System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 68 : Turnamen Generasi Muda Kota Kuho


__ADS_3

Kini Rey sudah memakai baju biasa namun jelas bahwa Rey memiliki aura kuat, ini bertujuan agar ia dapat dengan mudah memasuki kota dan tanpa ada gangguan.


Setelah Rey masuk dengan aman, ia langsung menuju kesebuah tempat makan karena tempat makan adalah tempat informasi yang bagus karena banyak orang bergosip.


"Saudara apakah anda tahu bahwa Putri kecil Klan Chen sekarang berada di kota ini dan akan mengawasi Turnamen Generasi Muda di kota ini?" Seru seorang sambil meminum anggur.


"Tentu saja tahu, bagaimana mungkin aku tidak tahu ha?, Putir kecil Klan Chen datang kesini untuk mengambil generasi yang berbakat" Salah satu orang juga terkekeh.


"Benar generasi muda yang umurnya kurang dari 25 tahun diperbolehkan untuk berpartisipasi dan yang menang akan mendapatkan kehormatan dari Putri kecil" Pemuda lainnya juga ikut bergosip.


Rey menghampiri mereka "Saudara bisakah anda menjelaskan kepada saya?" Rey menyodorkan Batu Ghaib Kelas Tinggi dan membuat yang lainnya tersenyum.


"Tentu saja saudara jika begitu-" Pemuda itu mulai menjelaskan tentang kedatangan Putri kecil Klan Chen.


Putri kecil Klan Chen merupakan anak dari Patriak Klan Chen utama, kedatangannya kesini adalah untuk mengambil beberapa generasi yang berbakat dan membawanya ke Klan Chen.


Namun Putri kecil juga bilang bahwa jika ada yang bisa mengalahkan pengawalnya ia akan menikahinya, tentu saja umur orang itu tidak lebih dari 25 tahun.


Rey tersenyum cerah saat mendengarnya, Rey juga tahu bahwa pengawalnya hanya Alam Yin dan Yang Bintang Delapan dan tidak terlalu sulit baginya.


Rey sekarang cukup mampu untuk melawan Alam Nirvana Bintang Dua biasa dengan kekuatannya, namun jika ia memakai seluruh kartu asnyan Rey yakin akan sebanding dengan Alam Nirvana Bintang Lima.


"Terima kasih saudara" Rey kemudian pergi dengan cepat dan menghilang. Rey tahu bahwa tidak ada batasan atau siapapun bias mendaftar dengan hanya syarat dibawah 25 tahun.


Pertandingan akan dilaksakan besok jadi Rey sekarang menuju penginapan dan ingin bersantai. Rey mulai bermeditasi dan dengan cepat auranya sedikit demi sedikit semakin kuat.


~~


"Nona muda apakah anda benar-benar yakin dengan hal itu?" Tanya seorang paruh baya perempuan dengan sedikit kawathir.


"Tenang saja bibi, demi Klan Chen aku akan mengorbankan kebahagianku" Nona muda itu tersenyum dan ada sedikit jejak kesedihan dimatanya.

__ADS_1


"Huftt.., jika saja Kaisar saat ini tidak mengintimidasi Klan Chen mungkin Klan Chen kita masih bisa bertahan di Kekaisaran Phoenix Suci ini" Paruh baya perempuan itu menghela nafas kecil.


Di Klan Chen sekarang Kultivator Alam Nirvana hanya ada tiga saja dan tidak cukup kuat untuk menahan kekuatan keluarga kerajaan bersama yang lainnya jadi mereka hanya bisa bertahan dengan pasif.


Nona muda itu tidak lain bernama Chen Yun yang merupakan generasi berbakat dari Klan Chen dan tentu saja anak dari Patriak Klan Chen. diusianya yang hampir dua puluh tahun ia sudah berada di Alam Surga Bintang Lima.


Mungkin saja Chen Yun yang berusia tiga puluh tahun sudah bisa mencapai Alam Yin dan Yang namun siapa sangka kehidupan Klan mereka sekarang sedikit buruk jadi menunda kultivasi Chen Yun.


~~


Rey kini melihat banyak orang berkumpul disebuah alun-alun kota dan ada panggung besar diatasnya. Rey juga melihat ada beberapa orang yang duduk diatasnya dan ada juga seorang gadis cantik.


'Mungkin namanya Chen Yun, sebuah keindahan seperti itu harus jatuh ketanganku' Batin Rey tersenyum dan memakai topengnya.


Rey kini sudah terlihat seperti seorang yang misterius dengan aura yang kuat dengan sengaja ia keluarkan dan tatapan yang tajam.


"Baiklah semua peserta bisa mulai mendaftarkan diri masing-masing" Kata seorang paruh baya perempuan, kemudian semua orang mendaftar dan Rey juga mendaftar.


Kota ini bernama Kota Kuho yang merupakan Kota bawahan dari Klan Chen utama dan tentu saja ini Turnamen Generasi Muda Kota Kuho meski begitu tetap saja jika ada Kota luar yang ingin mengikutinya Klan Chen tidak keberatan.


Kepentingan mereka adalah menarik bakat muda yang bagus dan tentu saja berkualitas baik attitude maupun kultivasi. ntah itu gudluking maupun ungudluking tetap mereka terima.


"Pertandingan pertama nomer satu melawan nomer dua" Kata seorang paruh baya perempuan. kemudian dua orang muncul dengan gagah dikedua sisi.


"Mulai"


Kedua orang itu langsung melesat dan seorang yang memakai tombak dengan santai membuat orang yang memakai kapak kesulitan menghadapinya.


Tidak butuh waktu lama pemakai tombak langsung menusuk leher pemakai kapak dan pemakai kapak langsung mati. Chen Yun sudah terbiasa dengan adegan ini dan Rey juga.


Dunia ini siapa yang kuat akan mendominasi dan yang lemah sudah wajib ditindas. jika tidak mau lemah berusaha jika tidak berbakat berusaha lebih giat lagi dan usaha lagi karena usaha tidak akan mengkhianati hasil.

__ADS_1


Pertandingan pertama dimenangkan oleh nomer satu dan kemudian pertandingan kedua dimenangkan oleh nomer empat. Rey akhirnya mulai bersemangat ketika waktunya sampai.


"Nomer lima dan enam"


Rey kemudian langsung muncul dengan misterius dan membuat semua orang memperhatikannya. orang ini sangat misterius dan auranya sangat kuat.


Pemegang tombak juga sangat waspada terhadap Rey dan tentu saja Rey hanya tersenyum "Majulah" Rey berkata dengan rendah.


"Sok misterius, aku akan menginkak-injakmu" Orang itu meraung dan pedang dengan cepat muncul ditangannya.


"Generasi berbakat dari Klan Hwang, mereka sangat bagus" Kata salah satu penonton dan Rey tersenyum. Klan Hwang lagi.


"Mati" Ketika suara Rey jatuh kepala orang Hwang itu sudah terpenggal dan membuat semua orang tercengang. orang Hwang itu berada di Alam Surga Bintang Tujuh dan dengan mudah terbunuh.


"Nomer enam menang"


Rey menghilang lagi dan membuat suasana di alun-alun sedikit runyam namun mereka sangat kagum dengan Rey. berbakat, kuat, tatapan tajam dan tentu saja pasti gudluking.


Chen Yun yang dari tadi bosan langsung menjadi sangat tertarik dengan Rey dan memanggil bibi yang berada dibelakangnya "Bibi siapa pria itu?" Tanya Chen Yun dengan keinginan tahuan.


"Bibi juga tidak tahu nona muda, pria itu seketika menghilang dari pandangan bibi dan mungkin dia seorang dari Kekuatan Kelas Utama"


"Baiklah jika begitu" Chen Yun tersenyum dan berkata didalam hatinya 'Menarik'.


Rey yang sudah sedikit jauh dari alun-alun namun masih dapat melihat Chen Yun sedikit tersenyum dan tentu saja ia memegang cincin spritual.


"Mari kita lihat, sejak aku masuk ke Alam Inti Emas, aku tidak pernah memproleh apapun dari membunuh Alam Inti Emas kebawah" Gumam Rey menghela nafas kecil dan tetap tersenyum.


To Be Continued


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁

__ADS_1


__ADS_2