System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 123 : Fam San


__ADS_3

Segera setelah percakapan singkat mereka akhirnya pergi dan menyisahkan Rey dengan bawahannya. Rey sekarang merasa sedikit sakit dikepalanya.


Siapa sangka ia harus banyak orang dan juga siapa yang menyangka bahwa wanitanya diambil oleh seorang Great Emperor.


Rey yang sakit kepala akhirnya merilekskan dirinya dan menatap asura perempuan yang terlihat cukup menyedihkan "Nama?".


Asura perempuan itu hanya diam saja tanpa menanggapi omongan Rey, Rey yang melihat bahwa dia di abaikan langsung sedikit marah dan ingin menekan asura itu tapi Fam San menghalanginya.


"Tenang Tuan" Setelah itu Rey tenang dan tetap duduk dibangkunya dan Fam San menoleh kearah asura perempuan itu.


"Lebih baik kau jawab saja dengan jujur atau kau akan menerima akibatnya" Dengan wajah yang cukup seram asura perempuan itu langsung mengangguk ringan.


"Nama?".


"Di Yi"


"Dimana tempat tinggalmu?".


"B-bintang tanpa matahari".


"Letaknya dimana?".


"D-dekat dengan bintang gelap dan merupakan batasan dari bintang kegelapan".


"Bagus-bagus seharusnya dirimu seperti itu dan tidak perlu membuatku marah" Rey tersenyum cerah dan senang dengan jawaban dari asura perempuan ini.


Meski sudah diintrogasi sebelumnya tapi Rey menginterogasi tentang kondisi dari Ras Asura dan tidak menanyai tentang identitasnya.


Melihat tatapan asura perempuan yang ingin membunuhnya Rey hanya tersenyum "Sepertinya kau cukup ingin mati bukan?".


Mendengar perkataan Rey Asura perempuan itu gemetar karena takut meski dia memiliki tekad yang kuat, dihadapkan dengan kematian tentu saja ia takut dan merinding.


Rey tersenyum, dalam pikirannya jika dia membunuh Asura perempuan ini maka akan ada cukup poin tambahan dan tidak perlu untuk mendapatkan beberapa poin lagi.

__ADS_1


Fam San yang melihat tuannya lagi-lagi memikirkan hal aneh hanya menghela nafas dan tersenyum pada Rey "Tuan sebaiknya jangan membunuhnya, dia masih berguna untuk saat ini".


Rey yang mendengar nasehat dari Fam San terkekeh pelan "Aku hanya bercanda bagaimana mungkin aku akan membunuh wanita cantik".


Setelah itu Rey bersama Fam Zhanze dan bawahan lainnya kecuali Fam San pergi untuk melakukan meditasi. Fam San kini membawa Asura perempuan itu menuju ketempat penjara yang ada dibawah tanah.


Setelah menaruh Asura perempuan dalam penjara Fam San hanya menghela nafas kecil, ia telah mengikuti Rey dalam beberapa tahun dan melihatnya tumbuh.


Rey bagaikan monster yang mengerikan mengingat peningkatannya yang tidak masuk akal dan bahkan Fam San sangat terkejut awalnya.


Ia dulu pernah berharap untuk berkhianat karena tuannya lemah meski cukup sulit berkhianat karena ada segel didalam jiwanya yang membuat dirinya tidak bisa berkhianat.


Namun setelah mengikuti Rey dalam beberapa tahun Fam San kini merubah pikirannya dan akan selalu setia pada Rey walau nyawanya sebagai taruhan.


Dalam sudut pandang Fam San, Rey akan mampu untuk meraih puncak Martial Dao dan bahkan mungkin untuk bagi Rey naik menjadi Ahli paling kuat dialam semesta.


Meski Fam San tahu bahwa dialam semesta ini ada banyak jenius yang mati muda karena terlalu berbakat dan menentang langit.


Melihat pandangan Fam San yang aneh, Asura perempuan itu mencoba mengobrol "Dilihat dari sikapmu sepertinya kau bukan Ahli yang akan tunduk pada orang lain".


Mendengar ocehan Fam San yang memuji Rey, Asura perempuan itu sedikit ngeri karena Fam San cukup aneh "Apa yang istimewanya dari seorang bocah itu?".


Fam San tersenyum "Istimewanya Tuan mungkin tidak banyak tapi yang pasti Tuan adalah orang yang akan mencapai puncak Martial Dao".


"Apa kau yakin?, diluar sana masih banyak orang yang lebih memenuhi syarat untuk meraih puncak Martial Dao" Mendengar itu Fam San tertawa cukup keras.


"Sepertinya kau bukan katak dalam sumur" Asura perempuan yang mendengar itu hanya mendengus karena ia telah diremehkan.


"Walau saya telah anda tangkap tapi jangan berharap anda akan selamat, ayah saya akan datang dan membunuh kalian semua" Mendengar itu Fam San malah tertawa semakin keras.


"Huh!, kita lihat siapa yang akan tertawa diakhir nanti" Sepertinya Asura perempuan itu tidak berbohong dan Fam San memiliki wajah yang cukup serius meski tidak terlalu terlihat.


"Siapa nama Klanmu?" Tanya Fam San dengan wajah yang tenang dan tidak ada wajah seorang yang ketakutan.

__ADS_1


"Klanku seharusnya kau sudah tau, Klan Asura Perak!" Mendengar itu Fam San langsung berekspresi dingin dan membuat Asura perempuan itu langsung gemetar ketakutan.


Asura perempuan sekarang tidak bisa memakai kekuatannya jadi wajah baginya untuk ketakutan dengan aura yang tiba-tiba dari Fam San dan bahkan wajah Fam San cukup seram.


"COBA KAU ULANG!".


"K-klan Asura P-perak".


Dengan cepat luapan aura langsung membuat ruang sekitar seperti akan hancur dalam hitungan detik dan bahkan udara disekitar menjadi dingin.


Mata Fam San langsung menjadi warna merah pekat, auranya bahkan menekan Asura perempuan dan tidak lama Fam San mulai tenang.


Asura perempuan masih gemetar dan tidak tau apa yang salah. Fam San menatap tajam Di Yi "Sebaiknya mereka datang atau kau akan MATI!".


Setelah itu Fam San menghilang dengan cepat dan mulai bermeditasi tapi sebuah ingatan muncul didalam kepalanya.


Ia bersama seorang wanita sedang dikepung oleh puluhan Ahli yang kuat dan terlihat bahwa wanita yang bersamanya sedang membawa bayi.


"Ran'er larilah dan bawa bayi kita pergi!" Teriak Fam San yang terlihat cukup tampan dengan pedang panjang ditangannya dan aura yang agung.


"Tidak bisa!, aku memilih hidup dan mati bersamamu San!" Melihat itu Fam San sangat frustasi karena dikepung oleh Ahli yang kuat.


"Ran'er tolong larilah!!, demi anak kita kumohon!" Teriak Fam San dan akhirnya Ran'er mengangguk lalu pergi dengan cepat tapi para Ahli ingin mengepungnya.


Melihat itu Fam San langsung mengeluarkan auranya "Brengsek!, hanya True God Tingkat Rendah ingin membunuhku?, apa kau bermimpi ha!".


Puluhan True God itu cukup gemetar karena aura dari Fam San tapi tidak lama mereka mengangguk pelan "Wu San sebaiknya kau menyerah saja dan saya akan membiarkan istrimu lari hehe".


"Persetan!" Teriak Wu San dengan wajah gelap dan melesat kearah puluhan Ahli berambut perak dengan dua tanduk yang menonjol.


Meski Wu San sekarang True God Tingkat Atas yang cukup kuat namun menghadapi puluhan atau lebih tepatnya 54 True God Tingkat Rendah cukup membuatnya kesulitan.


To Be Continued

__ADS_1


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2