
Xiang Kaou terbatuk pelan lalu menjawab "Benar nak kami berdua masing-masing memiliki 1 Token Kaisar".
Mendengar ini Rey tersenyum "Senior apakah kalian ingin menukarkan Token Kaisar dengan harta ataupun hal lainnya?".
Seperti yang mereka harapkan, Rey tidak mungkin asal langsung merampas dan lebih memilih untuk menukarkannya. setidaknya masih ada timbal balik.
Gang Nie mengeluarkan Token Kaisar lalu melemparkannya "Nak Token Kaisar ini untukmu tapi bawa cucuku untuk ikut menjelajah".
Rey tersenyum kecut karena harus membawa orang lagi, Rey melihat kearah Xiang Kaou yang melemparkan juga dan berkata "Bawa juga cucuku untuk mengikutimu".
Rey semakin pucat wajahnya, siapa sangka ia harus menjaga 2 orang lagi dengan kekuatannya sekarang Rey masih ragu apakah mampu untuk melindungi bawahannya.
Xiang Kaou yang melihat itu terkekeh "Nak cucuku hanya ikut menjelajah saja, urusan mati ataupun hidup biar dia yang menentukan dan tugasmu hanya membawanya keluar dari bintang ini saja".
"Benar apa yang dikatakan oleh Saudara Xiang, saya akan membawakan 2 Ahli yang menjaganya" Saut Gang Nie kemudian Rey mengangguk ringan.
"Baiklah jika begitu, besok pagi saya akan menunggu disini oke" Setelah itu mereka pergi dengan cepat kecuali Ahli Ras Manusia.
Rey yang melihat itu bertanya "Senior bolehkah saya bertanya, ada urusan apa kalian denganku?".
Ji Bai terkekeh pelan "Nak sekarang Token Kaisar Ras Manusia sudah kau bawa, bisakah kau membawa 1 orang lagi?".
Rey semakin memiliki wajah pucat, Rey akhirnya setuju dengan perasaan sedikit kesal dan tidak tahu mengapa ia kesal.
Rey menoleh kearah pemuda yang membawa pedang, pemuda itu berkata santai "Bawa saya bersamamu, saya tidak akan membebanimu dan saya akan menjadi pelindungmu dalam setahun".
Rey terkejut mendengar perkataan dari pemuda ini, Rey spontan langsung mengeluarkan Gu Lan dan melesat kearah pemuda itu dengan cepat.
Pemuda itu dengan tenang langsung melawan balik Rey, Ji Bai beserta para Ahli lainnya bingung, mereka ingin membantu pemuda itu namun bawahan Rey langsung menghadangnya.
__ADS_1
Pertarungan mereka sangat cepat dan bahkan para Ahli tidak bisa melihat gerakan mereka. mereka berdua seperti dua Ahli Ranah Emperor Profound yang sedang bertarung.
Tidak lama kemudian mereka berhenti, Rey menaruh pedangnya kedalam cincin spritual sementara pemuda itu menaruhnya kedalam sarungnya dan terlihat sedikit kelelahan.
"Dengan kekuatan seperti ini dirimu ingin melindungiku?, apakah kau sedang bermimpi pemuda?" Tanya Rey sambil menyeringai, ia tahu seberapa kuat pemuda itu.
Pemuda itu hanya berbeda 1 level dengan Rey, kekuatan pemuda ini sudah seharusnya berada di Ranah Emperor Profound dan tidak di Ranah Saint Heavenly.
"Meski kekuatanku hanya sedikit berbeda darimu tapi bukankah bagus untuk menambah orang kuat disisimu?, bukankah bintang lain sedikit berbahaya?" Mendengar itu Rey tertegun sejenak.
Jika dia membawa pemuda ini ikut dengannya, setidaknya Rey mendapatkan Ahli kuat disisinya dan mampu untuk menahan Ahli kuat yang menyerangnya.
Kekuatan pemuda ini hanya sedikit lebih rendah dari Rey dan bila Rey benar-benar ingin membunuhnya. setidaknya Rey perlu banyak usaha dan mungkin dirinya akan terluka.
Setelah dipikir-pikir Rey terkekeh "Baiklah aku akan membawamu tapi jaminan apa yang kau berikan agar tidak mengingkari omonganmu?".
Rey kemudian menandai jiwanya, Rey akhirnya percaya bahwa pemuda ini tidak akan mengkhianatinya, Rey kemudian bertanya " Namamu siapa?".
"Ji Hong" Rey sontak terkejut karena pemuda ini keturunan dari Klan Ji yang tersohor dan Leluhurnya merupakan Ketua Utusan Penjaga Bintang.
Rey kemudian mengangguk "Karena urusan kalian sudah selesai maka kalian boleh pergi, Ji Hong besok pagi kita berangkat".
Setelah itu para Ahli sudah pergi ke masing-masing tempatnya kecuali Xuan Zong dan Ji Bai beserta Fam Nan yang tetap disini. Rey tahu alasan mereka disini dan Rey membawanya ke tempat yang enak untuk mengobrol.
Setelah itu mereka kini sedang duduk dengan santai, Xuan Zong membuka obrolan "Tuan Bai maafkan saya karena tidak bisa mengontrol kerugian kali ini".
Ji Bai dan Rey tahu maksud dari perkataan dari Xuan Zong "Siapa saja yang mati kali ini?".
"Hanya tersisa Cheng Ji, Bao Lao, Fam Huang, Xing Bai dan Wang Du saja Tuan Bai" Mendengar itu Ji Bai sedikit lega karena masih ada setengah kekuatan utama.
__ADS_1
"Meski begitu Fam Huang terluka parah dan mungkin tidak bisa mempertahankan kekuatan puncaknya. Bao Lao juga mungkin akan selamanya terbaring karena luka dalam yang cukup parah"
"Xing Bai cukup mengejutkan karena sampai sekarang ia masih sehat dan masih dalam keadaan puncaknya. Cheng Ji juga sama dan untuk Wang Du ia hanya terluka kecil saja" Lanjutnya.
Ji Bai berkeringat lagi karena hanya 3 Patriak yang masih aman dan ini membuat dirinya benar-benar pusing. siapa sangka pertarungan ini membuat 6 Patriak harus pensiun.
"Tidak perlu terlalu dipikirkan Tuan Bai, saya yakin bahwa tidak akan ada invasi lagi selama berabad-abad" Mendengar ini semua orang menoleh kearah Rey.
"Bagaimana kau yakin Tuan Rey?" Rey terkekeh lalu membisikkan seusatu pada Fam Zhanze dan Fam Zhanze dengan cepat hilang kemudian membawa seorang gadis cantik.
Ji Bai terkejut "Asura ini?".
Rey tersenyum "Benar saya mendapatkan beberapa informasi darinya dan benar saja bahwa Ras Asura tidak akan menginvasi lagi namun menunggu 5 abad lagi".
Ji Bai mengangguk ringan, seperti yang diharapkan olehnya Rey sangat teliti karena bisa membuat Asura bergaris darah murni untuk membuka mulutnya.
Ji Bai hanya sedikit kasian karena melihat kaki Asura itu berdarah, Rey yang melihat tatapan Ji Bai membeku "Ini tidak seperti yang ada dipikiran anda Tuan Bai".
"Kami mengerti" Mereka tertawa kecil, Rey bingung menjelaskannya dan hanya senyum canggung. mereka kira Rey memperkosa Asura wanita ini karena ada darah yang mengalir dari selangkangannya sampai ke bawah.
Rey terbatuk sebentar "Kembali ke topik, Tuan Bai saya akan meninggalkan benua langit ungu, apakah anda yakin untuk menjaga benua ini?".
Mendengar pertanyaan Rey, Ji Bai tertawa kencang "Anda tenang saja Tuan Rey, serahkan penjagaan Benua ini padaku karena ini memang tugasku dan yang kau perlu fokuskan adalah bintang mana yang akan kau tuju".
Rey terkekeh "Siapa yang tahu dibintang mana diriku akan tiba, saya benar-benar ingin menuju bintang yang isinya orang kuat karena menurut saya bintang seperti itu cukup menarik".
To Be Continued
Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁
__ADS_1