
Tiga hari kemudian Rey kini membuka matanya dan melihat sekeliling. mayat dari beberapa orang masih gosong dengan mengeluarkan bau busuk dan Rey dengan cepat membakarnya.
"Aku ambil cincinmu kawan".
Rey mengambil beberapa cincin spritual yang terjatuh dari tubuh beberapa orang itu dan dengan cepat melihat isi dari benerapa cincin spritual itu.
"Tidak buruk, pantas menjadi kekuatan utama dari benua tengah".
Rey terkekeh saat melihat ada banyak pill tingkat empat maupun lima dan bahkan ratusan ribu batu suci kelas rendah beserta menengah sampai tinggi.
"Aula Kekosongan, Sekte Api Membara, aku akan membalas perbuatan kalian yang telah membuatku hampir mati".
Seketika aura dari Rey dengan cepat menyebar keruangan gua itu dan membangunkan sosok paruh baya yang sedang tertidur. "Hmm.., Hahaha!!!!, siapa ini yang datang benar-benar membuat pak tua ini tertawa".
Pak tua itu dengan sosok wajah yang masih sedikit muda namun memiliki kerutan diwajahnya dengan tubuh yang samar-samar dan mungkin saja bisa hilang kapan saja.
Rey dengan cepat waspada saat mendengar sebuah suara tertawa yang sangat kencang hingga membuatnya merasakan tekanan yang sangat kuat dan hampir pingsan.
"R-ranah Kaisar, benar-benar mengangumkan hanya dengan suaranya saja bisa membuatku hampir pingsan".
Rey dengan cepat melindungi tubuhnya dengan auranya dan bersiap-siap bila Kultivator Ranah Kaisar itu menyerangnya. "Bocah tidak perlu waspada, pak tua ini hanya ingin berbicara sedikit".
Rey terkejut saat melihat seorang paruh baya yang nampak akan mati namun tetap mempertahankan tubuhnya dengan semaksimal mungkin dan memiliki aura yang sangat kuat.
"Kalau boleh tau, siapa kah senior ini?, junior Rey menyapa senior".
Rey mengepalkan tangannya dan dengan sopan bertanya beserta memperkenalkan dirinya sendiri. Rey sendiri tahu bahwa pak tua didepannya bisa dengan mudah membunuhnya meski hanya tersisa kesadaran spritual saja.
[Master, sepertinya pak tua didepan anda memiliki manfaat yang berguna untuk anda dan mungkin inilah takdir yang dibuat Master karena telah mengubah beberapa roda takdir]
'Hoo.., menarik juga sepertinya aku ingin tahu apa manfaat yang diberikan oleh pak tua ini'.
__ADS_1
"Pak tua ini bernama Tan Tian, ya sungguh disayangkan Tan Tian yang agung ini akan berakhir ditempat ini dan bahkan mati secara teragis".
Tan Tian menghela nafas panjang dengan mata yang sedikit sedih dan nampak tubuhnya hampir bergetar. Rey sendiri terkejut saat melihat bahwa Tan Tian ini sebenarnya seorang dengan kepribadian yang baik hati.
Rey sebenarnya menganggap bahwa semakin kuat Kultivator itu maka semakin Kultivator itu meninggalkan hal yang bernama belas kasihan, kasih sayang dan hanya mengejar kekuatan maupun harta duniawi.
'System apakah ada cara untuk menghidupkan senior Tan Tian ini?, aku sedikit memiliki respek terhadap dirinya dan aku tahu bahwa dia tidak bohong'.
[Tentu saja ada Master, apakah Master meremehkan System Melawan Takdir ini?, kematian?, kehidupan?, semua bisa dilakukan dengan System Melawan Takdir]
'Ho'oh, jadi kau tau apa yang dibutuhkan untuk menghidupkan senior Tan Tian?'.
[Master hanya perlu mencari tubuh boneka yang setingkat dengan Ranah Raja Mendalam dan memindahkan Jiwa Tan Tian kedalam boneka itu]
'Semudah itu?'.
[Master, anda terlalu bodoh bagaimana mungkin semudah itu ha, anda perlu untuk meningkatkan Seven Element Body Wind anda sampai 30% hingga dapat memindahkan Jiwa Tan Tian kedalam boneka itu]
'Baiklah mungkin saat ini tidak ada jalan lain, namun dalam beberapa tahun kedepan aku mungkin sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk menghancurkan pembatas Reruntuhan Kuno ini'.
Tan Tian masih ragu apakah Rey benar-benar dari Klan Kuno yang ia tahu atau bukan dan bila bukan maupun benar ia akan tetap mewarisi kehendaknya.
"Junior tidak terlalu tahu, bila boleh mohon senior menjelaskan apa itu Klan Kuno".
Tan Tian terkejut namun tertawa dengan keras dan beberapa kali menepuk bahu Rey. Rey hanya tersenyum canggung dan sesekali menggaruk kepalanya.
"Apakah kamu pernah menuju ke benua utama?".
"Junior belum pernah ke benua utama karena benua utama disegel dan tidak ada yang bisa keluar maupun masuk".
Tan Tian sendiri mulai memikirkan beberapa ratus tahun setelah ia mati, ia mengingat bahwa ada beberapa kekuatan besar yang menyegel benua tengah demi keuntungan mereka sendiri dan ya Tan Tian yang mengetahui itu diburu hingga mati.
__ADS_1
"Huftt.., benua utama mungkin sekarang kacau karena aku menghilang, aku tidak tahu bagaimana nasib Klanku dan anakku".
"Senior mempunyai anak?, mohon maaf atas kelancangan junior karena bertanya".
"Tidak apa-apa, ya aku memiliki anak namun telah kubekukan saat aku diburu oleh kekuatan besar di benua utama, yang kuingat anakku kubekukan dan kutitipkan kepada Ketua Akademi Bintang Surga".
"Akademi Bintang Surga!!".
Rey tidak bisa tidak kaget, karena Akademi Bintang Surga merupakan kekuatan utama yang melebihi kekuatan utama yang lainnya dan bisa dibilang penguasa dari benua tengah.
"Junior pasti telah mendengar, mungkin anakku sekarang sudah berumur delapan belas tahunan karena aku membekukannya dan mungkin ia tumbuh menjadi gadis cantik".
"Junior apakah kamu mau mendengarkan kisah pak tua ini sebelum mati?".
"Yakinlah senior, junior akan mendengarkan sepenuh hati".
"Haha!!, bagus-bagus, cerita dimulai-".
Setelah beberapa jam Tan Tian bercerita mulai dari Klan Kuno dan cerita tentang hidupnya. Klan Kuno dibagi menjadi lima kekuatan, diantaranya Fam, Hu, Xiao, Zhang dan Cao
Urutan terkuat adalah Fam > Xiao > Hu > Cao < Zhang dan lima Klan Kuno ini hanyalah cabang dan Klan Utama mereka berada jauh di dalam Bintang Mendalam.
Tan Tian sendiri seorang jenius dari Klan Tan, hingga akhirnya menjadi bagian dari Aliansi Tujuh Bintang dan menjadi Tetua namun sangat disayangkan nasibnya hingga mati tragis karena mengetahui rahasia dadi Aliansi Tujuh Bintang.
Istrinya dibunuh secara berutal didepannya, hingga dia melarikan diri bersama putrinya ke benua tengah dan ya masih mati meskipun sudah berlari jauh. itu karena luka yang dideritanya saat melawan beberapa Tetua dari Aliansi Tujuh Bintang.
Tan Tian memiliki kultivasi di Ranah Kaisar Agung yang merupakan Ranah Kaisar diurutan kedua dan hampir menuju ketingkat tiga. Tan Tian tidak mau menjelaskan urutan Kultivasi karena takut Rey akan kecewa karena kultivasi sangat banyak urutannya.
"Jadi hanya itu saja yang bisa dikatakan oleh pak tua ini, untuk sekarang dan ini pertemuan terakhir pak tua ini denganmu".
"Anda tidak bisa begitu senior, karena junior tahu cara agar, senior dapat hidup lebih lama".
__ADS_1
To Be Continued
Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁