
(Assalamu'alaikum semuanya, thor minta maaf sudah lama tidak update dan tidak ada kabar. Waktu itu thor lagi fokus PAS dan lupa kalo punya novel, maaf yah 🙏🙏)
Disini Rey cukup marah karena pak tua berjubah emas itu menyebut tentang Fam Shiro yang merupakan kakeknya dan bahkan ledakan energi Saint Qinya cukup melambung.
"Apa kau orang dari Aliansi Tapa Suci?" Tanya Rey sambil perlahan-lahan rambutnya menjadi warna perak dan mata perak yang cukup terang.
Pak tua berjubah emas tertawa kencang "Yah seperti itulah seharusnya cucu dari Fam Shiro, saya memang benar dari Aliansi Tapa Suci tapi bukan budaknya!".
Pak tua berjubah emas itu melesat dengan cepat kearah Rey, Rey langsung melesat juga dengan kencang dan sepertinya pak tua berjubah emas ini memiliki status yang tinggi dalam Aliansi Tapa Suci.
Rey tahu bahwa pak tua berjubah emas ini hanyalah salah satu dari avatar dan tubuh utamanya kemungkinan amat" kuat bahkan mungkin suatu yang tidak bisa dibayangkan oleh Rey.
Pertarungan terus terjadi meski Rey tahu bahwa batasnya tidak akan terlalu lama, pertarungan ini terjadi berhari-hari hingga seminggu lebih dan belum tahu siapa pemenangnya.
Para pejuang bintang langit ungu sudah mulai kelelahan dan bahkan para Patriak Sekte Utama banyak yang mulai kehabisan Saint Qi.
Para musuh juga mulai terlihat kelelahan meski jumlah mereka sekarang tidak sebanyak minggu lalu dan sepertinya hanya tersisa sekitar 10 ahli lebih.
Fam Zhanze dan Fam San disini cukup tertekan. meski mereka berdua mantan True God, mereka bukan lagi True God dan tentu saja bertarung tanpa henti membuat mereka kelelahan.
Jika saja musuhnya diranah yang sama ada kemungkinan mereka tidak terlalu kelelahan namun musuhnya memiliki ranah yang cukup tinggi dan mereka harus mengerahkan kekuatan yang ekstra.
Wang Du bersama Xuan Zong telah terkapar ditanah, mereka telah kehabisan Saint Qi dan bahkan untuk bangun saja tidak mampu.
Sepuluh Sesepuu Agung dari Ras Beast hanya tersisa 3 saja, 5 Utusan Penjaga Bintang juga terluka dan hanya Ji Bai beserta Fam Nan yang masih melakukan perlawanan.
Iblis Agung dari Ras Iblis telah lama mati dan menyisahkan Xiang Kaou seorang. kerugian ini membuat kekuatan bintang langit ungu benar-benar menurun drastis.
Ratusan ribu mayat manusia maupun beast dan iblis tergeletak dimana-mana. perjuangan ini yang sama sekali tidak ada akhir membuat mereka sedikit sedih.
Jika ini terus berlanjut maka kekuatan 3 Ras akan sangat lemah dan jika ada invasi asing lagi maka benua bintang ungu akan sangat mudah untuk dihancurkan.
__ADS_1
Cheng Ji bersama Bao Lao, Xing Bai dan Fam Huang terlihat cukup berantakan. mereka berempat hanya menyisahkan sedikit Saint Qi dan tidak mampu untuk berjuang lagi.
Melihat bahwa satu demi satu pasukan mereka terbunuh, hati mereka cukup sakit dan tidak tahu harus berbuat apa. jika saja mereka lebih kuat mungkin tidak akan seperti ini.
Rey yang terus melawan pak tua berjubah emas merasakan bahwa Transformasi Asura mulai terlihat akan habis dan ini membuat dirinya harus segera menyelesaikan pertarungannya.
"Pak tua mari akhiri ini" Rey menaruh Gu Lan didalam cincin spritualnya lalu mulai memadatkan Dao Petir dan bahkan Dao Space juga terlihat.
Aliran energi terus menerus terkumpul dengan cepat, pak tua berjubah emas tidak hanya diam saja dan dia segera memadatkan daonya sendiri.
Sekarang pertempuran berhenti sejenak karena melihat 2 cahaya yang menyilaukan, dao Rey berwarna biru keperakan dan dao milik pak tua berjubah emas berwarna emas.
Setelah beberapa jam memadatkan dao, Rey langsung melesatkan kearah pak tua berjubah emas "Mati!!".
Pak tua berjubah emas juga melesatkan kearah Rey dan dua serangan itu langsung melesat dengan cepat tanpa ada yang menghalanginya.
"BOMMMMM!!!!".
Ledakan yang amat dasyat yang membuat bintang langit ungu mengalami getaran yang cukup kuat dan menghancurkan beberapa dunia kecil didalamnya.
Mereka semua cukup terkejut saat melihat pak tua berjubah emas menusuk jantung Rey dan Rey menyemburkan darah "Pak tua kau kalah".
Pak tua berjubah emas terkekeh pelan "Walau saya kalah setidaknya berhasil melukaimu".
Rey tertawa kencang "Melukaiku?".
Pak tua berjubah emas terkejut dengan omongan Rey namun detik berikutnya Rey sudah berada sedikit jauh dari pak tua berjubah emas dan ini membuat pak tua berjubah emas terkejut.
"Dao Space ya haha!!!" Pak tua itu kemudian menjadi debu dan tentu saja itu hanya avatar.
**
__ADS_1
Disuatu tempat yang cukup jauh dan dekat dengan pegunungan seorang paruh baya tersenyum "Menarik".
**
Semua orang langsung bersorak atas kemenangan Rey namun mereka tidak bergembira terlebih dahulu karena masih ada beberapa Ahli Ranah Saint Heavenly disini.
Mereka bersiap untuk bertarung namun sebuah pedang panjang dengan pancaran yang cukup kuat langsung menebas sepuluh Ahli Ranah Saint Heavenly milik musuh.
Semua orang terkejut seketika, siapa yang cukup kuat untuk membunuh 10 Ahli Ranah Saint Heavenly Orde 3 Puncak dengan sekali tebas dan bahkan tebasannya amat halus.
Mereka menoleh keseorang pria muda dengan wajah seram, pemuda itu mengambil pedangnya lalu tertawa "Kekuatan Benua Langit Ungu menurun lagi".
Ji Bai, Fam Nan, Xiang Kaou, Gang Nie, Wang Du dan Xuan Zong langsung terkejut dengan kedatangan dari pemuda itu. mereka bahkan tidak mengharapkannya.
Ji Bai melesat kearah pemuda itu lalu berteriak "Bajingan!!".
Pemuda itu langsung terkekeh pelan dan menatap tajam Ji Bai "Paman apa yang membuatmu marah?".
Ji Bai memiliki ekspresi jelek "Kau bodoh!, mengapa kau tidak datang lebih awal ha??".
Pemuda itu terkekeh lagi dan berkata "Untuk apa saya datang lebih awal?".
"Untuk membantu melawan invasi asing dasar bocah bodoh!" Ji Bai terlihat geram dan semua Ahli hanya terkekeh pelan.
Pemuda itu menoleh kearah Rey lalu berkata santai "Seharusnya dialah yang bertanggung jawab atas kejadian ini dan juga dialah yang membuat Benua Langit Ungu mengalami bencana".
Semua orang menoleh kearah Rey, Rey saat ini sedang diobati oleh Fam Zhanze dan Fam San beserta Fam Nan. Rey cukup terkejut karena pemuda ini cukup jeli juga dan kekuatannya tidak sederhana sama sekali.
Ji Bai memasang wajah serius "Jadi apa maksudmu bocah?, bisa kau jelaskan lebih detail?".
Pemuda itu tertawa kecil "Tanyakan padanya dan bukan bertanya padaku".
__ADS_1
To Be Continued
Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁