System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 62 : Ujian Peninggalan Kuno Sekte Seribu Pedang


__ADS_3

Masih sama sampai detik ini Rey masih bermain-main. namun saat wajahnya terkena goresan, ia langsung berwajah suram dan menatap tajam dua paruh baya.


"Kalian!!, beraninya menggores wajahku!!" Teriak Rey kemudian niat membunuhnya langsung keluar dan membuat dua tetua langsung tertekan.


Meski Rey memakai topeng namun tetap saja wajahnya bisa tergores oleh niat Pedang Tingkat Pertama dan juga topengnya tidak terlalu kuat untuk menahan niat Pedang Tingkat Satu.


"Niat membunuh bocah ini cukup kuat, jika dia tumbuh dimasa depan akan menjadi iblis yang menakutkan" Paruh baya laki-laki sangat waspada terhadap Rey.


"Benar alangkah baiknya jika kita bisa membunuhnya sekarang" Paruh baya wanita juga memiliki pandangan yang sama seperti paruh baya laki-laki.


Rey hanya tertawa saat dia dipanggil iblis oleh orang lain, seketika Rey langsung menghilang dihadapan dua tetua dan dengan singkat langsung memukul kedua tetua hingga memuntahkan darah.


Tidak sampai disana saja, Rey dengan sangat cepat menendang mereka hingga langsung jatuh ketanah dan membuat semua murid yang berkumpul disana langsung berlarian.


Rey tersenyum dan dengan sangat cepat langsung memukul lagi kedua Tetua itu. semua murid tidak percaya bahwa dua tetua mereka dengan mudahnya dihajar habis-habisan oleh seorang misterius.


Saat Rey ingin menusuk kedua Tetua itu, ia tidak menyangka bahwa ada lima orang yang sudah menahannya dan Rey seketika reflek dan menjauh beberapa meter.


'Patriak Sekte Seribu Pedang, satu Tetua Agung, satu Tetua Tertinggi, satu Tetua biasa dan satu Wakil Kepala' Batin Rey melihat lima orang itu.


Salah satunya membantu dua Tetua yang pingsan untuk berdiri dan mengobatinya dengan pil. Rey hanya terdiam saja dan menatap tajam seorang paruh baya.


Paruh baya itu juga menatap tajam mata Rey dan ada sedikit niat membunuh terpancar didalam mata paruh baya laki-laki itu. mungkin Patriak Sekte Seribu Pedang ini orang yang cukup kuat.


Menilai dari auranya mungkin Patriak Sekte Seribu Pedang berada di Alam Yin dan Yang Bintang Tujuh karena terluka hingga menyebabkan kultivasinya turun.

__ADS_1


"Aku Patriak Sekte Seribu Pedang, Huan Jia, perkenalkan dirimu dan kita akan menyelesaikannya masalah ini dengan damai" Huan Jia berkata dengan kebenaran dan tidak ada niatan untuk bertarung.


Huan Jia tahu bahwa Rey hanya bermain-main saat melawan dua Tetuanya karena dinilai dari auranya, Rey hanya memakai 60% kekuatannya dan dengan mudah membuat dua Tetuanya dihajar habis-habisan.


Huan Jia juga memiliki luka dalam yang membuatnya hanya bisa menampilkan kekuatan Alam Yin dan Yang Bintang Lima, meski begitu Tetua Tertingginya berada di Alam Yin dan Yang Bintang Tujuh maupun leluhurnya.


Meski leluhurnya dalam retret namun bila dia dipanggil pasti akan datang dan meredahkan ancaman Rey. Rey juga tahu bahwa leluhur Sekte Seribu Pedang berada di Alam Nirvana.


"Aku Aga, Kultivator pedang pengembara yang tidak sengaja merasakan niat Pedang yang kuat berasal dari Sektemu" Rey memperkenalkan dengan sopan dan ramah.


Huan Jia juga tahu bahwa Rey datang kesini untuk peninggalan dari Sektenya yang sudah dijaga selama ratusan tahun dan belum ada orang yang bisa memilikinya.


"Jadi kau seorang Kultivator pedang, jika kau bisa merasakannya berarti kau layak mengikuti ujian peninggalan Sekteku" Seketika empat Tetua langsung kaget dengan usulan Huan Jia.


Huan Jia menatap mereka, mereka berempat kemudian setuju dengan Huan Jia, kekuatan dari orang misterius ini cukup menakutkan karena meski hanya Alam Inti Emas bisa membuat dua Tetua Alam Yin dan Yang langsung ambruk seketika.


"Tapi jika kau bisa mendapatkan peninggalan kuno itu, maka kau akan memiliki takdir yang terikat dengan Sekteku" Huan Jia menatap Rey dengan serius.


Rey mengangguk dan menandakan bahwa ia memang akan terikat dengan Sekte Seribu Pedang. Huan Jia merasakan keberanan dari jawaban Rey dan mulai mengantar Rey ketempat ujian peninggalan kuno.


Dua Tetua membawa dua Tetua yang pingsan dan hanya menyisahkan dua Tetua yang mengikuti Huan Jia. Rey juga mengikuti Huan Jia dengan santai.


Meski mereka tadi merupakan musuh namun sekarang mereka bisa saja menjadi sekubu dan mungkin saja Rey adalah orang yang ditakdirkan.


Huan Jia mulai mengingat bahwa dimasa depan akan ada kultivator misterius yang datang dan akan mengambil peninggalan kuno itu.

__ADS_1


Huan Jia sekarang mempercayai omong kosong dari Patriak sebelumnya dan hanya menghela nafas kecil. semoga saja ini bukan pilihan yang buruk.


Para murid dibubarkan oleh Tetua lainnya dan mengatakan bahwa ini hanyalah salah faham. para murid juga tidak bodoh dan mereka dengan enggan percaya.


Mereka tidak bisa bertarung dengan Rey atau mereka akan menderita kerugian, mereka masih memiliki saingan dan jika kekuatan tempur mereka berkurang maka saingan mereka akan mendapatkan manfaat.


Mereka kini sudah berada disebuah pintu yang memancarkan niat Pedang yang kuat dan Rey merasakan bahwa niat Pedang ini mungkin Tingkat Empat atau Lima.


"Kau bisa memulai ujiannya saat memasuki ruangan ini, percaya atau tidak terserah anda" Huan Jia bersama yang lainnya mulai pergi dan meninggalkan Rey sendirian didepan pintu itu.


"Baiklah sudah saatnya aku memanen peninggalan kuno ini" Gumam Rey kemudian membuka pintu dan merasakan bahwa niat Pedang ini sangat kuat.


Tiba-tiba pintunya tertutup dan muncul sebuah bayangan paruh baya dengan aura yang kuat. Rey merasakan bahwa paruh baya ini memiliki niat Pedang yang kuat dan mendominasi.


"Ujian peninggalan kuno akan dimulai dalam lima menit kemudian, persiapan dirimu" Paruh baya itu menghilang dan menyisahkan Rey yang terdiam.


Lima menit kemudian paruh baya itu muncul dan memandangi Rey dengan wajah datar. Rey nampak sangat serius dengan ujian ini.


"Ujian dibagi menjadi dua, jika berhasil melewatinya maka anda bisa mendapatkan peninggalan kuno ini, ujian pertama menahan serangan niat Pedang Tingkat Tiga dengan niat Pedangmu sendiri, ujian kedua harus memahami niat Pedangmu dan mendapatkan persetujuan niat Pedangku" Paruh baya itu menjelaskan dan kemudian muncul sebuah pedang tajam.


Pedang itu berwarna biru dengan aura yang kuat namun jumlahnya sangat banyak, bukan masalah dengan jumlahnya hanya saja kekuatannya sama dengan yang lainnya.


"Hehehe, ini semakin menarik" Rey dengan sangat serius memadatkan niat Pedang Tingkat Pertama dan niat membunuh yang kuat.


Semua yang dimiliki oleh Rey dikerahkannya dan bukan hanya itu saja. Tubuh Pedang, Tubuh Tujuh Elemen dan Dao Petir yang ada disekitarnya.

__ADS_1


To Be Continued


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2