System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 44 : Memasuki Reruntuhan Kuno


__ADS_3

"Bajingan Jiao Ming aku akan membunuhnya" Kata seorang wanita cantik dengan ekspresi kesal.


"Tetua anda harus bersabar untuk sekarang karena kita masih berada diluar reruntuhan kuno" Balas seorang gadis secantik giok dan memiliki dua gunung kembar yang besar.


"Benar aku harus sabar untuk sekarang, Jiang Xia aku mengandalkanmu untuk menjaga adik seperguruanmu dan bila bertemu murid Sekte Api Membera. Habisi!!" Perintah Tetua itu kemudian mengalihkan pandangannya kearah seorang yang datang dengan pedang terbang.


Jumlahnya sangat banyak hingga beberapa dari mereka mencolok, namun mereka juga sangat kuat dinilai dari auranya dan bahkan seorang paruh baya didepannya bisa membuat Rey merasa tertekan.


Dinilai dari jubah mereka yang berwarna ungu dengan menonjol sudah dapat dipastikan bahwa mereka dari Aula Kekosongan dan Rey sendiri menyadari itu karena pernah mendengar bahwa murid aula kekosongan memakai jubah ungu.


Semua orang yang berada disini dengan cepat menghormati semua murid beserta tetua dari aula kekosongan dan nampak banyak orang yang tidak terlalu suka dengan mereka.


Sekte Hati Es adalah contoh yang sangat terlihat dengan jelas bahwa mereka membenci aula kekosongan dan nampak tetua yang memimpin para murid Sekte Hati Es membocorkan sedikit niat membunuh.


"Hahaha!!, sepertinya disini cukup banyak orang ya" Tawa seorang paruh baya yang memimpin murid dari aula kekosongan dan nampak menatap Jiang Xia.


'Bajingan tua ini, apakah dia seorang bajingan cabul ha?' Gumam Rey sambil mengamati kultivasi dari paruh baya itu.


Paruh baya itu dengan cepat melirik Rey dan tersenyum sinis. Rey dengan cepat mengalihkan pandangannya dan merasa tatapan dari paruh baya itu sangat menakutkan.


Diluar reruntuhan kuno ada Sekte Seribu Pedang, Sekte Hati Es, Sekte Api Membara, beberapa Klan kecil maupun besar, Aula Kekosongan dan Klan Chen yang tidak terlalu menonjol.


'Bajingan tua cabul itu sebenarnya berada di Ranah Raja Mendalam' Gumam Rey sambil berkeringat dingin.


"Karena waktu untuk memasuki reruntuhan kuno beberapa menit lagi, kita seharusnya saling mengenal satu sama lain dan saling akrab" Kata paruh baya itu sambil tersenyum dan tertawa.


Fam Yuan bersama lima anggota Klan Chen sangat mengasingkan diri dari kerumunan karena mereka tidak layak dihadapan para ahli yang kuat dan sangat mendominasi.

__ADS_1


Tidak lama setelah mereka mengobrol nampak penghalang dari reruntuhan kuno dengan cepat menghilang dan semua orang bersiap untuk memasuki. namun mereka tidak mesuk terlebih dahulu dan malah menunggu aula kekosongan untuk masuk terlebih dahulu.


"Semua murid masuklah" Perintah paruh baya itu kemudian dengan cepat dua puluh murid aula kekosongan masuk tanpa memperdulikan yang lainnya.


Dilanjut oleh Sekte Hati Es yang memiliki sepuluh orang dengan cepat masuk dan nampak paruh baya itu tersenyum saat melihat Jiang Xia masuk.


"Habisi para murid dari Sekte Hati Es dan jangan biarkan mereka kembali hidup-hidup" Perintah paruh baya yang lain dan para murid dengan cepat masuk.


Sekte Api Membara memiliki sepuluh murid dengan cepat masuk dilanjut para Klan besar maupun kecil dan kemudian Klan Chen. Rey sendiri masih belum masuk namun saat dia ingin masuk paruh baya dari aula kekosongan menekan Rey dengan auranya.


Beberapa paruh baya beserta tetua yang melihat itu merasa kasian dengan Rey yang ditekan oleh tetua aula kekosongan dan nampak Rey sangat berusaha untuk berdiri.


'Bajingan awas saja kau, akan kubunuh saat waktunya tiba" Gumam Rey dengan cepat mengeluarkan auranya yang meluap-luap dan memasuki reruntuhan kuno.


"Bocah yang menarik" Kata tetua dari aula kekosongan dan tersenyum sinis. para tetua maupun paruh baya yang melihat itu hanya lega karena pemuda itu berhasil lolos.


"Bajingan tua itu aku akan membunuhnya!!" Teriak Rey yang kini semua badannya mengeluarkan darah segar dan darah yang banjir dimulutnya. Rey dengan cepat mengusap darah dinulutnya dan mulai bermeditasi.


Menurut apa yang diberitahu oleh Yuan, semua orang yang berada didalam reruntuhan kuno akan dikeluarkan secara paksa dalam waktu sebulan. Rey dengan cepat menyembuhkan dirinya dan tidak butuh waktu lama Rey sudah sembuh.


Rey berjalan menyusuri lorong dengan cepat karena mendengar sebuah suara pertempuran, saat dia melihat siapa yang bedtempur, Rey cukup terkejut rupanya Sekte Hati Es sedang dikepung oleh Sekte Api Membara dan Aula Kekosongan.


Murid Sekte Hati Es hanya tersisa 8 sedangkan Aula Kekosongan memiliki 19 orang dan Sekte Api Membara hanya 9 orang. Mereka nampak sangat terpojok dan Rey yakin tidak lama lagi mereka akan terbunuh.


"Jiang Xia inilah hari kematianmu, Hahaha!!" Tawa seorang yang nampak memimpin aula kekosongan. Jiang Xia hanya menggigit bibirnya.


"Persetan denganmu Deng Yuro, aku akan membinasakan kalian" Balas Jiang Xia dengan ekspresi kecut. mereka kemudian melihat Rey yang dalam penyamaran.

__ADS_1


Rey yang ditatap kemudian dengan cepat ingin pergi dari hadapan mereka dan tidak ingin terlibat. "Oi Bocah Ranah Surga, kau sudah melihatku dan kau akan mati" Kata pemuda itu dengan cepat melesat kearah Rey.


Rey dengan cepat mengeluarkan sebuah pedang dari cincin spritualnya dan menangkis serangan dari pemuda itu. tanpa disangka Rey bisa menahan serangan dari pemuda itu dan pemuda itu nampak marah.


"Bocah beraninya kau menahan seranganku!!" Teriak Deng Yuro dengan cepat melesatkan sebuah serangan dengan bayangan serigala.


"Telapak Tangan Serigala Malam".


Rey yang melihat itu dengan cepat menaruh pedangnya dan bersiap menangkis serangan dari Deng Yuro.


"Telapak Tangan Harimau!!".


Kedua serangan itu dengan cepat bertabrakan dan menyebabkan debu yang sangat banyak. Deng Yuro dengan percaya diri bahwa Rey akan binasa namun saat melihat Rey baik-baik saja, ia frustasi dan mengutuk Rey.


"Bocah ranah surga bisa menangkis seranganku yang seorang Ranag Keilahian Bintang Delapan" Kata Deng Yuro sambil bernada berat. semua orang juga sangat heran dengan Rey dan merasa bahwa Rey cukup kuat.


"Aku sebenarnya tidak ingin membunuh kalian, namun kalian membuatku sangat marah dan sampai-sampai ingin membunuhku" Balas Rey kemudian mengeluarkan niat membunuhnya.


'Bocah Ranah Surga ini memiliki niat membunuh yang sangat pekat' Gumam Jiang Xia dan Deng Yuro tidak percaya melihat niat membunuh Rey yang sangat kuat.


"Kau pikir dengan aura membunuhmu dapat membunuh kami semua ha?" Tanya Deng Yuro dengan percaya diri dan mengeluarkan aura Ranah Keilahiannya.


"Benar aku tidak bisa mengalahkan kalian namun dengan bantuan Sekte Hati Es mungkin bisa" Balas Rey sambil tersenyum dibalik topengnya.


To Be Continued


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁

__ADS_1


__ADS_2