System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 51 : Konflik Dengan Hu Han dan Memasuki Alam Inti Emas


__ADS_3

Lima jiwa dengan cepat membentuk sebuah formasi berwarna darah yang menjijikan dan Rey sendiri merasa formasi ini sedikit kuat.


"Tuan anda sebaiknya lari, ini formasi setan merah tingkat enam dan bisa dengan mudah membunuh Ahli Alam Raja Mendalam".


"Benar apa yang dikatakan oleh orang itu, sebaiknya kau lari saja dan biarkan aku menghadapi formasi ini. juga terima kasih telah merubah pandanganku dengan dunia ini".


Fam Yuan dengan tulus bersiap untuk mengorbankan nyawanya berserta dengan anggota Klan Chen Orde Baru dan Jiang Xia juga sangat tulus.


Rey tidak bisa tidak terharu, namun ia tahu bahwa sulit untuk dirinya sekarang melawan serangan dari Ahli Alam Raja Mendalam dan kesempatan untuk menang sangat kecil.


[Master, apakah anda melupakan System Melawan Takdir yang mahakuasa ini ha?".


'Benar aku lupa jadi System yang agung, apakah kau tahu jalan keluarnya untuk situasi ini?'.


[Tenang saja Master, hanya perlu 400.000 Poin XP anda akan langsung naik ke Alam Inti Emas dan sudah cukup untuk menahan serangan dari Alam Raja Mendalam dengan bantuan Roh Bela Diri]


'System yang agung, aku tidak tahu apakah baik untukku menerobos 2 dunia besar dalam waktu dekat, bukankah akan merusak fondasiku?'.


[Fufu Master, System Yang Maha Kuasa ini akan memberikan Obat Surgawi yang membuat fondasi anda tetap utuh dan tidak akan rusak]


'Tapi apakah benar aku aka memasuki Alam Inti Emas?'.


[Benar hanya saja setelah itu, Mastar akan kesulitan naik ke Alam berikutnya karena batasan dari System Melawan Takdir]


'System bukankah kau Maha Kuasa, kenapa masih ada batasan?'.


[Master anda jangan terlalu impulsif, System ini bukan hanya ada satu tetapi ada Sepuluh dan memiliki kesadaran sendiri beserta Master mereka]


'Ugh, baiklah jika begitu konsumsi 400.000 Poin XP'.


[Diterima Mengonsumsi 400.000 Poin XP]


[455.000 - 400.000 \= 55.000]


[Menaikan ke Alam Inti Emas Bintang Satu dalam hitungan satu... dua.... tiga]


Rey yang sudah tersadar kini merasakan semua energinya menjadi sangat padat dan kekuatannya dari Alam Keilahian Bintang Satu dengan cepat naik ke Alam Inti Emas Bintang Satu.

__ADS_1


'Apa!!!, bagaimana mungkin bocah ini naik lagi, monster!!, naik dua dunia besar dalam waktu singkat dan fondasinya sangat setabil".


'Apakah orang jubah misterius yang mengatakan bahwa Alam Suci Surgawi akan memasuki Periode Kekacauan itu benar'.


Batin Tan Tian kaget dan merasa mulai percaya dengan ramalan dari seorang jubah misterius yang beberapa ratus tahun mengingatkannya.


"Bocah, trikmu benar-benar mengangumkan dan sangat bagus. naik dua dunia besar dengan fondasi yang stabil, benar-benar monster".


"Tuan anda memang seorang jenius tiada tara dan sangat kuat".


"Rey, aku tidak menyangka bahwa kau sangat kuat dan mendominasi".


Rey hanya tersenyum kecut karena 400.000 Poin XP benar-benar hilang dan merasakan hatinya sangat sakit. untung System Mawan Takdir membuat Hukum Alam tidak menyambarnya dan merasakan sedikit kesenangan.


"Tapi sungguh disayangkan bahwa kau akan mati disini bocah".


Lima jiwa kini sudah selesai membuat Formasi Setan Merah Tingkat Enam dan hawa darah sudah tersebar dimana-mana. Jiang Xia dan Fam Yuan bergemetar ketakutan.


"Tidak ini masih belum berakhir".


'Bocah aura dari pedangmu sangat kuat dan melebihi Gu Lan'.


'Hahaha senior bisa bercanda, ini hanya ujung aura dari pedang Shendian dan belum sepenuhnya keluar'.


Tan Tian hanya berdiam diri dan tidak mengatakan apapun karena merasa Rey seorang monster yang menakutkan juga memiliki latar belakang yang tidak masuk akal.


"Karena kalian cukup arogan, maka tuan muda ini akan memberikan kalian beberapa pelajaran".


"Sombong!!".


Rey hanya tertawa menyaksikan lima jiwa yang berkeringat deras karena memaksakan untuk membuat Array Tingkat Enam yang kuat dan mendominasi disaat-saat genting.


"Heaven Splitter".


"Array Setan Merah".


Dua tebasan dari Rey membuat semua orang bergemetar hanya dengan merasakan auranya saja dan Array Setan Merah tidak kalah kuat dengan auman setan yang sangat ganas.

__ADS_1


Untung Rey kini sudah bisa mengendalikan Dao Petirnya meski pemula, ia dengan cepat mengambil 24 Tebasan Petir untuk mendekati lima jiwa yang kelelahan dan mencoba untuk membunuhnya.


Heaven Splitter dan Array Setan Merah masih bertabrakan tanpa tahu serangan mana yang akan kalah. Rey cukup yakin bahwa Heaven Spliternya yang merupakan Jurus Bela Diri Tingkat Surgawi akan cukup untuk mengimbangi Array Setan Merah.


"Bocah beraninya kau menyerang diam-dian".


"Persetan dan matilah, Jurus Roh Bela Diri Kedua, Ledakan Petir Pemusnah Masal".


Lima jiwa segera merasakan serangan dingin dari Rey dan tidak butuh waktu lama ledakan dari Heaven Splitter bersama dengan Array Setan Merah terdengar dilanjut dengan Ledakan Petir Pemusnah Masal.


Tanpa diduga oleh semua orang Array Setan Merah hancur dengan Heaven Splitter milik Rey dan sekarang Rey meledakkan lima jiwa yang tersisa. namun tidak disangka satu jiwa masih hidup dan tersenyum jahat.


"Aku tidak menyangka di Bintang Bulan Ungu ada seorang yang memiliki kekuatan yang kuat dan bahkan masih sangat muda".


"Apa yang kau bicarakan jiwa tua?".


Rey bingung dengan jiwa yang satu ini karena merasakan bahwa kematiannya akan datang namun malah tersenyum dan nampak wajahnya menyeringai seperti bajingan.


"Kau akan tahu saat berada di Benua Utama, Alam Suci Surgawi, Benua Utama yang menunggumu untuk datang kesana dan tentu saja aku menunggumu".


"Persetan denganmu dan matilah".


Rey dengan cepat mengangkat pedangnya dan menebas jiwa itu, jiwa itu perlahan-lahan menghilang dan Rey sudah merasakan bahwa jiwa itu telah hilang.


"Ingat namaku Hu Hun, Kaisar ini memiliki julukan Kaisar Merah dan menunggu kedatanganmu di Benua Utama".


Terjadi keheningan saat suara jiwa itu masih menggema dan nampak perasaan yang takut. Rey dengan cepat menenangkan semua orang yang ada disini.


Rey juga tahu bahwa semua murid Sekte maupun Klan telah mati dan menyisahkan beberapa orang saja contoh. Jiang Xia, Fam Yuan beserta anggota Klan Chen dan Rey.


Mereka bersiap untuk berhadapan dengan para Tetua dari Sekte utama maupun Klan kecil lainnya dan juga mereka sudah ada rencana. Rey beserta Fam Yuan dan anggota Klan Chen akan berpura-pura terluka dengan bantuan Tan Tian.


Jiang Xia akan kehilangan lengannya namun hanya ilusi untuk menutupi kecurigaan orang lain dan tentu saja dengan bantuan Tan Tian. Tan Tian cukup tersedak karena ia sekarang menjadi pembantu Rey.


To Be Continued


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁

__ADS_1


__ADS_2