
Pagi hari yang cerah kini Rey sudah bersiap siap meninggalkan Hutan Abadi.
"Ooh ya System aku tidak memiliki uang sama sekali jadi bagaimana bisa aku hidup di kota" Ujar Rey.
[Master hanya perlu menukarkan 1.000 poin, Master akan mendapatkan 1000 Emas]
Tingkatan uang didunia ini :
- Perunggu
- Perak \= 100 Perunggu
- Emas \= 100 Perak
- Emas Hitam \= 100 Emas
Biasanya Emas Hitam hanya dimiliki oleh klan Bangsawan.
"Baiklah aku akan menukarkan poinku" Ujar Rey.
[Menukarkan 1.000 poin dengan 1.000 Emas, selamat Master memiliki kekayaan setara dengan Klan menengah]
"Baiklah, karena aku memiliki cukup poin, cuman 1.000 tidak apa apa" Ujar Rey.
Kemudian melesat terbang menuju Kota.
"Ehh etto dimana arah Kota terdekat System?" Ujar Rey.
Yang dari tadi hanya terbang tanpa arah.
[Master tak kukira kau bodoh]
"Sudahlah, dimana Kota terdeka" Ujar Rey.
[Master hanya perlu belok kekiri dan lurus kedepan, nanti ada sebuah Kota bernama Hengluo]
"Oke terima kasih System" Ujar Rey
Kemudian Rey langsung melesat dengan cepat.
Selang beberapa menit Rey melesat dengan cepat nampak sebuah Kota yang megah, dan prajurit yang menjaga memiliki basis Kultivasi Bintang 7.
"Kota yang lumayan kuat Tahap Bintang 7 hanya penjaga Kota" Ujar Rey.
Kemudian menuju kota, namun sebelum sampai di Kota Rey dihadang oleh 2 penjaga Kota.
"Nak jika kau ingin masuk bayar 2 Perak" Ujar Penjaga Kota.
Kemudian Rey melemparkan 2 Emas, membuat 2 Penjaga Kota langsung memberikan jalan kepada Rey.
"Tuan Muda silakan masuk Tuan" Ujar ke 2 Penjaga Kota.
"Oke" Ujar Rey.
Kemudian Rey masuk ke Kota, Kotanya nampak sangat indah dan Kota yang hidup, karena banyaknya orang yang berjualan maupun hanya lewat saja.
"Kota yang hidup, memberikan suasana yang ramai" Ujar Rey.
Rey kemudian mencari penginapan terdekat, sambil bertanya kepada seseorang tentang penginapan yang terdekat, setelah tau penginapan terdekat, Rey kemudian sudah sampai di depan penginapan bernama Senglei.
Rey yang baru memasuki membuat semua orang melikirnya, karena mereka mengira Rey adalah Bangsawan, dilihat dari tampilannya yang mirip seperti seorang Bangsawan.
Rey kemudian menuju meja resepsionis.
"Selamat datang Tuan Muda ada yang bisa saya bantu?" Ujar Gadis berambut Pirang yang sangat cantik, bahkan memiliki basis Kultivasi Tahap Bintang 8 diumurnya yang masih 18Tahun.
Dibenua ini rata-rata orang yang berada di bawah 20 tahun yang sudah mencapai Tahap Bumi mereka sangat jenius, sedangkan yang setengah langkah mencapai Tahap Bumi juga jenius.
"Aku ingin kamar yang tenang selama sebulan" Ujar Rey.
"Baik Tuan Muda totalnya 3 Keping Emas, karena Tuan Muda memilih kamar yang tenang, maka saya berikan kamar yang tenang dan paling mewah yang berada di lantai 2" Ujar Gadis Pirang.
"Oke ini" Ujar Rey mengambil 3 Keping Emas di sakunya, sebelum Rey menuju Kota Rey menyimpan 10 Emas di sakunya.
"Ini kuncinya Tuan Muda" Ujar Gadis Pirang.
"Baik" Ujar Rey.
__ADS_1
Kemudian melangkah menuju lantai 2.
[Master penginapan ini tidak sederhana kelihatannya, saya bisa merasakan seseorang paruh baya dengan kekuatan Bumi Tahap 9 setengah langkah lagi akan berada di tahap Langit]
"Aku tahu itu dan juga terima kasih sudah mengingatkan, System kau terbaik" Ujar Rey.
[Sama sama Master]
Sementara itu dibawah keluar seorang paruh baya mendekati Gadis Pirang.
"Dia masih muda tapi memiliki basis Kultivasi Bumi Tahap 4" Ujar Paruh baya.
"Eh kakek, berarti dia Pemuda sangat jenius" Ujar Gadis Pirang.
"Mungkin dia keturunan langsung dari Keluarga Bangsawan" Ujar paruh baya.
"Jika dia beneran Keluarga Bangsawan mungkin dia Keluarga Bangsawan tingkat 1" Ujar Gadis Pirang.
"Mungkin, lebih bagus kau mendekatinya dan menjadi kekasihnya" Ujar Paruh baya itu menggoda Gadis Pirang.
"K-kakek Ba-ka (Bodoh)" Ujar Gadis itu dengan wajah merona.
"Hahaha, bercanda bagaimana mungkin aku akan menyerahkan cucuku sendiri" Ujar Paruh baya sambil tertawa.
Gadis Pirang yang jiga menyukai Rey, karena tampan dan juga pemuda yang sangat jenius.
Sementara Rey sekarang mandi dan mulai bersiap Berkultivasi.
Dalam 1 Minggu Rey bermeditasi, Rey merasa akan menerobos Tahap selanjutnya.
Beberapa saat suara ledakan dari tubuh Rey.
BOOM!!
"Hanya dalam 1 minggu aku menerobos 1 Tingkat" Ujar Rey.
[Itu karena Tubuh Pedang anda Master, membuat anda bisa menyerap 2x lebih cepat daripada Orang lain]
[Naik Tingkat 1x Mendapatkan 1.000 poin]
"Bagus bagus, aku akan makan terlebih dahulu, karena sudah lama aku tidak makan" Ujar Rey.
Gadis Pirang yang melihat Rey turun menghampiri Rey.
"Apakah Tuan Muda ingin makan?" Ujar Gadis itu.
"Iya" Ujar Rey.
"Baik Tuan Muda silahkan duduk disini aku akan mengambilkan Makanan" Ujar Gadis Pirang.
"Terima Kasih" Ujar Rey.
"Lihat pemuda itu didekati oleh Dewi kita"
"Beruntung sekali dia"
"Tidakk Dewikuuu jangan sampai tergoda oleh makhluk buas ituu"
"Aku iri melihat ketampanannya"
Semua orang berbisik bisik dengan kedekatan Rey dan Gadis Pirang.
Sementara itu ada seseorang yang mulai menghampiri Rey.
"Hey kau bocah jangan dekati nona Rysel lagi atau kau akan mati" Ujar Seseorang yang menghampiri Rey.
"Lihat itu bukannya Tuan Muda dari Klan Ye, Ye Ming"
"Wah kasian sekali pemuda itu akan dihajar oleh Ye ming"
"Iyah kasian, konon rumornya Tuan Muda Ye Ming suka membunuh orang"
Ujar orang yang berada di penginapan sambil berbisik bisik.
"Kau siapa?" Ujar Rey.
"Aku Tuan Muda Klan Ye, Ye Ming, sekarang kau tau aku maka matilah" Ujar Ye Ming.
__ADS_1
"Hanya Tahap Bintang 9 ingin membunuhku, apa kau merendahkanku?" Ujar Rey mengeluarkan Auranya.
Ye Ming yang tertekan oleh Aura Rey membuatnya jatuh tersungkur.
Ke 2 pengawal yang dibawah Ye Ming langsung ketakutan, karena melihat Tuan Mudanya kalah hanya dengan Aura.
"Pergilah atau ku bunuh kalian" Ujar Rey.
"Tunggu saja pembalasanku" Ujar Ye Ming.
"Huft aku akan beri pelajaran sedikit" Ujar Rey.
"Pedang Seribu Bayangan" Ujar Rey.
Slashh!!
Kemudian memotong salah satu lengan Ye Ming.
"Argggg, aku akan membunuhmu!!!" Ujar Ye Ming kemudian pergi dengan ke 2 pengawalnya.
"Kasian pemuda itu, dia belum tau Partiak Klan Ye memiliki basis kultivasi Bumi Tahap 8"
"Sayang sekali pemuda jenius akan mati lagi"
Ujar orang ramai.
Rey kemudian duduk sambil menunggu makannya.
"Ini makannya Tuan Muda" Ujar Rysel.
"Maaf Nona, saya sedikit mengotori tempat anda" Ujar Rey.
"Tidak apa apa Tuan Muda" Ujar Rysel.
"Kalau boleh tau siapa nama Tuan Muda, nama gadis kecil ini Xiao Rysel" Ujar Rysel.
"Namaku Fam Rey" Ujar Rey.
"Ohh Tuan Muda Rey dari mana?" Ujar Rysel
"Aku hanya seorang pengembara" Ujar Rey.
"Oohh.. meski begitu kau sangat kuat Rey bisa mengalahkan Tuan Muda Klan Ye, apa kau tidak takut Klan Ye mengincarmu?" Ujar Rysel.
"Haha, hanya Klan kecil ingin melawanku, aku bisa dengan mudah membantainya" Ujar Rey.
"Tuan Muda Rey bisa saja bercanda" Ujar Rysel.
"Aku tidak bercanda, apalagi Ye Ming menyuruhku menjauh darimu, bagaimana mungkin aku menjauh darimu yang bagaikan Dewi kecantikanmu melebihi giok" Ujar Rey.
"Tuan Muda Rey bisa saja mengobal" Ujar Rysel dengan wajah merona.
"Hahah, Maaf maaf aku akan melanjutkan makanku" Ujar Rey.
"Apakah Tuan Muda Rey tertarik dengan Lelang klan Xiaoku yang akan digelar 1 minggu kedepan" Ujar Rysel.
"Lelang yah?, hmm oke aku akan datang, namun aku tidak memiliki undangan apakah boleh?" Ujar Rey.
"Ini aku memberikanmu undangan Vip selama Tuan Muda ada diwilayah Klan Xiao cukup berikan ini" Ujar Rysel memberikan sebuah Kartu Vip.
"Terima kasih, Ryn-er" Ujar Rey.
"I-iya, kalau begitu aku pergi dulu" Ujar Rysel dengan wajah merona.
Setelah itu Rey selesai makan, kemudian menuju kamarnya dan mulai Bermeditasi.
Disisi Klan Ye
"Bajingan!!! beraninya dia menebas tangan anakku, aku akan membalas dendam" Ujar Partiak Ye.
"Iyah, ayah buat dia menderita, balaskan dendamku" Ujar Ye Ming.
"Tenang saja aku akan membalasan ribuan kali lipat" Ujar Patriak Ye.
"Kirimkan mata mata ke depan penginapan, saat Pemuda itu keluar dari penginapan itu langsung bunuh" Ujar Partiak Ye.
"Baik Tuan" Ujar Para Assasin.
__ADS_1
End
Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen ya Readers makasih 😁😁