System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 57 : Disekapnya Bawahan Rey


__ADS_3

Sudah sebulan sejak Rey kembali ke Klan Chen dan kini Rey sedang bermeditasi dengan santai. waktu sebulan sudah cukup bagi Rey untuk bersiap-siap menuju Kekaisaran Phoenix Suci karena Fam San tidak ada kabar sejak dua bulan yang lalu.


Rey kini sedang bersiap untuk naik satu bintang lagi dengan sabar. meski sekarang kultivasinya beberapa kali lebih cepat dari Kultivator biasa namun Rey belum punya Seni Kultivasi.


Rey sudah mulai merasakan bahwa semua energi dalamnya telah mencapai titik dimana akan meledak dan mencapai tahap selanjutnya.


"BOOMM!!!".


Suara ledakan dari meridian Rey membuat Rey merasakan kehangatan yang luar biasa dan sangat berenergi.


[Selamat Master Menerobos Alam Inti Emas Bintang Tiga, Memperoleh 5.000 Poin XP]


'Tidak buruk, selama sebulan aku naik dua tingkat' Batin Rey dan perlahan-lahan membuka matanya.


"Status"


[Nama : Chen Rey]


[Kultivasi : Inti Emas Bintang Tiga]


[XP : 0/450.000)]


[Poin XP : 65.000]


[SHOP]


[Dao : Dao Lightning (6%) ]


[Body : Sword Body Lv 2 (9.000/15.000 XP Lv 3), Seven Element Body Lvl 1 (Fire 10% / Water 0% / Lightning 40% / Ice 0% / Earth 0% / Dark 2% / Wind 0%)


[Roh Bela Diri : Sword God Lighning Zisi Xuan Tingkat Sembilan (3500/20.000 XP]


[Seni Bela Diri : Tiger Palms Lv Lanjut (80.000/100.000 XP Lv Master) , 24 Lightning Slash Lv Lanjut (??), Heaven Splitter Lv Lanjut (15.000/50.000 XP Lv Master)]


(Note : Pemahaman Seni Bela Diri dibagi menjadi, Dasar > Menengah > Lanjut > Master.

__ADS_1


Untuk 24 Lightning Slash kan ada tanda (??) artinya untuk Lv selanjuntya masih terkunci)


Rey yang masih menstabilkan Kultivasinya karena baru saja menerobos Alam Inti Emas Bintang Tiga, tiba-tiba Fam Yuan datang bersama dengan Tan Tian.


"Tuan maaf menganggu" Fam Guho berlutut satu kaki dengan wajah suram.


"Bocah sepertinya kau mengalami sedikit masalah lagi" Tan Tian terkekeh karena Rey mendapatkan masalah lagi.


"Bangunlah Yuan, apa yang terjadi?" Tanya Rey sambil membantu Fam Guho berdiri.


"I-ini surat dari Wakil Pemimpin" Fam Guho memberikan sebuah surat yang sedikit rusak. Rey mengambil surat itu dan mulai membacanya.


Wajah Rey langsung pucat dan tanpa sadar energi dalamnya keluar beserta niat membunuhnya. Tan Tian kaget dan Fam Guho langsung sujud karena tertekan.


"Bocah bau apa yang terjadi denganmu?, kendalikan dirimu bocah" Tan Tian berteriak seperti orang gila karena Aura Rey yang sangat kuat.


'Apa-apaan ini, aku seorang mantan Alam Kaisar Agung tertekan dengan Aura dari bocah Alam Inti Emas?' Batin Tan Tian tidak percaya dirinya tertekan oleh Rey.


Rey perlahan-lahan menarik auranya dan mulai menstabilkan energi dalamnya yang meledak keluar karena amarah. alasan Rey marah cukup sederhana karena bawahannya sekarang disekap oleh


(Note : ada beberapa kesalahan di ch sebelumnya, Fam Yuan salah yang disitu harusnya Fam Guhan)


Fam Sen, Fam Sei, Fam Yuan disekap oleh Pangeran Mahkota untuk mencari informasi tentang Fraksi Langit Ungu, sementara Pangeran Kelima disekap juga dan dalam beberapa bulan Pangeran Mahkota akan dinobatkan sebagai Kaisar.


"Pantas saja aku memiliki beberapa firasat yang buruk, tidak kusangka ternyata bawahanku mengalami beberapa hal buruk" Gumam Rey dengan marah.


"Tuan apa yang harus kita lakukan?, apakah kita akan ke Kekaisaran Suci?"


"Tuan apa yang harus kita lakukan?" Tanya Fam Guhan dengan gugup dan sedikit takut karena Rey sangat mengerikan.


"Benar kita akan melakukan perjalanan ke Kekaisaran Suci namun hanya aku sendiri, Fam Yuan, Senior Tan Tian kalian berdua menjaga Kota Hambu" Perintah Rey kemudian mereka berdua mengangguk.


Meski Fam Guhan mengalami beberapa peningkatan dalam beberapa bulan, tetapi tidak cukup membantu Rey dan mungkin hanya malah menjadi bebannya.


"Aku akan bersiap dalam satu minggu kemudian untuk berangkat ke Kekaisaran Suci dan tugas kalian berdua menjaga Klan Chen"

__ADS_1


"Junior mohon senior tidak terlalu memaksan diri dan bila situasinya sangat genting. senior dapat melarikan diri" Lanjut Rey menatap Tan Tian.


"Hahaha!!, pak tua ini sudah menganggap Klan Chen sebagai keluarga pak tua ini dan akan menjaganya meski harus mengorbankan nyawa" Tan Tian terkekeh dan tidak bisa untuk tidak tertawa karena Rey masih menganggapnya senior meski kekuatannya bisa membuat Tan Tian kesusahan untuk menghadapinya.


'Orang yang berhati tulus akan selalu mengingat dermawannya dan tidak akan pernah melupakannya' Batin Tan Tian senang karena mewarisi kehendaknya kepada orang yang tepat.


"Guhan mulai sekarang fokus ke latihanmu dan tingkatkan kekuatanmu agar dapat membantu senior Tan Tian melindungi Klan Chen" Perintah Rey.


"Sesuai keinginan anda Tuan" Fam Guhan bersemangat dan matanya bersinar terang karena Rey memberinya bagian untuk melindungi Klan Chen meski dia hanya Kultivator Alam Keilahian Bintang Enam.


Sebulan ini Rey tidak hanya ber kultivasi tapi juga terkadang berlatih dan mencoba Dao Petirnya agar lebih memahaminya. mungkin sekarang Rey kekurangan Seni Kultivasi saja karena tidak memiliki Seni Kultivasi dan hanya mengandalkan Dasar Kultivasi.


Rey kini bermeditasi karena ingin cepat meningkatkan Kultivasinya meski membosankan jika terus berkultivasi, Fam Guhan juga memasuki retret untuk meningkatkan kultivasinya dan Tan Tian sebagai Penatua Agung mengurus keamanan Klan Chen.


~~


Diatas wilayah Klan Chen seorang paruh baya dengan dua orang berbaju hitam sedang mengawasi kediaman Rey dan tersenyum cerah.


"Hahahah!!, bocah itu sangat kuat namun kekurangan Seni Kultivasi dan beberapa seni bela diri" Paruh baya itu mengelus jenggotnya dan tertawa.


"Penatua apakah anda tertarik dengan bocah itu?" Tanya seorang berbaju hitam dengan hormat.


"Ya aku tertarik namun tidak mudah membawanya ke Alam Semesta Suci Surgawi" Paruh baya itu hanya menghela nafas kecil.


"Kenapa Penatua tidak bisa membawanya?, bukankah dia hanya Kultivator kecil Alam Inti Emas?" Tanya baju hitam satunya dengan bingung.


"Meskipun aku seorang Kultivator yang kuat namun bocah itu memiliki pelindung yang hampir sama kuatnya denganku" Seketika dua berbaju hitam membeku.


"Bocah yang mengerikan, dengan pelindung seperti itu bagaimana bisa kita mengambilnya" Salah satu baju hitam hanya menghela nafas kecil.


"Kita kembali" Paruh baya itu dengan santai merobek ruang dan meninggalkan wilayah Klan Chen.


Tidak butuh waktu lama kemudian muncul seorang paruh baya dengan wajah yang tersenyum "Kultivator dari Alam Semesta Suci Surgawi, apa yang mereka lakukan?".


Paruh baya laki-laki itu kemudian menghilang dengan cepat dan tidak ada seorangpun yang tahu.

__ADS_1


To Be Continued


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2