System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 109 : Melawan Ahli Ranah Saint Heavenly


__ADS_3

Asura bermata keperakan merasakan aura dari Rey, ia menoleh keatas dan melihat Rey yang ada disana, ia bergumam "Ahli Ranah Saint King Orde Ketiga?".


Rey yang merasakan bahwa ia ditatap seseorang, ia mencari orang itu dan menemukan seorang pria dengan tanduk dan memiliki mata keperakan.


"Ahli Ranah Saint Heavenly" Gumam Rey yang merasakan aura kuat dari Asura itu, Rey mulai waspada dan melihat bahwa Asura bermata perak itu mengetahui keberadaanya.


Rey menoleh kearah Fang Xun "Saudari Xun carilah tempat aman untuk berlindung".


Fang Xun mengangguk, ia tahu bahwa dirinya akan menjadi beban jika ikut bertarung dengan Rey oleh karena itu dirinya akan mencari tempat yang aman terlebih dahulu.


Setelah Fang Xun pergi, Rey menyeringai lalu melesat kearah Asura bermata perak, Asura bermata perak yang merasakan bahwa Rey mendekat tersenyum.


Posisi mereka sekarang saling berhadapan, mereka saling menatap dan udara disekitar menjadi sangat kacau. meski Rey kalah dalam Ranah, Rey menang dalam hal Saint Qi.


Setelah beberapa cobaan untuk saling melihat kekuatan masing-masing, Asura bermata perak membuka mulutnya "Oh, ada juga Ranah Saint King Orde Ketiga yang memiliki Saint Qi yang setara dengan Ranah Saint Heavenly Orde Kedua".


Rey tertawa kecil "Hanya Saint Qi saja yang ku menangkan, yah siapa yang tahu kekuatanmu lebih kuat dariku".


Mereka berdua tertawa kecil, seketika hembusan hawa dingin langsung menyebar dilangit dan membuat semua orang disekitarnya gemetar.


Rupanya Rey dan Asura bernama perak sedang saling adu kekuatan. Rey masih belum menggunakan Gu Lan, Rey hanya bermain-main dengan pukulannya dan juga terkadang bermain menggunakan Saint Qi.


Tabrakan Saint Qi membuat banyak orang disekitar menjauh, siapa sangka akan ada Ahli yang sangat kuat sedang bertarung dan sepertinya berada dipihak Ras Manusia.


Xuan Zong dan Wang Du yang melihat itu menoleh kearah Fam San "Tuan apakah dia Ketua Fraksi Langit Ungu?".


Fam San mengangguk ringan, semua Patriak sangat terkejut karena Ketua dari Fraksi Langit Ungu memiliki kekuatan yang sangat kuat dan bahkan tidak lama akan naik ke Ranah selanjutnya.


Cheng Ji yang melihat itu sangat kagum dengan Rey, umurnya dengan Rey tidak terlalu berbeda sangat jauh dan Rey telah berada di Ranah Saint King Orde Ketiga.

__ADS_1


Fam Zhanze yang dari tadi bosan akhirnya serius melawan musuhnya, melihat bahwa Fam Zhanze mulai serius, Asura bermata merah semakin bersemangat.


Fam San juga mulai terlihat serius, jika ada Rey mereka akan berjuang sangat keras namun jika tidak ada, mereka berdua hanya ingin santai.


Rey yang saling adu kekuatan dengan Asura bermata perak sangat senang karena musuhnya tidak mengecewakan dirinya dan bahkan Rey amat bersemangat.


Setelah mereka habis-habisan dalam adu kekuatan, Asura bermata perak akhirnya mulai serius "Cukup bermain-mainnya, sudah waktunya kita serius".


Sebuah tombak muncul ditangan Asura bermata perak itu, tombak itu cukup aneh karena memiliki Saint Qi dan bahkan niat membunuh terpancar berada di tombaknya.


Rey menyeringai "Baiklah, kita memang harus serius karena waktu saya sangat sibuk dan tidak ingin hanya berurusan denganmu saja".


Rey memanggil Gu Lannya setelah sekian lama, Rey juga memakai Roh Bela Dirinya dan juga Tubuh Pedang beserta Tubuh Tujuh Elemen.


Rey sekarang terlihat cukup menyeramkan karena rambut panjangnya yang berterbangan dan juga memiliki mata putih keperakan.


Asura bermata perak sangat penasaran dengan mata Rey "Matamu cukup indah".


Rey juga merasakan perbedaan antara dirinya dengan Asura bermata perak, mereka terus adu serangan dan tidak lama mereka akhirnya akan mengeluarkan teknik mereka.


"Tombak Bintang Asura!!" Teriak Asura bermata perak kemudian puluhan tombak berwarna perak dengan bintang diujungnya muncul dan memberikan perasaan ancaman bagi Rey.


"Formasi Seribu Pedang Petir!!" Teriak Rey kemudian banyak Pedang Petir muncul dan bersiap untuk melesat kearah Asura bermata perak.


Setelah itu mereka melesatkan serangan mereka dan menyebabkan kekacauan dilangit. pedang petir milik Rey berkali-kali terbelah oleh tombak milik Asura bermata perak.


Karena perbedaan kekuatan yang menyebabkan serangan dari Rey cukup lemah dan juga cukup mudah untuk ditebas oleh serangan dari Asura bermata perak.


"Heaven Splitter!!" Teriak Rey yang merasakan bahwa hanya dengan satu teknik, Rey tidak akan mampu untuk menahan serangan dari Asura bermata perak.

__ADS_1


Rey mengumpulkan energi Daonya disekitar pedangnya, setelah merasa cukup Rey langsung melesatkan kearah Asura bermata perak "Dao Sword!!".


Asura bermata perak yang awalnya merasa berada diatas angin cukup kaget karena sebuah energi dingin sedang melesat kearahnya dan juga ini sangat kuat.


"Jadi kau juga bisa menggunakan energi Dao, Dao Shield!!" Teriak Asura bermata merah itu kemudian membuat sebuah penghalang dan Dao Sword milik Rey hancur seketika.


Mereka berdua saling menatap, siapa sangka bahwa mereka sama-sama bisa menggunakan Dao dan juga pemahaman mereka hampir sama.


Ini membuat mereka berdua yakin bahwa pertarungan antara mereka akan sangat sulit dan akan memakan waktu lama. mereka sekarang baru bertarung selama beberapa jam dan sudah menyebabkan banyak kerusakan disekitar.


"24 Tebasan Petir!!" Teriak Rey yang sedang melesat kearah Asura bermata perak.


"36 Gaya Tombak Asura!!" Teriak Asura bermata perak yang juga melesat kearah Rey dan akhirnya mereka beradu teknik lagi.


Mereka sangat serius sekarang karena merasakan bahwa kekuatan mereka sama meski Rey kalah dalam Ranah namun menang dalam Saint Qi.


Rey berkali-kali terkena goresan, teknik tombak dari Asura bermata perak cukup gesit dan sangat lentur. Rey cukup kesusahan untuk menghindari serangan dari Asura bermata perak.


Rey hanya berhasil membuat sedikit goresan di area lengan milik Asura bermata perak itu dan dirinya sendiri bahkan memiliki banyak luka.


Xuan Zong dengan Wang Du yang sekarang bertarung merasa sangat bersemangat karena kehadiran Rey dan yang lainnya juga merasakan hal yang sama.


Awalnya mereka akan bertarung sampai mati-matian namun kedatangan Rey membawa harapan bagi yang lainnya dan ini menyebabkan mereka bertempur dengan agresif.


Mereka tahu bahwa jika mereka lari, mereka akan dikejar sampai dapat dan akhir dari Ahli yang melarikan hanya ada siksaan tanpa kematian.


Ini sudah dijelaskan dalam catatan kuno, oleh karena itu mereka lebih baik mati daripada harus disiksa hingga lebih baik mati daripada tersiksa.


To Be Continued

__ADS_1


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2