
Rey dengan cepat melesat menjauh dari Deng Yuro, meski begitu ia nampak sangat kesakitan dibagian punggungnya dan merasa bahwa energi Qinya mulai habis.
Rey dengan cepat terjatuh karena kehabisan energi Qi dan menjatuhkan Jiang Xia yang digendongnya. Jiang Xia dengan cepat menangkap Rey dan membantunya untuk berdiri.
"Pria bertopeng saya tidak tahu mengapa anda membantu saya, tapi saya ucapkan terima kasih dan anda bisa pergi terlebih dahulu" Kata Jiang Xia sambil tersenyum.
Re tidak menyangka bahwa gadis yang sedingin es ini akan benar-benar tersenyum lembut dihadapannya dan bahkan itu senyuman tulus.
"Anda tidak perlu terlalu memikirkannya, hanya saja kita harus terus lari atau kita akan benar-benar dikejar oleh mereka" Balas Rey singkat kemudian ingin terbang lagi namun ia menyadari bahwa energi Qinya habis.
"Sepertinya saya tidak bisa melanjutkannya, anda bisa pergi terlebih dahulu dan tidak perlu menunggu saya" Lanjut Rey sambil melambaikan tangannya.
"T-tapi bagaiamana dengan anda?" Tanya Jiang Xia dengan kawathir dan nampak wajahnya yang sangat cemas.
Rey tersenyum didalam hatinya, hahaha aku hanya mencoba untuk rendah hati kali ini dan ingin menaklukkan gadis didepanku dengan mudah.
"Tenang saja, anda perlu yakin bahwa saya akan menahannya untuk anda dan anda sebaiknya cepat melupakan pertemuan kita" Balas Rey singkat namun nampak ada sedikit kebanggaan.
Ya benar inilah kebanggaan seorang laki-laki sejati yang tidak akan pernah goyah meski nyawa dikorbankan dan tentu saja Rey tidak akan mengorbankan nyawanya untuk hal sepele.
"Anda tidak bisa begini, saya Jiang Xia tidak pernah mengambil kesempatan maupun apapun itu, hanya saja jika anda disini, saya akan menemani anda dan mati bersama" Jiang Xia memegang tangan Rey dengan perhatian.
Rey sendiri tersenyum, gadis ini tidak terlalu buruk dan sudah seharusnya ia menjadi seorang gadisku. Rey dengan cepat tersenyum dan memegang pundak Jiang Xia.
"Yakinlah aku akan kembali, ngomong-ngomong namaku Rey dan mulai sekarang panggil aku Rey" Balas Rey sambil melepaskan topengnya.
Wajah yang tampan dengan mata kebiruan dengan rambut berwarna biru keperakan dan wajah yang menawan. seketika membuat Jiang Xia merona dan nampak sangat terpesona oleh Rey.
__ADS_1
"Anda tidak perlu terlalu kawathir dengan saya, karena saya memiliki beberapa metode melarikan diri yang bagus dan saya jamin pasti saya akan kembali hidup-hidup" Lanjut Rey sambil tersenyum.
Jiang Xia sendiri belum pernah diperlakukan oleh seorang laki-laki dengan begitu tulus, kebanyakan dari mereka hanya ingin tubuhnya saja dan tidak ada yang setulus Rey.
"Baiklah jika begitu namun aku ingin tahu dimana tempat tinggalmu berada dan disekte mana?" Tanya Jiang Xia.
"Aku hanya seorang pengembara untuk sekte aku tidak punya, tetapi yakinlah aku akan mengunjungi Sekte Hati Es dan mengunjungimu juga" Balas Rey sambil mengeluarkan pedangnya.
"Pergilah" Lanjut Rey singkat. Jiang Xia tahu dengan cepat memeluk Rey sebentar dan pergi dengan wajah yang merona.
'Gadis ini' Pikir Rey yang tiba-tiba dipeluk oleh Jiang Xia. Rey melihat kearah Jiang Xia yang dengan cepat pergi dan menghela nafas saat melihat sekumpulan orang berada tidak jauh darinya.
Karakteristik Jiang Xia sendiri memiliki wajah yang halus, rambut yang berwarna kebirun, memiliki tinggi 173 meter dan memiliki pinggang yang ramping karena baju sekte mereka.
Sekte Hati Es memiliki baju yang cukup membuat Rey bertanya-tanya karena baju mereka tidak menutup aurot sama sekali, kaki ramping yang terlihat, payudara yang atasnya terlihat dan bahkan perut mereka terlihat sedikit.
"Jurus Roh Bela Diri Pertama, Guntur Pemusna Masal".
Ini pertama kalinya Rey memakai jurus Roh Bela Dirinya dan tidak tahu mengapa ini tidak mengonsumsi energi Qinya. namun mengonsumsi jiwanya dan membuatnya sedikit linglung.
Segerombolan orang yang tidak menyadari hal itu dengan cepat terkena sebuah guntur dengan sangat cepat dan nampak guntur itu sangat banyak.
"Hati-hati, menghindar!!!" Teriak Deng Yuro yang menyadari hal itu dan dengan cepat menghindar namun bawahan lainnya dengan cepat mati karena tidak bisa menghindar.
Dari 25 orang yang mengarah ke Rey kebanyakan dari mereka tersambar petir dan langsung mati. kini terlihat hanya tersisa lima orang yang berhasil menghindar dan mereka nampak sangat marah.
"Beraninya kau menyerang secara diam-diam" Kata Deng Yuro mengutuk Rey yang menyerangnya diam-diam dan tidak tahu malu.
__ADS_1
"Tidak perlu dipikirkan, ini hanyalah trik" Balas Rey singkat dengan cepat melesat kearah Deng Yuro.
"Bocah yang sombong!!, Jurus Roh Bela Diri Pertama, Potongan Kekosongan".
Deng Yuro dengan cepat melesat kearah Rey dengan cepat dan memunculkan beberapa potongan dimensi. Rey sendiri terkejut dan dengan cepat menghindar namun naasnya lengan kanan Rey dengan cepat terpotong.
"Ah!!!!!" Teriak Rey yang tangannya terpotong dan darah segar keluar dari lengannya. Rey mundur dengan terhuyung-huyung dan merasa bahwa dirinya dalam keadaan buntu.
"Bocah inilah akhirmu karena berani menentangku dan wajah cantikmu itu benar-benar layak untuk dihancurkan" Ejek Deng Yuro sambil tertawa karena melihat wajah Rey yang cantik dan tidak tahan untuk mengahncurkannya.
"Benar Saudara Deng, dia sudah berani membunuh banyak pihak kita, jadi bagaimana bila dia kita siksa terlebih dahulu dan kita peras darahnya" Lanjut pemuda yang tidak lain adalah pemimpin murid Sekte Api Membara.
'Sial lenganku putus dan punggungku sakit. apa yang harus kulakukan sekarang dan bagaiamana mungkin aku akan mau mati sekarang' Pikir Rey sambil memegang lengannya dan berusaha menahan darah segar keluar dari lengannya.
"Jurus Roh Bela Diri Pertama, Api Kebencian Sang Iblis".
Pemuda yang seorang pemimpin murid Sekte Hati Membara dengan cepat melesatkan sebuah api yang amat panas berwarna merah kehitaman dan nampak ada aura iblis di api itu.
Rey tidak bisa melakukan apa-apa namun dengan tekad yang tersisa ia dengan cepat memegang pedangnya dilengan kirinya dan nampak senyum diwajahnya.
'Bodoh sekali, bagaimana mungkin saya akan mati hari ini?, aku yang akan membelah surga dan melawan langit bagaimana mungkin akan mati konyol disini' Pikir Rey dengan tersenyum dan bersiap untuk melawan kobaran api.
Kobaran api dengan cepat melahap tubuh Rey dengan sangat cepat dan bahkan sebelum Rey bereaksi ia sudah kebawa arus api itu. Rey sendiri setelah terkena serangan dipunggungnya menjadi lemah dan sekarang kehilangan lengannya.
Rey sendiri hanya memilili sedikit kesadaran yang tersisa dan hanya tersenyum saat kobaran api merah kehitaman menghampirinya.
To Be Continued
__ADS_1
Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁