengeluarkan Roh Bela Dirinya.


"Jurus Roh Bela Diri Pertama, Dua Tarian Kekosongan" Lanjut Deng Yuro kemudian muncul banyak tebasan dengan langit yang robek.


'Apakah aku bisa menahannya dengan tubuhku sekarang?, ya tidak ada salahnya mencoba' Pikir Rey karena lengannya kini sudah ada dan tidak putus.


Deng Yuro beserta yang lainnya masih belum menyadari akan lengan Rey yang sudah tumbuh lagi dan tidak ada kecacatan sama sekali.


"B-bagaiamana mungkin ini bisa terjadi" Deng Yuro kaget karena Rey bisa menahan serangannya dan juga ia dikagetkan lagi karena lengan Rey utuh kenbali.


"L-lenganmu, kenapa tumbuh lagi?" Tanya Deng Yuro dengan nada merinding saat Rey bisa menumbuhkan lengannya lagi dan nampak semakin kuat.


Umumnya seorang kultivator yang bisa meregenerasi tubuhnya kecuali kepala adalah seorang kultivator di Ranah Kaisar dan sangatlah langka. itupun harus membayar harga yang sangat mahal dan tentu saja umur kultivator itu dikurangi seabad.


"Lenganku?, ohhh ini" Balas Rey sambil menggerakan lengannya dan nampak tersenyum. Rey melihat bahwa tubuhnya telanjang dan Rey kecil telah terlihat.


'Ughh' Batin Rey terbatuk saat melihat Rey kecil dan dengan cepat memakai pakaian.


"Karena kalian telah berani ingin membunuhku, artinya kalian harus mati" Lanjut Rey kemudian membuat semua orang merinding dan nampak beberapa bahkan kedinginan.


"Tubuh Tujuh Eleman, Api, Naga Api".

__ADS_1


Meski Rey baru saja mempelajarinya, ia masih yakin untuk mengalahkan mereka hanya dengan Tubuh Tujuh Elemennya. nampak bayangan naga muncul dibelakang Rey dan dengan cepat melesat kearah kelompok Deng Yuro.


Kelompok Deng Yuro dengan cepat membuat penghalang dengan energi Qi mereka karena merasa bahwa api Rey sangat kuat dan mendominasi.


Api dengan bayangan naga dengan cepat membanjiri pelindung kelompok Deng Yuro dan dengan cepat melahap mereka. tidak butuh waktu lama kemudian terlihat hanya tersisa Deng Yuro dan pemimpin pemuda dari Sekte Api Membara.


Mereka terlihat compang-camping dan mungkin saja mereka bisa mati kapak saja. Rey melihat itu kemudian berjalan kearah mereka dan tersenyum jahat.


"K-kau tidak bisa membunuhku" Kata pemuda itu dengan gemetar saat Rey menghampirinya.


"Kenapa tidak bisa?" Tanya Rey sambil tersenyum. Deng Yuro yang melihat itu tidak bisa berkata apa-apa dan hanya mencoba untuk tidak jatuh.


"Karena aku tuan muda Sekte Api Membara, namaku Heng Jengshi" Balas Heng Jengshi dengan bergetar.


"Meski begitu mengapa aku tidak bisa membunuhmu meski kau tuan muda Sekte Api Membara?" Tanya Rey lagi dan kini sambil memegang dagunya.


"Karena Sekte Api Membara memiliki banyak Kulivator Ranah Nirvana, jika kau membunuhku, ku yakin kau pasti mati" Balas Heng Jengshi sambil bangga.


"Slash".


Seketika kepala Heng Jengshi tertebas dan nampak Deng Yuro langsung gemetar. Deng Yuro sendiri sedikit memiliki kecerdasan dan tidak ingin menyinggung Rey lebih lanjut.


"Orang yang mengancamku, semuanya mati!!" Teriak Rey sambil menatap Deng Yuro.


"Saudara kita bisa merundingkan masalah i-" Sebelum Deng Yuro menyelesaikan kata-katanya, Rey dengan cepat memotong kepala Deng Yuro dan tersenyum.


'200.000 Poin XP untuk membunuh mereka, kurasa itu tidak buruk' Batin Rey yang sedikit merasa sakit hati karena 200.000 Poin XP dengan cepat lenyap setelah mendapatnnya.


Namun Rey tahu tidak buruk juga untuk menghabiskan ratusan ribu poin XP untuk membasmi beberapa semut dan Rey sendiri juga sangat marah saat dibakar.


'Kau pikir aku ayam bakar, asal goreng sahja' Batin Rey kemudian duduk bersila dan memulihkan energi Qinya.


To Be Continued

__ADS_1


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2