System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 32 : Pengkhianatan


__ADS_3

"Ayah balaskan dendamku" Ucap Chen Qi sambil menangis karena dipukul keras oleh Rey.


'Bajingan bocah ini malah nangis, apa-apaan ini' Gumam Rey dalam benaknya.


"Patriak Chen mohon berikan wajah untuk saya dan biarkan aku memukul Rey sekali" Ucap Chen Yange.


"Bajingan!!, kau ingin satu pukulan ha?, biar aku yang akan menemanimu sampai akhir" Balas Chen Yai.


Rey masih memandang Patriak Chen, apakah dia membantu Chen Yange atau akan sebaliknya?.


"Cukup kalian berdua, masalah ini selesai, Tetua Agung mohon kenbali ke tempat dan Rey kamu bisa melakukan pembangkitan Jiwa Bela Diri" Ucap Patriak Chen dan kembali duduk.


"Bagus Patriak anda akan menyesalinya" Gumam Chen Yange kemudian duduk ditempatnya dan memancarkan niat membunuh kepada Rey.


"Chen Rey kamu bisa melakukannya sekarang".


Chen Rey kemudian ingin melangkah namun dihentikan.


"Saudara Rey, biarkan aku terlebih dahulu dan Saudara setelahku" Balas Chen Fei sambil tersenyum.


Rey mengangguk dan membiarkan Chen Fei melakukannya terlebih dahulu. kemudian Chen Fei duduk bersila dan mulai bersiap membangkitkan Jiwa Bela Dirinya.


Tidak butuh waktu lama tujuh cahaya kuning dengan cepat keluar dan muncul sebuah seruling yang besar.


"Jiwa Bela Diri Huang tingkat Tujuh".


"Ya Dewa Jiwa Bela Diri Huang tingkat Tujuh".


"Apakah ini mimpi, Seruling Jiwa".


"Apa!!, Seruling Jiwa yang bisa membuat jiwa seseorang hancur berkeping-keping".


"Juga bisa untuk meningkatkan kultivasi".


Semua anggota Klan Chen menyoraki Chen Fei dan memuji-muji Chen Fei.


"Saudara Rey, saatnya kini giliranmu" Ucap Chen Fei.


"Tentu" Balas Rey singkat kemudian duduk diantara altar.


Rey merasakan ada gejala aneh yang ada ditubuhnya, tidak butuh waktu lama Rey bermeditasi diatas altar itu, sebuah pedang samar-samar disarakan oleh Rey.


Tanpa sadar Pedang berwarna biru tanpa ada yang istimewa, diikuti dengan sembilan cahaya berwarna kuning dan membuat semua orang tercengang.


[**Selamat Master, Membangkitkan Jiwa Bela Diri Pedang Immortal Zisi]


[Memperoleh 50.000 XP dan 50.000 Poin XP]


[Memperoleh Seni Bela Diri Pembelah Surga tingkat Kuno**]

__ADS_1


'Wow, seni bela diri tingkat kuno adalah seni bela diri yang tertinggi selain Surgawi' Gumam Rey.


"Jiwa Bela Diri Huang tingkat Sembilan".


"Apa!!!".


"Jiwa Bela Diri Huang tingkat Sembilan?".


"Bagaimana mungkin dia seorang sampah!!".


"Chen Rey jenius yang sebenarnya".


Bisik para anggota Klan Chen yang kini memuji Rey dan menyanjung nya.


"Selamat Saudara Rey, kamu membangkitkan Jiwa Bela Diri yang luar biasa" Ucap Chen Fei sambil tersenyum lembut.


"Hahaha!!, tidak ini hanya keberuntungan" Balas Rey sambil memandang Chen Qi yang nampak marah.


"Sisampah teriak sampah, cukup untuk menjadi rendah hsti dan tidak perlu terlalu sombong Fana/manusia" Kata Rey.


"Selamat Tetua Yai, anda tidak bilang bahwa Rey memiliki kultivasi yang tinggi dan berbakat" Ucap Patriak Chen.


"Tidak ini hanya keberuntungan dan usaha dari Rey" Balas Chen Yai sambil tertawa.


Chen Yange dan Chen Kesa saling memandang. mereka kemudian dengan cepat melesat kearah Patriak Chen.


"Bug!!".


"Dua Tetua Agung apa maksud nya ini?" Tanya Patriak Chen.


"Tidak ada, kami hanya ingin membunuhmu" Balas Chen Yange dan Chen Kesa.


"Sangat sombong, hanya dengan kalian ha?" Tanya Patriak Chen sambil marah.


"Tentu jika hanya kami, tidak mungkin kami akan mennag" Balas Chen Yange dan Chen Kesa.


Kemudian muncul banyak pasukan dari Klan Shangwan, beberapa pasukan ntah darimana dan mengepung semua anggota Klan Chen.


"Jadi apa yang anda inginkan Tuan Kota?" Tanya Patriak Chen sambil mengeluarkan auranya.


"Tidak ada apa-apa, tidak butuh dua raja ditempat yang sama" Balas Tuan Kota.


"Bagus sekali, apa kau tidak takut leluhurku akan membantai seluruh Klanmu?" Tanya Patriak Chen.


"Tentu aku takut jika itu beberapa saat lalu, namun saat ini situasinya berbeda" Balas Tuan Kota.


Kemudian muncul beberapa orang, diantaranya ada dua paruh baya dengan aura yang cukup menekan dan membuat Rey tersenyum kecut.


"Leluhur Shangwan dan Leluhur Peng!!" Teriak seorang dari jauh yang tidak lain adalah Leluhur Chen.

__ADS_1


Klan Peng termasuk Klan yang memasuki urutan nomer tiga dan juga kultivator gelap/aliran hitam.


"Saudara tidak perlu berteriak begitu" Balas Leluhur Shangwan sambil mengeluarkan aura Ranah Keilahian Bintang Dua.


Leluhur Peng juga mengeluarkan aura Ranah Keilahian Bintang Satu. banyak orang mulai kesusahan bernafas dan ada juga beberapa yang pingsan.


"Bagus kalian berdua, aku akan membunuh kalian!!" Teriak Leluhur Chen dengan cepat melesat kearah Leluhur Shangwan.


Leluhur Shangwan dengan cepat menghindar, mereka saling tukar pululan maupun bentrokan energi Qi, Leluhur Peng juga membantu Leluhur Shangwan dan membuat Leluhur Chen terpent.


"Bug!!".


"Uhuk.., kalian cukup bagus, aku tidak menyangka akan menjadi begini namun Klan utama akan membantai kalian" Ucap Leluhur Chen sambil terbatuk darah.


"Klan utama?, hahaha!! lucu sekali, Klan utamamu tidak lama juga akan hancur dan hanya aja Klan Shangwan" Balas Leluhur Shangwan sambil tertawa keras.


"Chen Baiu evakuasi semua murid Klan Chen dan larilah" Ucap Leluhur Chen.


"B-bagaimana dengan anda Leluhur?" Tanya Chen Baiu yang merupakan Patria Chen.


"Sudahlah, aku akan menahannya" Balas Leluhur Chen.


Chen Baiu kemudian memerintahkan beberapa tetua namun mereka telah mengkhianatinya dan hanya tersisa Tetua Pertama beserta 18 anggota Klan yang masih setia.


"Aku tidak bisa berkata apa-apa saat anggota Klan Chenku bahkan sudah berkhianat" Ucap Chen Baiu sambil menghela nafas.


"Kita akan bertarung bersama lagi Tetua Yai" Lanjut Chen Baiu.


"Sepertinya begitu Patriak" Balas Chen Yai bersiap untuk berperang melawan orang mereka sendiri.


"Saudara Rey" Ucap Chen Fei.


"Tenanglah Saudari Fei, kita akan melihat pertunjukkan yang seru" Balas Rey sambil menggandeng lengan Fei.


Leluhur Chen masih menahan swrangan dari Leluhur Shangwan dan Leluhur Peng. nampak Leluhur Chen memakai Jiwa Bela Dirinya yang merupakan pedang panjang yang sedikit ramping dan berada di Huang tingkat Sembilan.


Leluhur Chen cukup kesulitan menahan dua orang yang berada di Ranah sama dan sesekali ia memuntahkan darah.


"Leluhur Chen, saya akan menawarkan sebuah penawaran yang bagus untuk situasi saat ini" Ucap Rey yang sudah berada tidak jauh dari Leluhur Chen.


"Bocah, apa yang kau maksud?" Tanya Leluhur Chen.


"Saya bisa mengeluarkan Klan Chen anda dari situasi ini dan mungkin Klan Chen masih memiliki masa depan" Balas Rey.


Fei yang berada disamping Rey bingung dengan perkataan Rey dan tidak tahu harus apa.


To Be Continued


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen ya Readers makasih 😁😁

__ADS_1


__ADS_2