System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 56 : Fam Huang, Fam Guho dan Fam Sihan


__ADS_3

Deng Deian yang kini sudah berhadapan mango dengan seorang paruh bayah dan beberapa orang lainnya. Deng Deian kini berlutut dengan wajah yang suram.


"Jadi kau dikalahkan oleh orang misterius dan kehilangan bibit muda" Paruh bayah yang duduk dikursi layaknya penguasa nampak menakutkan.


"Tolong berikan kemurahan hati anda pemimpin" Deng Deian berjusud dengan wajah yang suram dan keringat yang dingin.


"Kemurahan hati?, bukankah aku sudah cukup murah hati karena memberikanmu status Penatua Aula Kekosongan" Paruh bayah itu mengeluarkan auranya dan membuat Deng Deian memuntahkan darah dimulutnya.


"Pemimpin redahkan amarah anda, menurut Penatua Deng orang misterius itu sangat kuat dan mungkin sekuat anda karena bisa mengambil lengan Penatua Deng dengan santai" Kini seorang paruh baya yang cukup bijaksana berbicara dengan sopan dan hormat kepada paruh bayah yang duduk dikursi.


"Jadi saran Penatua Tertinggi bagaimana cara kita mengatasi masalah ini?, Penatua Tertinggi harus tahu bahwa bibit muda yang mati adalah anak muda dari Klan pendukung utama Aula Kekosongan" Paruh bayah itu meminta nasihat karena Penatua Tertinggi lebih bijaksana daripada dirinya.


"Bagaimana jika begini saja pemimpin, kita akan mencari terlebih dahulu siapa orang misterius itu dan mencari asal usul dari Fraksi Langit Ungu yang misterius" Penatua Tertinggi nampak seperti seorang sarjana yang sangat pintar.


"Jika menurut Penatua Tertinggi begitu maka kita lakukan hal itu, Penatua Deng hidup anda terselamatkan hari ini namun anda harus mencari asal usul dari Fraksi Langit Ungu" Pemimpin sudah meredahkan amarahnya terhadap Penatua Deng.


"Terima kasih atas kemurahan hati Pemimpin dan Penatua Tertinggi. jika begitu hamba pamit terlebih dahulu dan mulai mencari asal-usul dari Fraksi Langit Ungu" Penatua Deng memberi hormat kepada semua orang yang ada di aula dan pergi dengan cepat.


"Masalah ini sangat serius Pemimpin" Seorang wanita paruh baya dengan wajah serius memperingati Pemimpin itu.


"Benar Pemimpin, seseorang yang dengan mudah mengambil lengan Kultivator Alam Raja Mendalam Orde Kedua dengan mudah bukan sesuatu hal yang bisa diremehkan" Saut seorang paruh baya lainnya dengan ekspresi serius.


"Aku tahu itu para Penatua, tapi Fraksi Langit Ungu ini cukup misterius dan bila kita bisa setidaknya berhubungan dengan mereka kita mungkin cukup beruntung" Pemimpin itu sedikit menghela nafas.

__ADS_1


Meski Aula Kekosongan kuat dan mendominasi Kekuatan Kelas Satu. mereka menyadari masih banyak Kultivator misterius lainnya yang ada di benua tengah.


"Kalian bisa bubar selain Penatua Tertinggi dan Penatua Agung" Pemimpin itu melambaikan tangannya dengan santai.


"Baik Pemimpin, kami pamit terlebih dahulu" Para Penatua lainnya berjalan keluar aula dengan ekspresi tegang.


Setelah para Penatua yang lainnya pergi, di aula keheningan terjadi dan tidak ada yang berani berbicara terlebih dahulu karena mereka saat ini berada dalam situasi yang genting.


"Saudara Fam Guho, Saudara Fam Sihan, bagaimana kondisi benua utama, apakah mereka melakukan pergerakan?" Tanya Pemimpin itu dengan ekspresi serius.


"Masuh belum ada pergerakan Saudara Fam Huang, mereka nampaknya masih belum menunjukkan taringnya karena Klan Fam kita menjaga perbatasan antara Benua utama dan Benua tengah" Fam Guho menjawab dengan wajah dingin.


Mereka tiga saudara diperintahkan oleh Penatua Tertinggi Klan Fam untuk pergi ke benua tengah dan menjaga benua tengah dari serangan benua utama.


"Klan Hu, Klan Zhang, Klan Cao dan Aliansi Tujuh Bintang. para bajingan itu sangat serakah dan ingin memiliki benua tengah untuk mereka sendiri" Fam Huang geram dengan perbuatan dari Klan Kuno beserta Aliansi Tujuh Bintang.


"Di benua tengah juga banyak bajingan yang berhubungan dengan benua utama, Klan Ning, Klan Sai, Klan Ji dan Akademi Bintang Surgawi. mereka orang-orang penjilat yang menjijikan" Fam Huang merasakan kejijikan diwajahnya.


"Saudara Guho ada di Alam Raja Mendalam Orde Ketiga Puncak, Saudara Huang ada di dalam Setengah Suci dan aku sendiri berada di Alam Raja Mendalam Orde Ketiga Puncak namun masih belum cukup untuk melawan Akademi Bintang Surgawi" Fam Sihan hanya menghela nafas kecil.


"Saudara Huang bagaimana menurutmu Fraksi Langit Ungu?, meski mereka membunuh murid kita namun yang terbunuh hanyalah murid mata-mata dari Akademi Surgawi" Fam Guho kini berekspresi serius.


"Kita sepertinya perlu bekerja sama dengan mereka karena kekuatan Fraksi Langit Ungu sulit ditebak dan mungkin saja mereka belum berhubungan dengan benua utama" Mereka saling memandang dengan tatapan dingin.

__ADS_1


Mereka masih tidak yakin apakah Fraksi Langit Ungu adalah netral atau sudah berhubungan dengan Benua utama.


"Huftt.., kita diberikan tugas yang sulit meski kita hanyalah anggota biasa di Klan Fam" Fam Huang menghela nafas kecil dan tidak bisa untuk tidak kecewa dengan keputusan dari Patriak Klan Fam.


"Benar Saudara Huang, kita hanyalah murid yang tidak berbakat tapi mengapa kita malah diberikan tugas yang berat dan bukan murid berbakat saja yang ditugaskan" Fam Guho menghela nafas kecil.


"Ya setidaknya bila mereka mengirim murid elite yang sudah berada di Alam Suci maupun Alam Suci Orde Ketiga Puncak, bukankah mereka bisa mengendalikan benua tengah" Saudara Sihan hanya sedikit bingung dengan keputusan Patriak Klan Fam.


"Aku tidak tahu tapi menurut di buku kuno, benua tengah terdapat aturan tidak tertulis yaitu Kultivator Alam Suci keatas akan langsung terpental bila ke benua tengah/akan tersambar petir" Fam Huang mulai sedikit mengingat tentang buku kuno.


"Ya menurutku itu benar karena benua utama tidak mengirim pejuang mereka ke benua tengah yang berada di Alam Suci keatas dan mungkin hanya mengirim Alam Suci Orde Satu atau Orde Tiga" Fam Guho mengangguk ringan.


Mereka hanya menghela nafas panjang karena mendapatkan misi yang berat dan sangat susah. mereka sudah cukup tua dan ingin bersantai di Klan Fam tanpa ada masalah.


Tetapi malah dikirim ke Benua tengah dengan ancaman nyawa yang bisa dengan mudah tercabut dan dimana-mana ada peperangan.


"Aku sudah memutuskan, kita akan mencari Penatua dari Fraksi Langit Ungu dan mencoba untuk bekerja sama" Mata Fam Huang bersinar dan nampak bersemangat.


"Karena Saudara Huang berkata begitu maka ya kita akan melakukannya" Fam Sihan mengepalkan tinjunya dan bersemangat.


Fam Guho mengangguk santai dan tidak butuh waktu lama Fam Guho menghilang. Fam Sihan juga menghilang dan hanya tersisa Fam Huang yang ada di aula.


"Permainan catur Patriak Klan Fam dan Pemimpin Aliansi Tujuh Bintang. siapakah yang akan menang" Fam Huang menghela nafas kecil dan menutup matanya.

__ADS_1


To Be Continued


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2