System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 89 : Diserang Oleh Aliansi Tujuh Bintang


__ADS_3

Tan Tian terkekeh laou mulai menceritakan "Klan Tan sendiri merupakan Klan Naga yang merupakan naga biasa dan Klan Tan cukup beruntung memiliki garis keturunan naga".


"Kami memiliki tanduk karena ya karena garis keturunan kami dan kami sendiri bisa berubah menjadi naga" Semua orang terkejut dengan apa yang dibilang oleh Tan Tian.


Nampaknya Ras Naga masih belum punah namun Ras Naga milik Klan Tan sendiri terlalu lemah dan hanya naga biasa. ini membuktikan bahwa Ras Naga sangat kuat.


Klan Tan merupakan Klan yang masih dihormati dibenua utama, bagaimana dengan garis keturunan dari naga purbakala maupun naga ilahi?.


Ya siapa yang tahu, kita cukup menebak sekuat apa jika ada garis keturunan naga didunia, menurut Tan Tian garis keturunan Ras Naga memiliki kelemahan yaitu bila bertemu dengan garis keturunan yang lebih kuat mereka akan tertekan.


Awalnya Klan Tan bukan Ras Naga namun beberapa ribu tahun lalu, Patriak Klan Tan dahulu bertemu dengan Ras Naga dan ya mereka menjadi pasangan.


Setelah itu keturunan mereka menjadi Ras Naga dan ya Ras Manusia mereka hampir hilang. hanya tersisa darah Ras Naga saja dan darah Ras Manusia tidak terlalu terlihat.


Oleh karena itu Klan Tan dalam beberapa tahun terakhir memiliki banyak bakat yang jenius dan bahkan salah satunya menjadi seorang Great Emperor.


Perlu diketahui Great Emperor merupakan kekuatan puncak dari Benua Utama dan Tan Tian sendiri cukup beruntung melangkah ke Alam Great Emperor.


Setelah bercerita panjang lebar akhirnya mereka sudah mengetahui Ras Klan Tan, Tan Xuan dan Tan Huang memberitahu kejadian beberapa bulan yang lalu.


Tan Tian sontak kaget namun ia sangat senang karena Rey sudah menjadi Ahli yang kuat dan tidak lama lagi baginya untuk menerobos Alam Raja Mendalam.


"Baiklah setelah saya menjelaskan panjang lebar kalian pasti sudah puas, jika sudah puas mari kita layani beberapa tikus" Semua orang mengangguk.


Siapa yang tidak merasakan ada hawa dingin yang muncul entah dari mana dan aura permusuhan juga telah menyebar. meski semua orang merasaknnya namun hanya beberapa yang tahu.


"Keluarlah!!" Teriak Tan Tian, ia langsung melebarkan auranya dan Tan Xuan beserta Tan Huang juga melakukannya.


Fam Zhanze, Chen Shei, Huan Qiao dan Rey juga langsung menyebarkan kekuatannya. suara tertawa terdengar dan terlihat ada beberapa orang.

__ADS_1


"Kukuku.., kalian sudah berkumpul, saya sangat senang" 5 Orang lebih tepatnya tertawa dan memandang gerombolan Rey dengan ganas.


"Kalian dari Aliansi Tujuh Bintang berani membuat masalah didepanku!!" Teriak Tan Xuan dan Tan Huang.


Ya mereka dari Aliansi Tujuh Bintang, siapa sangka Aliansi Tujuh Bintang juga mengirim avatar para Great Emperor mereka dan bertujuan untuk membunuh sisa anggota Klan Tan.


"Rey bawa teman maupun keluargamu pergi, ini urusan Klan Tan dan kamu tidak ada hubungannya" Tan Tian tidak ingin melibatkan Rey yang masih bocah.


Rey tertawa lalu menoleh kekeluarganya "Senior Qiao, Senior Shei tolong bawa keluarga saya pergi sejauh mungkin"


Patriak maupun Leluhur beserta ayah Rey tidak mau meninggalkan Rey dan memilih untuk bertarung bersamanya. Rey terkekeh lalu tersenyum.


Huan Qiao dan Chen Shei membawa keluarga Rey. Fam Guhan juga ikut dengan mereka dan menjaganya, kini hanya ada Rey, Fam Zhanze, Tan Tian, Tan Huang dan Tan Xuan yang bersiap bertarung.


"Senior Tan, Senior Xuan dan Senior Huang. saya merasa beruntung karena dapat bertarung dengan Ahli seperti anda" Rey terkekeh dan tersenyum.


Tan Xuan tertawa keras lalu berkata "Jangan mati ya bocah, mereka berada di Alam Half-Saint Puncak"


Hanya dengan tatapan paruh baya saja membuat Rey merinding dan rasa dingin yang luar biasa. tidak dapat dikatakan rasa dingin maupun rasa ketakutan.


"Apakah kau takut bocah?" Tanya Tan Xuan sambil terkekeh.


Rey menoleh lalu tertawa keras dan menjawab "Tidak ada hal yang ditakuti oleh saya"


Setelah itu Rey mengeluarkan Gu Lan, Tubuh Pedang dan Tubuh 7 Elemen telah ia pakai. aura Rey seketika membuat energi Qi bertabrakan.


Tan Xuan, Tan Tian, Tan Huang dan Fam Zhanze juga mengeluarkan energi Qi mereka dan bersiap untuk bertarung. meski tidak adil namun Rey yakin dapat menang.


Apalagi Rey masih memiliki kartu truf yaitu Transformasi Asura, ia akan memakainya bila keadaan sudah terpojok dan tidak akan memakai jika keadannya belum terpojok.

__ADS_1


"Kalian benar-benar penuh juang, bunuh mereka" Perintah paruh baya, empat lainnya melesat dan menyerang masing-masing 1.


Tan Tian bertarung melawan paruh baya itu, Rey melawan seorang pria dewasa dengan tatapan membunuh dan lainnya juga bertarung dengan Ahli Alam Half-Saint.


Pertarungan antara mereka cukup membuat tanah bergetar, seluruh orang yang ada di Klan Chen telah pergi bersama dengan Patriak Klan Chen.


Rey yang merasakan perbedaan kekuatannya dengan seorang Alam Half-Saint Puncak sangat tertekan. ia tidak menyangka bahwa perbedaannya sangat jauh.


Bagaikan langit dan bumi. untung saja Rey masih memiliki Gu Lan dan beberapa kartu truf lainnya. jika tidak Rey yakin dirinya tidak akan mampu melawan Half-Saint ini.


"Bocah lebih baik kau pergi" Saran dari paruh baya ini membuat Rey tertawa lalu berkata "Senior terlalu meremehkan junior"


Seketika ledakan aura membuat senior itu sedikit tertekan namun senior itu langsung melesat kearah Rey, Rey memakai Niat Pedang Peringkat Ke-2 nya dan senior yang melihat itu cukup terkejut.


"Tidak buruk" Setelah itu Niat Pedang Peringkat Ke-3 dikeluarkan olehnya dan Niat Pedang Rey ditekan, Rey hanya terkekeh namun ia tetap melesat.


Senior itu semakin bersemangat karena melawan seorang yang sama-sama ahli pedang, meski hanya avatar yang memiliki Niat Pedang Peringkat Ke-3 itu sudah cukup.


Jika tubuh aslinya yang datang mungkin membunuh Rey cukup dengan sekali tatapan dan Rey langsung mati tanpa tahun siapa yang membunuhnya.


"Bocah jika kau berhasil bertahan dari penyerangan ini, temui aku di benua utama, saya berada di Klan Yan" Senior itu bertarung sambil mengoceh.


"Tentu saja karena saya memiliki beberapa permusuhan" Senior itu tertawa lalu berkata "Baiklah kita pikiran nanti saja, untuk sekarang cobalah untuk melawanku".


Rey juga terkekeh lalu melawan senior itu dengan sekuat tenaganya dan tanpa mengeluarkan kekuatan yang setengah-setengah.


Meski tubuh Rey sudah memiliki banyak goresan, darah mengalir dari seluruh tubuhnya, ia tidak menyerah dan tetap berjuang untuk melawan senior itu.


To Be Continued

__ADS_1


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2