System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 125: Ujian Artefak Lonceng Surga


__ADS_3

"Baiklah Rey segera duduk bermeditasi untuk melakukan ujian" Rey mengangguk dan kemudian ia duduk bersila untuk bermeditasi.


Fa Xong merapalkan kata-kata yang Rey sendiri tidak faham, setelah beberapa saat bunyi seperti ledakan terdengar dan seketika Rey merasa sudah berada di dimensi lain.


Seluruh area ini hanya lahan kosong tanpa penghuni, Rey awalnya bingung namun setelah beberapa menunggu akhirnya Rey merasakan nafas makhluk hidup.


"Sepertinya ini ujiannya" Gumam Rey yang melesat kearah nafas makhluk hidup itu, semakin Rey mendekat semakin dingin hawanya dan Rey merasakan niat membunuh yang kuat.


"Bahaya!!".


Rey langsung menghindar dengan sekuat tenaga namun masih tergores, Rey menyeringai karena sepertinya lawannya sangat kuat dan bahkan amat kuat.


Melihat itu Rey langsung memanggil Gu Lan, Rey menunggu orang yang menyerangnya menghampirinya namun dalam hitungan detik nafas seorang manusia sudah berada dihadapannya dan sontak Rey langsung mundur.


Rey berkeringat deras karena kekuatan Ahli ini tidak bisa diprediksi, Ranah Emperor Profound? atau Ranah Lesser Emperor?, Rey bertanya-tanya pada dirinya dan menatap mata orang itu.


"Ahkk!!!".


Hanya dengan menatap mata orang itu Rey langsung merasa kesakitan, ini bukan orang yang bisa dihadapi oleh Rey namun Rey malah menyeringai dan tertawa.


"Hahaha!!, salam senior Saya Rey yang akan menyelesaikan ujian ini" Rey menyeringai namun Rey sekarang benar-benar waspada dan bahkan bersiap untuk melakukan serangan habis-habisan.


"Uhuk.., kau bocah yang hanya berada di Ranah Saint Heavenly Orde 3 ingin menyelesaikan ujian ini?, apakah kau tidak sedang bermimpi nak?" Mendengar itu Rey seperti dihina tapi Rey tetap sabar dan mencoba untuk mengobrol terlebih dahulu.


"Meski Saya hanya berada di Ranah Saint Heavenly Orde 3, Saya akan menyelesaikan ujian ini dan menjadi pemilik Artefak ini!" Tekan Rey yang membuat orang tua itu menatap tajam Rey.


Seketika Rey merasakan seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan, Rey baru pertama kali ini merasakan ketidakberdayaan dan bahkan tanpa perlawanan sama sekali.


Namun Rey menolak untuk kalah, dengan cepat semburan energi langsung mengarah padanya, seluruh kartu asnya sudah dipakai dan sudah termasuk Transformasi Asura.


"Ho?, nak sepertinya kau memiliki hubungan dengan Ras Asura, yah siapa yang peduli tapi nyalimu cukup tinggi nak" Dengan cepat pak tua itu melesatkan bola api yang amat besar.

__ADS_1


Hanya dengan telunjuknya pak tua itu mampu membuat api yang amat besar, bukan cuman besar tapi memiliki kekuatan yang mampu membuat Rey mati seketika.


"Senior benar-benar serius jika begitu Saya akan serius" Dengan cepat seluruh kemampuan langsung dipakai oleh Rey dan bahkan Rey memaksakan untuk menggunakan Saint Qi secara paksa.


"Space Blade!" Dengan cepat Rey membuat banyak Space Blade dengan mengonsumsi Saint Qi yang amat banyak tapi Rey yakin ini sudah cukup untuk menahan ledakan bola api itu sementara.


Setelah melakukan trik itu Rey langsung memakai api putihnya, dengan keras Rey memaksakan untuk membuat api putih yang amat besar dan setelah beberapa saat api putih sudah amat besar.


Meski tidak sama besar dengan api milik pak tua itu tapi Rey yakin kekuatannya juga bukan main-main dan setidaknya mampu melukai pak tua itu.


"Pak tua terimalah ini!".


"Jangan membuang-buang tenagamu, toh kau pasti kalah!".


"Mari kita lihat terlebih dahulu pak tua!".


Dengan cepat mereka melemparkan bola api masing-masing, benturan langsung dari kedua bola api itu membuat cahaya yang amat menyilaukan dan ledakan yang amat dasyat sehingga dimensi ini mau hancur.


Rey menyeringai karena merasakan bola api miliknya lebih kuat, setelah ledakan terjadi Rey melihat bahwa pak tua itu tidak terluka sama sekali meski terkena api putihnya.


"Nak saatnya berhenti bermain-main" Dengan wajah datar pak tua itu sudah melesat kearah Rey, Rey yang menyadari itu langsung bersiap untuk menahannya.


Benar saja setelah pak tua itu cukup dekat banyak sekali pedang yang melesat kearah Rey dan seketika Rey langsung memakai The Thousand Lightning Sword Formation dan bahkan langsung memakai Heaven Splitter.


"Trikmu cukup bagus pak tua!" Rey berteriak keras yang membuat pak tua itu menatap tajam dirinya tapi karena Rey sudah terbiasa ia membalas tatapan itu dan membuat pak tua itu terkejut.


Rey langsung melesat kearah pak tua itu, ia mengayunkan Gu Lan dengan bangga dan penuh akan Saint Qi namun pak tua itu masih mampu untuk menahannya.


Mereka berdua saling adu pedang tanpa ada yang mau kalah, disisi Rey yang terlihat berkeringat dan bahkan Saint Qi yang mulai terlihat akan habis.


Pak tua sendiri malah sangat menikmati pertarungannya dengan Rey, ia terlihat hanya menahan diri dan ingin bermain-main saja dengan Rey.

__ADS_1


Ayunan dari pedang milik pak tua ini sangat indah, setiap gerakannya tenang seperti air tapi amat gesit dan bahkan setiap tebasan pelannya setara dengan Ahli Ranah Emperor Profound.


'Cih gawat Transformasi Asuraku tidak akan bertahan lama'.


Dengan segera Rey menyerang pak tua itu dengan agresif yang membuat setiap gerakannya banyak yang salah dan bahkan pak tua itu mulai sedikit tidak bersemangat.


"Seorang yang belajar Ilmu Pedang seharusnya memiliki kepribadian yang santai didalam situasi apapun, jika Ahli yang menunjukkan sisi ketidaksabarannya Ilmu Pedang itu tidak lebih dari sekedar mengayun".


Mendengar itu Rey faham dengan maksud dari pak tua itu, Rey juju malu dengan hal itu dan seketika Rey mendapatkan pencerahan.


Mereka berdua berhenti bertarung, Rey melihat bahwa pak tua itu sepertinya cukup terkejut akan tetapi dia cukup bangga dan seperti melihat muridnya berkembang.


"Terima kasih Senior atas nasehat anda, jadi bisakah kita melanjutkan pertarungan ini?".


"Tentu".


Rey baru saja mendapatkan pencerahan yang membuat Niat Pedangnya mencapai Tingkat 4 puncak dan ini membuat kekuatannya semakin kuat.


Tidak hanya itu Ilmu Pedangnya bahkan semakin indah, setiap tebasan semakin halus dan bahkan Rey merasa seperti berada di acara pesta.


"Nak apa yang membuatmu sangat menginginkan Artefak Lonceng Surga?".


"Tentu untuk melindungi orang yang kucintai Senior".


Mendengar itu pak tua itu hanya tertawa kecil tapi tetap melanjutkan pertarungan mereka, mereka bertarung dengan keadaan tenang dan bahkan tidak ada ekspresi marah maupun ketakutan.


Mereka seperti bertarung diatas air yang tenang meski begitu persaingan antara mereka sangat sengit meski pak tua itu tidak terlalu serius dan untuk sekarang Rey masih bisa mengimbanginya.


Kekuatan pak tua itu jika ditentukan saat ini mungkin berada di Ranah Emperor Profound Orde 3 puncak dan sedikit lagi naik ke Ranah Lesser Emperor.


To Be Continued

__ADS_1


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2