System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 50 : Menyelamatkan Jiang Xia Beserta Fam Yuan


__ADS_3

"Dan juga ini ambillah".


Tan Tian melambaikan tangannya lagi dan muncul satu cincin spiritual berwarna hitam. Rey terkejut karena cincin spritual ini berbeda dengan kebanyakan cincin spritual lainnya dan Rey merasa cincin spritual ini lebih bagus daripada miliknya.


"Cincin spritual ini sedikit berbeda dengan cincin spritual lainnya karena cincin spritual ini bisa menampung jiwa seseorang".


Tan Tian yang seperti bisa membaca pikiran Rey dengan cepat menjelaskan cincin spritual ini dan Rey sendiri terkejut namun ia kembali ke sikap normalnya karena tahu bahwa Ranah Kaisar tidak sesederhana itu.


"Wahh.., junior berpengetahuan rendah dibandingkan senior".


Mata milik Rey menjadi bintang bintang dengan kegembiraan dan dengan cepat mengambil cincin spritual hitam itu dan memakainya.


"Senior jika cincin spritual ini bisa menampung jiwa, bukankah jiwa senior bisa dimasukkan kedalamnya?".


"Benar Junior, mulai sekarang senior ini akan mengikutimu untuk menemukan tubuh yang cocok untuk pak tua ini dan akan melindungimu selama lima tahun".


Rey tidak bisa tidak gembira karena mendapatkan pelindung dari Alam Kaisar yang melegenda dan sangat-sangat kuat. Tan Tian berada di Alam Kaisar Agung yang merupakan tingkat kedua dari Alam Kaisar juga beberapa langkah lagi naik ke tingkat ketiga.


"Baiklah senior ayo kita tidak bisa basa-basi karena beberapa teman junior ini masih berada didalam Reruntuhan Kuno ini dan menunggu tuan kecil ini".


"Oke".


Tan Tian memasuki cincin spritual yang berada ditangan Rey dan membantu Rey untuk menemukan teman lama beserta bawahannya. menurut Tan Tian ada seorang makhluk yang berada di Alam Inti Emas meski hanya jiwanya saja dan Tan Tian sendiri tidak membunuhnya karena akan membuang-buang energi.


"I-ini mungkin berbahaya, senior tolong bantu junior ini untuk menemukan teman junior yang bernama Jiang Xia beserta Fam Yuan".


"Hmm.., sudah ketemu junior mereka berada ditempat yang sama dan sepertinya mereka dalam kesulitan".


Rey dengan cepat melesat kearah yang ditunjukkan oleh Tan Tian dan dahinya berkeringat deras saat tahu kawan lama beserta bawahannya dalam kesulitan.


Tidak butuh waktu lama mereka akhirnya melihat Jiang Xia, Fam Yuan beserta beberapa anggota Klan Chen dan beberapa mayat yang bergeletak. Rey sudah dalam mode penyamaran dengan topeng perak.


Rey yang sudah tiba ditempat itu segera terkejut, lima orang berada di Ranah Inti Emas Puncak dan tiga orang lainnya berada di Ranah Yin dan Yang Puncak. meski begitu Rey bingung kenapa Jiang Xia beserta Fam Yuan masih bisa bertahan hidup dalam serangan gabungan dari orang-orang itu.


"Yuan, Xia'er".


"Tuan anda tiba".


"Rey?, kenapa kau kesini, larilah meski mereka hanya jiwa namun jiwanya masih sangat kuat".


"Jangan pnggil aku Xia'er, kita tidak terlalu dekat kan".


Rey tertegun sejenak namun dengan cepat menatap delapan jiwa yang kuat itu sedang menyerang Jiang Xia beserta bawahannya dan nampak mereka menyeringai.

__ADS_1


"Bocah hari ini aku akan menggunakan tubuhmu untuk membuat tubuh baruku".


"Dalam mimpimu".


Rey dengan cepat melesat kearah jiwa itu dengan sangat cepat dan Tan Tian sendiri terkejut. Tan Tian tidak menyangka bahwa Rey bisa dengan cepat mempelajari Dao Petir hanya dalam beberapa hari.


"Heaven Splitter".


Rey mengeluarkan Gu Lan yang diberikan oleh Tan Tian kepadanya dan dengan arogan melesat ke jiwa itu. jiwa itu merasakan tekanan yang kuat namun dengan cepat membuat lautan es.


"Slash".


Lautan es terbelah menjadi dua, gua hampir runtuh dengan serangan Rey dan jiwa yang malang itu dengan cepat menghilang. tujuh jiwa lainnya terkejut dengan apa yang mereka lihat.


"Tuan, anda benar-benar menganggumkan bisa membunuh jiwa dari Alam Yin dan Yang Tahap Puncak".


"Rey, aku tidak menyangka kau sekuat itu".


"Ini hanya masalah kecil, jadi mari kita serius dan membunuh yang lainnya".


Rey menyeringai saat melihat tujuh jiwa lainnya, dimata orang lain mereka jiwa yang kuat, tapi dimata Rey mereka adalah sumber Poin XP dan XP untuk peningkatan Rey.


"Sombong, saudara kita gabungkan kekuatan kita".


"Tujuh Putaran Bintang".


"Enam Putaran Bintang".


"Lima Putaran Bintang".


"Empat Putaran Bintang".


"Tiga Putaran Bintang".


"Dua Putaran Bintang".


"Satu Putaran Bintang".


Ketujuh jiwa itu dengan cepat melontarkan serangan yang kuat namun Rey merasa bahwa jurus bela diri ini sangat menantang langit karena dapat memakai kekuatan langit.


Ketujuh jiwa itu dengan cepat naik dari Ranah Inti Emas Puncak menjadi Yin dan Yang Puncak. sementara Yin dan Yang Puncak menjadi Nirvana Puncak.


'Bocah apakah kau perlu bantuan pak tua ini ha?'.

__ADS_1


'Junior tidak akan mempersulit senior, biarkan junior ini memberikan beberapa pertunjukan'.


Rey berbicara dengan Tan Tian menggunakan telepati dan tidak ada yang bisa mendengarnya. Rey sebenarnya cukup terkejut namun saat ini, ia dengan cepat mengonsumsi ratusan ribu XP untuk naik ke Ranah Keilahian.


"Apa yang terjadi dengan bocah itu?, mengapa kultivasinya meningkat dari Alam Surga Bintang Satu menjadi Alam Keilahian Bintang Satu?".


"Aku juga tidak tahu, apakah ini jurus bela diri tingkat Surgawi?".


"Tidak mungkin, jurus Putaran Bintang hanya setingkat Kuno dan jurus bela diri tingkat Surgawi bisa dengan mudah mengguncang langit".


Tujuh jiwa yang sedang berdiskusi dengan cepat sadar saat Rey yang sudah pulih dari kesadarannya dan bersiap untuk menyerang. Rey menyeringai jahat.


"Kalian sudah menjadi jiwa mengapa tidak merasakan petir kecil tuan muda ini?".


"Apa maksudmu bocah?".


Rey tidak perlu menjelaskan panjang lebar dan dengan cepat melesat kearah tujuh jiwa. tujuh jiwa mengira bahwa Rey akan menyerang namun siapa sangka Rey malah melewatinya.


"Terima petir kecil tuan muda ini".


"Dasar bocah, akan kubun-".


Petir berwarna merah dengan cepat menyambar jiwa itu dan membuat enam jiwa lainnya berkeringat deras. Rey hanya tersenyum jahat dan mulai melesat lagi kearah mereka.


"24 Langkah Petir".


"Bocah rasakan serangan orang tua ini, Bumi Mengguncang".


Tiba-tiba bumi terguncang seperti gempa yang sangat dasyat namun Rey dengan santai menghindari semua goncangan dan dengan cepat melesat kearah jiwa itu.


"Hati-hati!!".


Namun sangat disayangkan jiwa itu dengan cepat menjadi abu saat petir merah menyambar dengan ganas dan sangat cepat meski jiwa Nirvana Tahap Puncak.


"Saudara bocah itu ingin memasuki Alam Keilahian dengan bantuan kita, kita harus tetap waspada dan saling mendukung".


"Aku setuju dengan pendapat dari nomer satu".


"Aku juga setuju dengan nomer satu".


Tidak butuh waktu lama lima jiwa itu kini sudah berkumpul layaknya sekumpulan orang yang kuat namun dimata Rey, mereka hanyalah sekumpulan babi yang akan dihancurkan oleh harimau.


To Be Continued

__ADS_1


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2