System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 108 : Ranah Saint King


__ADS_3

Disisi Rey yang kini ber kultivasi merasakan bahwa dantiannya telah penuh dan bersiap untuk meledakkan dirinya. tidak lama suara ledakan keluar dan Rey merasa sangat nyaman.


Rey tersenyum lemah "Akhirnya aku berhasil naik ke Ranah Saint King Orde Ketiga".


Suara yang cukup keras terdengar "Hahaha!!!, bocah bau akhirnya kau sadar kembali, bagaimana perasaanmu?".


Rupanya itu Fa Xong yang tertawa keras, Rey mengangguk ringan dan merasakan bahwa kekuatannya sangat meningkat drastis. hanya butuh beberapa langkah lagi untuk naik ke Ranah Saint Heavenly.


"Hanya dalam 7 tahun lebih disini dirimu yang hanya Ranah Saint Orde Kedua menjadi Ranah Saint King Orde Ketiga" Mendengar bahwa ia telah ber kultivasi selama 7 tahun membuat Rey terkejut.


Rey melihat rambutnya yang berwarna putih keperakan, rambutnya cukup panjang dan dia merasa bahwa tubuhnya berkembang cukup pesat.


"Tenang saja bocah, dinilai dari umur, kau sekarang hanga berumur 18 tahun namun dinilai dari tubuhmu, kau berumur 25 tahun" Rey mengangguk ringan.


Ini berarti 50 harian telah berlalu sejak Rey ber kultivasi, ia ingin tahu apa yang terjadi dengan Kekaisaran Phoenix Suci dan para bawahannya.


"Senior terima kasih atas berkahnya, sekarang apakah saya boleh pergi dan membantu rekan saya?" Tanya Rey sambil berdiri dari tempat duduknya.


Tubuh Rey semakin matang, rambutnya sudah sampai ke punggung bawah dan juga Rey sekarang cukup tinggi. ia terlihat semakin tampan dan memiliki aura yang kuat.


"Baiklah bocah bau, kau bisa membantu rekanmu namun ada yang ingin ku beritahu padamu".


Rey mengangguk lalu Fa Xong mulai memberitahu apa yang ingin diberitahu olehnya.


"Bintang Langit Ungu atau biasanya disebut Benua Tengah merupakan satu bintang dan tidak memiliki hubungan dengan benua utama"


"Mungkin banyak orang salah faham mengenai ini, ini telah disembunyikan selama berabad-abad, Benua Tengah sendiri merupakan Bintang terbengkalai dan tidak memiliki tuan"


"Jadi jika seseorang ingin menuju kesini, mereka perlu menemukan retakan dimensi, Ahli dari Benua Utama juga datang kesini dengan cara membuat retakan dimensi atau menemukan retakannya"


"Menemukan retakan dimensi masih lebih baik daripada membuat retakan dimensi sendiri karena banyak resikonya contohnya seperti salah memasuki dimensi dan malah terjebak disebuah dimensi"

__ADS_1


"Juga Ahli dari Benua Tengah tidak bisa kemana-mana bahkan yang dari luar Benua Tengah karena segel telah hancur dan tidak ada batasan lagi"


"Segel itu dibuat agar Benua Tengah tidak terlalu terbengkalai, oleh karena itu banyak Ahli Benua Tengah bisa berhubungan dengan Ahli Benua Utama dan masih bisa berkomunikasi"


"Namun karena segel telah hancur, Ahli Benua Tengah telah sepenuhnya terbengkalai dan tidak ada cara lain untuk keluar dari Benua Tengah kecuali menemukan 5 Token Segel Kaisar"


"5 Token Segel Kaisar tersebar diseluruh Benua Tengah, setelah menemukan kelimanya, token akan berkumpul dan membuka sebuah dimensi"


"Dimensi ini acak, bisa memasuki bintang yang lainnya dan juga bisa saja memasuki bintang yang amat kuat".


Setelah mendengar penjelasan dari Fa Xong, akhirnya Rey tahu bahwa masih banyak Bintang dialam semesta dan juga ia masih terlalu lemah.


Rey mengepalkan tangannya "Terima kasih atas infonya Senior, junior tidak akan melupakan kebaikan anda".


Fa Xong terkekeh "Dasar bocah bau pergilah, kau telah membuat danau yang segar menjadi kusut".


Rey tertawa malu, ia telah menyerap banyak manfaat dari danau yang memiliki satu tetes Air Mata True God dan yah danau itu telah kering.


Rey menoleh lalu mengangguk ringan, setelah itu Rey di teleport keluar dan ia melihat Fang Xun yang tertidur. Rey tersenyum lalu membangunkan Fang Xun.


Fang Xun yang merasakan ada yang membangunkannya kemudian membuka matanya dan sontak kaget karena ada seorang pria berambut panjang yang membangunkannya.


"Siapa kamu?" Tanya Fang Xun sambil menjaga jarak dengan Rey, Rey terkekeh pelan karena Fang Xun tidak mengenal dirinya.


"Saudari Xun apakah kamu bercanda?, aku Rey, apakah kamu lupa?" Fang Xun yang mendengar bahwa dia Rey cukup curiga dan juga masih tidak percaya.


Rey menggelengkan kepalanya lalu memakai topeng aga, akhirnya Fang Xun percaya dan memeluk Rey "Rey akhirnya kamu keluar".


Rey tersenyum lalu berkata "Ya akhirnya aku keluar dari tempat itu, apakah kamu menungguku selama ini?".


Fang Xun mengangguk pelan dan hati Rey cukup berat karena seorang wanita cantik harus menunggunya diluar yang dingin ini " Maafkan aku karena terlalu lama".

__ADS_1


Fang Xun menggelengkan kepalanya lalu menatap Rey "Tidak apa-apa, apa kamu telah mendapatkan Lonceng Surga?".


Rey menggelengkan kepalanya "Untuk sekarang aku belum memiliki kualifikasi untuk mendapatkan Lonceng Surga dan menunggu sampai aku naik ke Ranah Saint Heavenly".


Fang Xun mengangguk, ia tahu bahwa Lonceng Surga sangat susah didapat dan menurut Leluhurnya terdahulu. Lonceng Surga hanya Ranah Saint Heavenly yang memiliki kualifikasi.


Fa Xong juga memberitahu Rey bahwa dia belum memiliki kualifikasi oleh karena itu Rey harus naik ke Ranah Saint Heavenly terlebih dahulu dan datang ke reruntuhan lagi.


"Apakah peperangan telah terjadi?" Tanya Rey yang merasakan banyak Ahli kuat yang berada didekatnya.


Fang Xun mengangguk "Sepertinya begitu, sudah beberapa jam peperangan telah dimulai dan sepertinya pihak kita tertekan".


Rey mengangguk lalu memegang tangan Fang Xun dan merobek ruang. ia terus merobek ruang hingga sampai didekat tembok ibu kota Kekaisaran Phoenix Suci dan melihat pertempuran.


Awalnya ia masih mengamati namun melihat bahwa Fam Zhanze, Fam San cukup tertekan dan masih banyak lagi Ahli pihaknya yang terluka.


Meski Rey tidak tahu siapa Ahli itu, Rey yakin bahwa mereka adalah Ahli yang telah dikumpulkan oleh bawahannya dan berjuang bersama mereka.


Asura bermata merah tertawa keras "Apakah hanya segini kemampuanmu?".


Cibiran dari Asura bermata merah membuat Fam Zhanze kesal "Cih, jika Ranah kita sama, kau hanyalah semut dihadapanku".


Asura bermata merah tidak peduli dengan hal itu dan terus menerus melawan Fam Zhanze. mereka terus bertarung dan tanpa memperdulikan yang lainnya.


Xuan Zong dan Wang Du telah memiliki banyak luka. mereka terengah-engah dan terus menerus bermain pasif. energi Saint mereka terkuras dan hampir kering.


Fam San sendiri masih mampu untuk menahan Asura berbadan kekar, meski seluruh tubuhnya terluka parah dan juga banyak tulang yang hancur.


Cheng Ji juga mulai terlihat kelelahan, Saint Qinya sangat terkuras dan musuh masih banyak.


To Be Continued

__ADS_1


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2