System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 43 : Bersiap Menuju Reruntuhan Kuno II


__ADS_3

[Nama : Chen Rey]


[Kultivasi : Surga Bintang Satu]


[XP : 650.000/50.000)]


[Poin XP : 15.000]


[SHOP]


[Body : Sword Body Lvl 3 (1500/15.000 XP Lvl 3)]


[Roh Bela Diri : Sword God Lighning Zisi Xuan Tingkat Enam (900/10.000 XP]


[Seni Bela Diri : Tiger Palms Lvl 4 (1150/100.000 XP Lvl 5), 24 Lightning Slash Lvl 3 (15.000/15.000 XP Lvl Max), Heaven Splitter Lvl 2 (5600/15.000 XP Lvl 3)]


Setengah tahun telah berlalu saat terakhir kali Rey berbicara dengan Fam Yuan dan Rey sendiri berlatih sangat giat. tidak hanya. berfokus pada ilmu bela diri, ia juga sangat fokus dengan kultivasinya.


Rey sekarang memiliki kesempatan untuk menerobos ke Ranah Keilahian dengan sekali jalan, namun ia tidak ingin begitu menonjol saat memasuki reruntuhan kuno dan Rey akhirnya bertahan di Ranah Surga Bintang Satu.


Meski begitu dengan Roh Bela Dirinya, Rey bisa dengan muda membunuh kultivator yang berada di Ranah Keilahian dengan sangat cepat dan tanpa terluka bila kultivator itu tidak memiliki Roh Bela Diri yang kuat.


Tiger Palms sudah sangat berkembang dengan sangat cepat dan bisa dengan mudah menghancurkan sebuah gunung. meski begitu Tiger Palms tidak terlalu bagus untuk pertarungan satu vs satu dan hanya berguna bila dikepung lawan.


24 Lighning Slash juga telah sampai ke tingkat dimana max yang berarti telah mencapai kesempurnaan yang bisa memanggil petir dan membuat petir itu menuruti perintah Rey.


Heaven Splitter juga kini sangat berguna sebagai serangan pamungkas karena dapat dengan muda membelah gunung dan menghancurkan musuh dengan sekali tebas.

__ADS_1


Menurut Rey ilmu bela diri tingkat kuno ini sangat mengeringan karena bisa dengan muda membelah musuh dengan halus dan musuh sendiri tidak akan bisa menghindarinya dengan tepat.


Rey sendiri kini sudah bisa mengeluarkan Roh Bela Dirinya dengan mudah, ia juga sudah bisa mengendalikan Roh Bela Dirinya dengan semaunya dan sekarang ia bisa dibilang cukup kuat.


Leluhur Chen juga sekarang berada di Ranah Keilahin Bintang Tiga, Chen Baiu berada di Ranah Keilahian Bintang Satu, Chen Yai berada di Ranah Surga Bintang Sembilan dan Fam Yuan berada di Ranah Keilahian Bintang Tiga.


Mereka meningkat dengan sangat cepat karena bantuan dari pangeran kelima Kekaisaran Phoenix Suci yang memasok sumber daya ke Klan Chen dan juga Fam San juga sangat membantu pangeran kelima.


Menurut Fam San situasi di ibukota mulai membaik karena sejak pangeran kelima mengenalkan Fam San yang merupakan Wakil Ketua Fraksi Langit Ungu dan membuat gembar seluruh Kekaisaran Phoenix Suci.


Banyak pangeran lainnya tidak tahu bagaimana pangeran kelima bisa membuat sebuah Fraksi yang kuat mendukungnya dan bahkan Fam San menegaskan Fraksi Langit Ungu akan mendukung pangeran kelima secara terang-terangan.


Kaisar Kekaisar Phoenix Suci sendiri sekarang sedang sekarat karena alasan yang tidak diketahui, namun Fam San dengan mudah menemukan bahwa kaisar sekarang telah diracuni dan racun ini sangat mematikan.


Setelah Fam San meresmikan bahwa mereka mendukung pangeran kelima, banyak Klan maupun sekte kecil yang mendukung pangeran mahkota dengan cepat mundur dan tidak berani untuk mendukung pangeran mahkota lagi.


Rey memerintahkan Fam San untuk berhati-hati karena, Rey sendiri tidak ingin Fam San mati sia-sia dan membuatnya harus membeli bawahan lagi.


Fam Yuan yang berada didepan Rey masih bingung dengan sikap Rey yang masih diam saja dan tidak berbicara sedikitpun.


"Baiklah Yuan kumpulkan semua orang dari Klan Chen yang ingin memasuki reruntuhan kuno" Perintah Rey kemudian berdiri dan bersiap untuk mandi telebih dahulu.


Fam Yuan segera mengangguk dan dengan cepat menghilang dari hadapan Rey. Rey sendiri kini dengan cepat mandi dan membawa pedang yang dulu ia beli.


Meski pedang yang ia dulu beli sangat buruk, namun ia tetap memakainya karena alasan hemat poin xp yang telah banyak digunakan untuk meningkatkan Roh Bela Diri.


Tidak lama Rey kini sudah selesai mandi dan berjalan menuju ke ruangan yang biasanya digunakan untuk rapat di Klan Chen. Rey masuk kedalam ruangan itu dan melihat banyak orang yang sudah menunggunya.

__ADS_1


Rey memiliki posisi yang tinggi di Klan Chen karena seorang murid dari Ketua Fraksi Langit Ungu yang sudah terkenal diseluruh Kekaisaran Phoenix Suci dan menjadikan Rey sebagai seorang yang berstatus tinggi.


"Baiklah aku mengumpulkan kalian disini karena aku ingin melihat siapa saja yang akan memasuki reruntuhan kuno?" Tanya Rey sambil duduk ditempat duduk yang paling bagus.


Fam Yuan kemudian menyuruh beberapa orang untuk menghadap Rey dan menyapanya. Rey yang disapa oleh lima orang yang nampak kuat mengangguk dan memberikan masing-masing pedang spritual kepada 5 orang itu.


Meski pedang spritual itu hanya berada di level rendah, mereka tetap berterima kasih karena pedang spritual berbeda dengan pedang biasa dan harganya cukup mahal.


Lima orang ini semuanya berada di Ranah Langit yang cukup kuat hanya dengan menilai aura mereka dan mereka sendiri memiliki etia yang bagus saat beradapan dengan Rey.


"Kalian akan berangkat bersama Fam Yuan dan aku akan masuk sendiri" Kata Rey kemudian membuat semua orang terdiam.


"Apa kau tidak akan ikut bersama mereka Rey?" Tanya Chen Yai yang tiba-tiba berdiri.


"Iya ayah aku akan menyamar sebagai seorang kultivator pengembara" Balas Rey sambil menyesap teh yang disiapkan oleh Fam Yuan.


"Baiklah Rey berhati-hatilah saat berada di reruntuhan kuno dan kembalilah dengan selamat" Chen Yai menepuk bahu Rey dan nampak ada sedikit kesedihan.


Rey tersenyum kemudian memeluk ayahnya dan bersiap untuk berangkat. Rey kini sudah berpakaian dengan serba hitam dan menutup wajahnya dengan topeng hitam.


Rey dengan depat bergerak menuju reruntuhan kuno yang berada tidak jauh dari Kota Hambu dan Fam Yuan berangkat sambil membawa elang emas yang merupakan beast tingkat Roh.


Tidak butuh waktu lama Rey melihat sudah banyak kultivator kuat yang sudah berada di reruntuhan kuno dan Rey dengan cepat bisa melihat Fam Yuan yang sudah sampai terlebih dahulu.


"Sekte Api Membara dan Sekte Hati Es sepertinya akan bertarung didalam reruntuhan kuno" Gumam Rey yang melihat dua sekte kelas satu ini sudah benar-benar bersiap untuk saling membunuh dalam reruntuhan kuno.


To Be Continued

__ADS_1


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2