
Rey yang mulai bermeditasi kini sudah mulai terasa seperti akan ada ledakan di dantiannya.
Rey yang kini sudah bangun dari meditasinya, mulai bersiap-siap mandi dan menuju arena pertandingan.
Beberapa saat kemudian Rey yang kini sudah mandi dan nampak sangat tampan langsung bergegas ke arah arena pertandingan.
Disuatu tempat.
"Kalian berlima awasi anak bernama Rey itu" Ujar Fam Shiro.
"Baik Tuan" Balas 5 orang yang mirip Assassin.
Kemudian langsung melesat pergi kelima orang Assassin itu.
"Aku merasa dia seperti Fam Rey, bahkan namanya juga sama, bukan hanya itu wajahnya yang tampan dan sekarang sepertinya lebih tampan" Ujar Fam Shiro.
Disuatu tempat.
"Kalian bertiga, aku ingin anak bernama Rey itu mati, ingat jika kalian tidak bisa membunuhnya, aku yang akan membunuh kalian" Ujar Patriak Yan.
"T-tapi Patriak Yan, bagaimana jika kita ketahuan Ketua Sekte?" Balas ke 3 orang itu.
"Tenang saja, kalian hanya perlu membunuhnya, setelah itu aku yang akan turun tangan" Ujar Patriak Yan kemudian pergi.
"Baik Patriak Yan" Balas ke 3 orang itu lalu pergi dari tempat Patriak Yan.
Diarena pertandingan.
Sudah banyak orang yang berkumpul, bahkan para Patriak Klan Bangsawan sudah berada di tempatnya.
"Bagaimana mungkin 4 vs 100"
"Benar, disisi Murid Dalam Baru hanya 4 sedangkan Murid Dalam Lama ada 100"
"Sepertinya, hanya bisa menerima kekalahan"
"Tenang saja Dewi Xue Yin tidak akan kalah"
"Benar Dewi Xue Yin tak akan kalah"
"Dewi Xue Yin aku mencintaimu"
Ujar para penonton yang ramai.
"Tentu, aku tidak akan kalah" Balas Xue Yin mengarah kepada penonton.
"Whooaa, Dewi Xue Yin membalas kita"
"Hidup Dewi Xue Yin"
"Hidup Dewi Xue Yin"
Mereka ramai-ramai bersorak kepada Dewi Xue Yin.
Selang beberapa saat, Rey yang berjalan dengan anggun dan duduk ditempatnya dengan tatapan dingin, meski begitu karena dia tampan banyak yang menyukainya.
"Lihat itu Dewa Rey"
"Benar dia Dewa Rey yang dingin"
"Dewa Rey sangat dingin"
"Tetapi dia sangat tampan"
__ADS_1
"Kyaa, aku ingin menikah dengannya"
Para penonton banyak yang menyorakki Rey.
Namun ke 2 peserta yang langsung duduk dan tanpa memperdulikan yang lain, yang tak lain adalah Lou Yang dan Fam Keiz.
Beberapa saat kemudian muncul Ketua Sekte.
"Baiklah, pertandingan babak ke 2 kali ini peraturannya sedikit berubah" Ujar Ketua Sekte.
"Untuk peraturannya aku akan menyerahkan ke Penatua Qing Shue" Ujar Ketua Sekte kemudian duduk ditempatnya.
"Peraturannya sederhana, karena Murid Dalam Baru hanya memiliki 4 peserta maka kita memutuskan mengurangi jumlah dari Murid Dalam Lama menjadi 8 dan Murid Dalam Baru akan bertanding 2 ronde" Ujar Qing Shue.
Kemudian beberapa Murid Dalam Lama kini sudah saling bertanding, karena tidak mau membuang banyak waktu, akhirnya mereka bertanding antar kelompok 5 vs 5.
Selang beberapa saat setelah mereka bertanding kini hari sudah mulai siang dan para Murid Dalam Lama juga sudah banyak yang bertanding.
Selang beberapa saat setelah pertarungan kini sudah ada 8 Murid Dalam Lama yang akan bertanding melawan 4 Murid Dalam Baru.
8 Murid Dalam Lama yang tak lain adalah Yan Yuhai, Yan Juye, Yan Kuo, Gu Ho, Xue Han, Lou Xing, Qing Sahe, Fam Mei.
Kini mereka sedang beristirahat, mungkin beberapa saat untuk memulihkan energi Qinya.
Selang beberapa saat setelah istirahat, kini Qing Shue sudah berada di arena, menandakan pertandingan akan dimulai.
"Pertandingan pertama Rey vs Yan Yuhai" Ujar Qing Shue.
Karena identitas Rey masih belum di ketahui jadi Qing Shue hanya memanggil Rey saja.
Kemudian mereka ber 2 melesat ke arena.
"Rey" Ujar Rey.
"Yan Yuhai" Balas Yan Yuhai.
Yan Yuhai langsung melesat ke arah Rey dengan kecepatan yang sangat cepat.
Tapi bagi Rey itu hanyalah kecepatan biasa, namun bagi para Ketua Sekte, tetua, Patriak Klan Bangsawan, maupun para penonton itu adalah kecepatan yang luar bias.
"Mainan anak kecil" Ujar Rey langsung memakai serangannya.
"Tiger Punch" Ujar Rey dengan cepat memukul Yan Yuhai.
Bugg!!
Yan Yuhai yang kini langsung terpental karena serangan dari Rey langsung memuntahkan darah segar.
"B-bagaiman mungkin" Ujar Patriak Yan.
"Sudah biasa ini pahlawan selalu muncul dikalangan pemuda" Balas Patriak Fam.
"Benar-benar" Balas Ketua Sekte.
"Menyerahlah, kau membuang tenagaku" Ujar Rey.
"Bajingan arogan, akan kubunuh kau" Balas Yan Yuhai.
Kemudian Yan Yuhai melesat lagi ke arah Rey dengan kecepatan yang sangat cepat melebihi yang tadi.
"Yare-yare padahal aku tidak ingin terlalu kasar" Ujar Rey.
Kemudian melesat ke arah Yan Yuhai.
__ADS_1
"Seni bela diri Heavly Palms" Ujar Yan Yuhai mengeluarkan sebuah tapak tangan.
"Seni bela diri tingkat Bumi Tahap Awal"
"Klan Yan memiliki anggota yang berbakat"
"Benar, masa depannya sangat menjanjikan"
Ujar para penonton.
Nampak Xiao Rysel yang sedikit kawathir kepada Rey, karena seni bela diri yang dikeluarkan oleh Yan Yuhai adalah seni bela diri Bumi Tahap Awal.
"Semoga kau baik-baik saja Rey" Ujar Xiao Rysel dengan kawathir.
"Hanya mainan" Ujar Rey.
"Tiger Punch" Ujar Rey.
Kemudian serangan dari Rey dan Yan Yuhai membuat ledakan.
BOOM!!
Nampak debu debu yang mulai berterbangan mengelilingi arena.
Setelah beberapa saat kemudian terlihat Rey dengan santai merapikan bajunya sedangkan Yan Yuhai terkapar di tanah, tanahnya pun retak.
"Hebat sekali"
"Dewa Rey sangat kuat"
"Sasuga Dewa Rey memang kuat"
Ujar para penonton.
"Untung kau menang Rey" Ujar Xiao Rysel.
"Muridmu yang bernama Rey sangat berbakat" Ujar Fam Shiro.
"Hahha, Patriak Fam terlalu memuji" Balas Ketua Sekte.
"Mungkin anggota Klan Yan saja yang terlalu lemah" Ujar Patriak Lou.
"Mungkin benar" Balas Patriak Xue.
"Kalian" Balas Patriak Yan kemudian memalingkan wajahnya, karena ia tidak mungkin melawan para Patriak Klan Bangsawan beberapa sekaligus.
Setelah itu Yan Yuhai di bawah oleh beberapa orang untuk diobati.
"Pertandingan Kali ini dimenangkan oleh Fam Rey" Ujar Qing Shue.
"Dewa Rey sangat kuat"
"Benar meski dingin tetapi sangat tampan"
"Bakat yang mengerikan" Ujar Seorang Tetua yang mengawasi arena pertarungan, meski begitu Rey tidak bisa mendeteksi Aura dadi orang tua itu begitu juga dengan para Patriak Klan Bangsawan dan Ketua Sekte maupun para tetua.
"Pertandingan kali ini Xue Yin melawan Yan Yan Juye" Ujar Qing Shue.
Mereka langsung berada di arena.
________
Kenapa gitu kebanyakan yang bertanding Klan Yan?, ya alasanya simple karena Klan Yan bakal musnah jadi sekalian aja gitu para Anggotanya di ketahui dikit dikit ntar ada deh pokoknya.
__ADS_1
End
Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen ya Readers makasih 😁😁