
Berminggu-minggu kemudian, Ras Asura telah mencapai didekat ibu kota Ras Iblis, seorang perempuan cantik dengan tanduk dan memiliki tato berbentuk naga kecil melihat serangan itu.
Ia menoleh kearah seorang pria yang gagah lalu memerintahkan "Komandan Bei buka formasi Iblis Mencengkram".
Komandan Bei mengangguk lalu berteriak "Buka Formasi Iblis Mencengkram!!".
Setelah itu ribuan Iblis mengangguk, seketika sebuah formasi terbentuk dan bayangan Iblis dengan aura merah langsung melesat.
Para Ras Asura tidak mampu untuk menerobos formasi ini, mereka terlihar cukup kesulitan dan memilih untuk pergi. semua Iblis bersorak dengan bangga.
Perempuan cantik itu tersenyum lembut "Akhirnya kita mampu untuk menahan serangan Ras Asura diibukota Kekaisaran Iblis".
Komandan Bei juga mengangguk "Benar Ratu, meski begitu kita telah kehilangan banyak Ahli kita dan ini benar-benar kerugian yang cukup besar".
"Benar Komandan Bei namun Ras Manusia maupun Ras Beast juga pasti telah terkena dampak yang sama, oleh karena itu kita hanya harus bertahan dan siapa yang paling lama bertahan dia yang menang"
"Kita memiliki sepuluh Ahli Ranah Saint dan ratusan Ahli Ranah Half-Saint. saya bahkan merupakan Ahli Ranah Saint King dan lebih kuat dibandingkan Ras Manusia" Ratu itu membanggakan dirinya sendiri.
Komandan Bei tersenyum canggung "Benar Ratu, andalah yang terkuat namun jangan lupa bahwa Ras Manusia memiliki Lima Utusan Penjaga Bintang dan Ras Iblis kita memiliki tiga Iblis Agung"
"Kekuatan mereka bertiga juga berada di Ranah Saint Hevanly Orde Ketiga dan lebih kuat dibandingkan Utusan Penjaga Bintang" Mereka mengangguk pelan.
Ini adalah hari ke 50 sejak Ras Asura menyerang, wilayah Ras Iblis hanya tersisa sedikit dan kebanyakan Iblis mengungsi ke ibukota Kekaisaran Iblis.
Tiga Iblis Agung belum muncul karena ini hanya gelombang awal dan mereka cukup yakin bahwa keturunan mereka mampu untuk menahannya.
Mereka juga telah menerima surat untuk melakukan penggabungan antar semua Ras dan ini masih didiskusikan oleh Tiga Iblis Agung.
**
Diwilayah Ras Beast terlihat cukup berantakan, mulai dari mayat yang ada dimana-mana dan terlihat darah berceceran dimana-mana.
Seorang paruh baya laki-laki memancarkan aura membunuh, ia berteriak "Bajingan kalian Ras Asura!!, aku akan membunuhmu!!, berani-beraninya membunuh saudaraku!!!".
Lima sesepuh yang ada didekat paruh baya laki-laki itu gemetar seketika, Aura mencengkram dari Ahli Ranah Saint King sangat terlihat jelas dari tubuh paruh baya laki-laki itu.
__ADS_1
Salah satu sesepuh maju kehadapan paruh baya Laki-laki itu "Pemimpin tolong bersabar".
Pemimpin itu menoleh kearah sesepuh itu dengan mata merah "Sabar?, ratusan ribu rakyatku dan saudaraku. bagaimana aku biaa SABAR!!?".
Sesepuh itu hanya terdiam saja karena melihat banyak mayat dan juga banyak Ahli yang telah mati. Ratusan Ahli Ranah King Profound dan puluhan Ranah Half-Saint.
Ribuan Ranah Nirvana, ratusan ribu Ranah Yin dan Yang sampai dibawahnya. ini merupakan kerugian yang cukup besar bagi Ras Beast dan tentu saja pemimpin Ras Beast sangat marah.
Pemimpin itu melotot lalu berkata "Bawa aku kesepuluh Sesepuh Agung".
Sesepuh itu mengangguk, mereka masih memiliki Sepuluh Sesepu Agung yang rata-rata berada di Ranah Saint Hevanly dan yang paling kuat Saint Hevanly Orde Ketiga.
Setelah itu mereka merobek ruang dengan cepat, tidak lama setelah itu mereka menghilang dan tidak ada yang tahu kemana mereka pergi.
**
Semua kekuatan Ras Manusia telah berkumpul ke Kekaisaran Phoenix Suci, Kekaisaran Phoenix Suci dekat dengan perbatasan dan tentu tempat yang cocok untuk berperang.
Fam Zhanze dengan Fam San telah datang. ia melihat sekeliling dan melihat sudah banyak orang. mereka berada diluar lapangan yang cukup luas dan banyak pasukan.
Xuan Zong tersenyum "Saudara Ze, pria ini adalah Tuan dari Tanah Suci Awan dan sekaligus Patriak dari Sekte Awan Cerah".
"Wang Du, salam senior" Wang Du sopan dan menjabat tangan Fam Zhanze.
"Zhanze Penatua Agung dari Fraksi Langit Ungu" Setelah itu mereka berjabat tangan.
Enam orang lainnya juga ikut berkenalan, hanya Enam karena Jiang Xuren sudah dikenal oleh Fam Zhanze dan Fam Huang.
"Shou Han, Patriak Sekte Singa Emas"
"De Guan, Patriak Sekte Naga Angin"
"Bao Lao, Patriak Aula Kebaktian"
"Xing Bai, Tuan Tanah Jiwa Kaisar"
__ADS_1
"Gui Chein, Patriak Lembah Pedang Harimau"
"Cheng Ji, Tuan Tanah Dewa Pedang".
Semua Patriak membawa satu paruh baya yang terlihat kuat dan sepertinya paruh baya itu berada di Ranah Saint Orde Pertama. meski begitu hanya dengan tatapan Fam San mereka langsung gemetar.
Fam San juga telah membantai Sekte Api Membara, ada satu Ranah Saint Orde Pertama dan tidak terlalu kuat. oleh karana itu Fam San hanya bersama dengan Ji Yuo membantai Sekte Api Membara.
Shou Han Patriak Sekte Singa Emas memiliki tempramen yang ceria, suka bercanda dan dengan ciri khasnya yaitu rambut berwarna keemasan.
Ranah dari Shou Han adalah Ranah Half-Saint dan sebentar lagi akan mencapai Ranah Saint. Fam San telah mengetahui hal itu dan tidak lama bagi Shou Han untuk naik ke Ranah Saint.
De Guan Patriak Sekte Naga Angin memiliki tempramen bijak, tidak ada aura permusuhan maupun aura niat buruk dan hanya aura netral yang terlihat jelas.
De Guan tidak terlalu mencolok, jubah abu-abu dengan aura yang wibawa sudah menjadi khasnya sendiri dan terlihat bahwa orang ini netral. De Guan berada di Ranah Half-Saint dan sedikir lagi naik ke Ranah Saint.
Bao Lao terlihat cukup mencolok, terutama jubah emasnya yang mencolok dan aura suci yang terlihat jelas. namun ada aura permusuhan dengan Aula Kekosongan.
Bai Lao berada di Ranah Half-Saint dan sedikit lagi naik ke Ranah Saint jika ada kesempatan.
Xing Bai cukup misterius, diluar hanya Ranah Half-Saint namun jika dilihat lebih detail Xing Bai berada di Ranah Saint Orde Kedua dan tidak lama lagi akan naik ke Ranah Saint Orde Ketiga.
Xing Bai hanya memakai jubah yang ketat, wajahnya cukup tampan dan terlihat bahwa ia merupakan Patriak Muda. meski begitu kekuatannya sangat kuat.
Gui Chein Patriak Lembah Pedang Harimau juga berada di Ranah Saint Orde Kedua namun dari luar hanya Ranah Half-Saint dan ia terlihat cukup pucat.
Cheng Ji Tuan Tanah Dewa Pedang bahkan lebih misterius, Cheng Ji berada di Ranah Saint Orde Ketiga dan paruh baya yang ia bawa berada di Ranah Saint King Orde Pertama.
Cheng Ji hanya memakai jubah dengan corak pedang hitam dan tatapan yang setajam pedang, ia memiliki tempramen dewasa dan sangat licik namun liciknya tidak dipakai untuk keburukan melainkan demi keadilan.
Ya mungkin seperti maniak keadilan namun tidak sampai maniak banget sih, ya sekedar membela kebenaran yang nyata dan ada buktinya.
To Be Continued
Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁
__ADS_1