System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 52 : Tua Deng dan Tua Jiang


__ADS_3

"Xia'er apakah kau baik-baik saja?" Tanya Rey perlahan-lahan mendekat kearah Jiang Xia.


"Rey, kamu tidak bisa memanggilku dengan sebutan itu" Jiang Xia marah tapi Rey tahu bahwa wajahnya sekarang merona.


'Tuan, apakah anda lupa bawahan anda ini dan malah menanyai seorang perempuan duluan' Batin Fam Yuan menangis saat melihat tuannya lebih kawathir dengan Jiang Xia.


"Kenapa aku tidak bisa memanggilmu dengan sebutan itu?, Xia'er" Tanya Rey yang masih bingung, bukankah hubungan mereka cukup dekat meski hanya sebentar.


"Kau tidak bisa memanggilku seperti itu bila ada orang namun bila hanya berdua kamu bisa memanggilku dengan sebutan itu" Jiang Xia masih merona dan tidak berani menatap Rey.


Rey menggaruk kepalanya dengan bodoh, ia tidak tahu mengapa tidak bisa memanggilnya Xia'er saat bersama orang dan Rey juga tidak ingin bertanya lebih lanjut.


Rey mendekat kearah Fam Yuan dan para anggota Klan Chen " Yuan, bagaimana kabarmu?, apakah baik-baik saja?" Tanya Rey sambil menatap tajam Fam Yuan.


"Bawahan ini beserta para anggota Klan Chen baik-baik saja tuan dan bagaimana dengan kabar tuan?" Fam Yuan bertanya balik karena merasa tuannya sekarang sudah kuat.


"Tidak buruk, aku menembus dua dunia besar hanya dalam sekali libas dan untung saja fondasiku tidak rusak" Rey hanya menghela nafas kecil.


"Benar Rey, kau benar-benar monster" Seru Jiang Xia takjub dengan Rey yang langsung menerobos dunia besar dan fondasinya sangat stabil.


"Fufu, ini hanya peristiwa kecil untuk tuan muda ini" Rey membusungkan dadanya dengan bangga dan Jiang Xia beserta Fam Yuan hanya memalingkan pandangannya.


"Jadi sesuai rencana kita saat keluar, Jiang Xia'er aku tidak tahu latar belakangmu tapi kamu bilang ada cara, bila perlu bantuan bilang saja dan aku akan membantumu" Rey menatap Jiang Xia dengan serius.


Jiang Xia mengangguk dan mengepalkan tangannya "Rey terima kasih atas bantuanmu hari ini, Jiang Xia tidak akan pernah melupakan bantuanmu dan bila kamu perlu bantuan. carilah Xia'er di Sekte Hati Es".


Rey mengangguk dan menatap Fam Yuan beserta Klan Chen " Kalian ikuti aku, Jiang Xia akan pergi sendiri karena jika kita bersama keluarnya maka kita akan menjadi tersangka".


"Rey bagaimana jika aku ingin bertemu denganmu dihari lain?" Tanya Jiang Xia sebelum pergi untuk pergi keluar dari Reruntuhan Kuno.

__ADS_1


"Tidak perlu mencariku, aku akan datang ke Sekte Hati Es saat waktunya" Rey melambaikan tangannya dan dengan cepat menghilang dari pandangan Jiang Xia bersama dengan Fam Yuan beserta anggota Klan Chen.


Kini Rey yang sudah sedikit jauh dari Jiang Xia hanya menghela nafas kecil dan menggelengkan kepalanya.


"Tuan, kenapa anda membiarkan nona muda untuk pergi sendiri dan tidak bersamanya?. bagaimana bila nona muda dalam bahaya?" Tanya Fam Yuan yang bingung dengan keputusan dari Rey.


"Yuan, apa kau tahu latar belakangnya?" Tanya Rey. Fam Yuan. hanya menggelengkan kepalanya. "Dia nona muda dari Sekte yang berada di benua utama dan kekuatan kelas satu" Jawaban dari Rey membuat Fam Yuan kaget.


"Sepertinya begitu, pantas saja tuan muda membiarkannya sendirian rupanya ada penjaga yang kuat" Fam Yuan dengan cepat mengerti alasan Rey meninggalkan Jiang Xia sendiri untuk keluar dari Reruntuhan Kuno.


~~


"Apa!!!" Teriak seorang perempuan paruh baya dari giok milik Jiang Xia.


"Benar bibi, Sekte Api Membara dan Aula Kekosongan menyerangku hingga aku hampir mati".


"Tunggulah bibimu datang, bibi akan datang kesana dan menghajar Kultivator dari Sekte Api Membara beserta Aula Kekosongan"


"Oke Bibi".


~~


10 hari telah berlalu sejak Rey mengalahkan jiwa Hu Han dan bersiap untuk meninggalkan Reruntuhan Kuno. beberapa hari yang lalu Tan Tian setuju untuk menjadi seorang misterius yang menolong Rey dari penatua yang berada di Ranah Raja Mendalam dan Tan Tian bersedia bergabung dengan Fraksi Langit Ungu milik Rey.


"Fam Yuan, Senior Tian, Anggota Klan Chen, kita bersiap keluar dan sambut dengan hangat para pak tua bau busuk diluar" Rey tersenyum sinis dan percaya diri.


Fam Yuan mengangguk dengan tenang dan Senior Tian memasuki cincin spritual. Senior Tian akan datang bila terjadi masalah dan Senior Tian yakin kekuatannya masih cukup untuk mengalahkan Raja Mendalam Tingkat Atas meski hanya jiwanya yang tersisa.


Whuz!!!!!!

__ADS_1


Rey beserta yang lainnya kaget dengan hembusan angin yang sangat kencang dan tidak lama kemudian mereka akhirnya merasa bahwa berada di langit.


Rey, Fam Yuan dan anggota Klan Chen dengan cepat terbang karena mereka berada di langit dan perlahan-lahan turun dari langit karena melihat banyak Sekte maupun Klan yang kuat.


"Mereka sudah keluar, tapi kenapa hanya beberapa dan tidak ada tanda-tanda dari Aula Kekosonganku?" Gumam paruh baya yang melihat Rey dan yang lainnya turun dengan wajah yang pucat.


Rey pakaiannya compang camping dan yang lainnya juga. ini adalah strategi untuk mengelabui para pak tua bau tanah yang ada diluar Reruntuhan Kuno dan juga cara menghindari masalah.


"Bocah, apa kau tau dimana anggota Aula Kekosonganku?" Tanya paruh baya yang dengan cepat mendekat.


"A-aku tidak tahu, semua orang banyak yang mati dan aku berhasil selamat karena sembunyi" Balas Rey singkat dan dengan akting ketakutan.


"Bajingan!!, apa yang terjadi didalam sana ha?, bocah jawab atau kubunuh kau!!" Paruh baya itu dengan cepat menekan Rey dengan auranya dan membuat Rey hampir berlutut.


"Tua Deng, kenapa kau membuli seorang junior?" Tanya seorang dari langit dengan wajah yang cantik dan membawa seorang yang dikenal oleh Rey yang tidak lain adalah Jiang Xia.


"Tua Jiang, jangan ikut campur masalahku dan juga apa yang terjadi dengan semua orang yang masuk di Reruntuhan Kuno?" Tanya Tua Jiang yang sudah menghilang tekanan auranya.


Rey mengutuk Tua Jiang karena berani membuatnya hampir berlutut dan Rey berjanji akan membalas perbuatannya beribu-ribu kali lipat.


"Salah satu muridku selamat dan aku akan menceritakannya denganmu Tua Deng" Tua Jiang dengan enggan cerita namun karena Rey adalah penyelamat dari nona mudanya, jadi bagaimana lagi.


"Baiklah, jika jawabanmu memuaskan aku akan mundur, bila jawaban darimu sangat tidak masuk akal, aku Deng Deian akan meminta penjelasan" Cibir Tua Deng.


"Bagus Tua Deng, mulutmu sangat bagus bila kuhancurkan" Balas Tua Jiang sambil mengeluarkan auranya begitu pula Tua Deng yang sama-sama mengeluarkan kekuatannya.


To Be Continued


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁

__ADS_1


__ADS_2