System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 16 : Serangan Assassin Part 2


__ADS_3

Kini Rey menghadapi 5 Assassin dengan sangat mudah, meski begitu Rey tidak ingin menunjukkan semua kemampuannya, karena ada beberapa orang yang mengawasinya.


Jadi Rey hanya bermain-main dengan para Assassin, namun Rey terlihat kesusahan dari luarnya dari dalamnya ia sangat mudah menghindari semua serangan Assassin.


"Lightning Slash" Ujar Ketua Assassin.


Rey yang diserang terus menerus oleh para Assassin hanya menghindari terus menerus serangan dari para Assassin.


"Bajingan, sampai kapan kau akan menghindar" Ujar Ketua Assassin.


"Berisik sekali kau" Balas Rey.


Mereka mulai beradu serangan menggunakan Qi.


"Tiger Punch" Ujar Rey.


Beberapa Assassin yang terkena serangan dari Rey langsung terhembas dan menembus tembok hingga membuat suara yang berisik.


Duar!!


Meski ada suara yang berisik, tidak ada seorangpun yang mengetahuinya, karena Mansion Rey sekarang berada dalam Formasi.


Jadi tidak ada yang tahu bahwa Mansion Rey sekarang ada penyusup.


Mereka mulai bertarung lagi hingga membuat mereka mengeluarkan Energi Qi yang sangat banyak, bahkan Mansion Rey kini sudah mulai rusak.


"Anak ini sangat Jenius, melawan 4 orang di Ranah Bumi Tahap 8 dan 1 orang di Ranah Bumi Tahap 9, masih bisa mengimbangi meski kesulitan" Ujar Seseorang misterius yang mengawasi Rey dan tidak tau bahwa Rey tidak kesulitan sama sekali.


"Dia sangat kuat, jika aku yang berada disana kemungkinan, aku akan bisa melawan mereka, namun aku juga akan terluka parah, hingga membuat nyawaku terancam" Ujar Assassin suruhan Patriak Klan Fam.


Rey yang kini terlihat kesusahan melawan 5 Assassin yang ada didepannya, kemudian mengambil Northern Tiger Sword yang dia ambil dari Cincin Spritualnya.


Rey yang kini menggunakan Northern Tiger Sword, nampak mulai kelihatan mudah melawan para Assassin, para Assassin kini sudah mulai banyak yang terpental.


Bugg!!


Bugg!!


"Kau kuat, meski memiliki basis Kultivasi Ranah Bumi Tahap 4, tetapi bisa bersaing dengan kami yang memiliki Kultivasi Ranah Bumi Tahap 8 dan Ranah Bumi Tahap 9" Ujar Ketua Assassin.


"Aku tidak terlalu kuat, mungkin kalian yang lemah" Ujar Rey dengan wajah yang mengejek Ketua Assassin itu.


"Kau!!!, akan kubunuh kau" Ujar Ketua Assassin itu melesat dengan cepat ke arah Rey.


Rey yang juga dengan cepat menahan serangan dari Ketua Assassin itu mulai menyerang dengan pedangnya dan membuat Ketua Assassin itu terpojok.

__ADS_1


Namun para Assassin juga ikut membantu Ketua Assassin itu dan mulai membuat Rey terpukul mundur tentu saja hanya akting.


"Rasakan itu, saatnya menghabisimu" Ujar Ketua Assassin.


"Divine Palm" Ujar Ketua Assassin itu.


"Tiger Punch" Balas Rey.


BOMM!!


Serangan dari mereka ber 2 membuat ledakan kecil dan terlihat bahwa Ketua Assassin itu mati terkapar ditanah yang retak dan memiliki bekas yang sangat besar.


"Baiklah, saatnya giliran kalian untuk kubunuh" Ujar Rey.


"Jangan sombong serang bersama" Ujar Assassin.


"Divine Palm" Ujar para Assassin bersamaan.


"Baiklah, aku akan menggunakan seni bela diriku yang baru" Balas Rey.


"Celestial Dragon Palm" Ujar Rey kemudian muncul sebuah telapak tangan berbentuk Naga berwarna Emas dan memiliki Aura yang sangat kuat.


BOMM!!


Serangan dari mereka ber 2 membuat ledakan kecil dan terlihat 4 Assassin lainnya langsung menjadi ayam geprek.


"Ini akan menjadi peringatan untuk kalian" Ujar Rey kemudian melesat ke arah kediamannya dan mulai merapikan semua kerusakan yang dibuat oleh para Assassin.


[**Ting]


[Membunuh 4 orang Ranah Bumi Tahap 8, Mendapatkan 8.000 Poin]


[Membunuh 1 orang Ranah Bumi Tahap 9, Mendapatkan 1.500 Poin]


[Menerobos Ranah Bumi Tahap 9, Mendapatkan 1.000 Poin**]


"Bagus..., satu langkah lagi aku akan menjadi Kultivator Ranah Langit" Ujar Rey kemudian mulai bermeditasi.


Keesokan harinya ada prajurit yang melihat mayat 5 orang yang mirip Assassin dan melaporkannya ke Patriak Klan Yan.


Patriak Klan Yan yang kaget dengan mayat itu langsung marah dan menyuruh beberapa orang itu membuang mayat itu.


"Sepertinya, ada yang melindunginya dari balik bayangan, jika begitu aku akan mengirimkan Kultivator Ranah Langit jika ia meninggalkan Sekte" Ujar Patriak Klan Yan.


Kemudian beberapa saat muncul 2 orang yang nampak kuat.

__ADS_1


"Kalian berdua awasi Rey, jika dia sampai berani keluar dari Sekte, habisi dia" Ujar Patriak Klan Yan.


"Baik Patriak" Balas mereka berdua dan mulai menghilang dengan cepat.


Disisi yang jauh dari Sekte White Tiger.


"Bocah ini memiliki potensi yang tidak terduga, jika ia sudah berada di Ranah Langit takutnya ia tidak terkalahkan disetiap Ranah yang sama dengannya" Gumam orang misterius.


Disisi Kediaman Patriak Fam.


Assassin suruhan Patriak Fam, menjelaskan bahwa Rey dengan mudah bisa mengalahkan para Assassin yang menyerangnya dan menurut para Assassin ia masih menyembunyikan kekuatan aslinya.


"Jadi dia masih menyembunyikan kekuatan aslinya, baiklah kalian tetap awasi dia dan lindungi jika ada seseorang yang menyerangnya" Ujar Patriak Klan Fam.


"Baik Patriak" Balas ke 2 orang itu dan mulai menghilang.


Didalam Mansion Rey.


Rey kini mulai menelan 30 Pill Tingkat 2 untuk meningkatkan Kultivasinya.


Selang beberapa saat setelah Rey menelan 30 Pill Tingkat 2, ia merasa hanya Kultivasinya yang meningkat dan tidak ada tanda-tanda menerobos.


"Huftt, sangat susah untuk menerobos ke tingkat selanjutnya" Ujar Rey.


Rey kemudian memakai 10 Batu Ghoib Tingkat Rendah dan mulai menyerapnya.


Rey yang baru pertama kali menyerap Batu Ghoib Tingkat Rendah merasa jika ia terus menerus mengonsumsi Batu Ghoib Tingkat Rendah, ia akan menerobos ke Ranah Langit.


Selang beberapa saat setelah menyerap 10 Batu Ghoib Tingkat Langit, Rey mulai sadar dan masih belum ada tanda-tanda menerobos ke Ranah Langit.


"System, apa-apaan ini kenapa tidak ada tanda-tanda menerobos?" Tanya Rey.


[Tenang saja Master, Master sekarang pergi saja ke Gua yang dulu pernah Master tinggali dan mulai menyerap 10 Batu Ghoib Tingkat Menengah dan menerobos, juga sekalian agar Master tidak diketahui bahwa Master memiliki Kultivasi yang tinggi]


"huftt baiklah jika begitu" Ujar Rey dengan sedikit kesal, karena harus menghabiskan banyak Batu Ghoib.


Rey yang kini pergi meninggalkan Mansionnya dan melesat ke arah Gua yang ia tinggali dulu yang sangat jauh.


Beberapa jam kemudian Rey kini sudah sampai di Gua yang ia tinggali dahulu.


"Akhirnya sampai, aku harus bersembunyi-sembunyi untuk melewati gerbang Sekte, jika tidak aku akan dihukum, karena keluar dari Sekte tanpa izin" Gumam Rey.


"Meski begitu, ada beberapa orang yang mengikutiku, untungnya aku dengan cepat menghindari orang itu" Gumam Rey.


End

__ADS_1


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2