System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 90 : Diserang Oleh Aliansi Tujuh Bintang II


__ADS_3

Pertarungan demi pertarungan membuat banyak kultivator mulai berkumpul, mereka curiga adanya sekelompok kultivator yang menyerang secara tiba-tiba.


Namun siapa sangka yang bertarung memiliki kekuatan yang jauh diatas para kultivator itu dan akhirnya mereka hanya bisa melihat dari kejauhan.


Pertarungannya sangat cepat bahkan ada seorang ahli Alam Raja Mendalam Orde Pertama yang melihat tidak bisa mengikuti kecepatan pertarungan dan juga ia sangat ketakutan.


Kekuatan mana ini yang sedang bertarung?, mengapa sangat kuat, meski begitu banyak kultivator tahu bahwa pertarungan ini cukup tidak adil.


Sebenarnya ada beberapa Ahli Raja Mendalam yang datang, mereka juga melihat Rey yang hanya kultivator Alam Nirvana Bintang 9 dan mereka sangat terkejut karena kecepatannya.


Kecepatan ini sangat jelas tidak mungkin untuk ahli nirvana, mereka meyakini bahwa Rey merupakan ahli Raja Mendalam namun tetap saja masih ada yang aneh.


Mereka sama-sama ahli Raja Mendalam namun tidak bisa mengikuti pergerakan Rey dan ini memunculkan pertanyaan. apakah mereka terlalu lemah atau Reynya saja yang amat kuat.


Tan Tian kini yang melawan paruh baya itu memiliki beberapa kesulitan, pertama dia hanyalah jiwa orang mati yang jika terus bertarung bisa mengilang.


Yang kedua ia tidak bisa mengontrol energi Qi dengan benar karena dia hanyalah sebuah jiwa dan tidak terlalu memiliki banyak energi Qi.


Namun jika ia memaksakan untuk menang melawan paruh baya itu, maka dibutuhkan seluruh kekuatannya dan dia bahkan berkemungkinan akan mati.


Ya Tan Tian tidak peduli itu, selama ancaman telah diselesaikan entah ia mati atau tidak, ia tetap akan menerima takdir yang akan mengarahkannya.


"Tan Tian sepertinya kekuatanmu sangat lemah, bahkan tidak bisa mengerahkannya dengan benar" Cibir paruh baya sambil terus bertarung.


Tan Tian menyeringai lalu berkata "Hu.., kau bahkan tidak meningkat sama sekali".


Mereka saling menghina namun tetap bertarung, kekuatan utama dari paruh baya itu adalah sebuah teknik yang mengandung unsur angin mungkin.


Karena dari serangan maupun pertahannya selalu ada angin yang mengikutinya, sedangkan Tan Tian memiliki unsur petir yang kuat dan ya mereka sama-sama kuat.

__ADS_1


Pertarungan mereka berdua sangat membuka mata bagi para kultivator Alam Raja Mendalam, yang satunya memiliki petir yang amat kuat dan yang satunya sangat lincah.


Meski mereka berdua terlihat sama-sama lincah, paruh baya itu lebih lincah dan seluruh serangannya amat ringan. Tan Tian sendiri cukup kesusahan untuk melawan paruh baya itu.


Diposisi Rey saat ini cukup kesulitan karena harus melawan kultivator Alam Half-Saint yang amat kuat, meski hanya avatar saja dan Rey sudah kewalahan.


"Heaven Splitter!!" Teriak Rey lalu membentangkan pedangnya dan dengan cepat mengerahkan kearah lawannya.


"Hoo serangan ini cukup kuat, biarkan Yan Ma membuka mata anda bahwa seranganku lebih kuat. Pedang Pembeku!!" Teriak Yan Ma.


Seketika semburan pedang es muncul disekitarnya, hawa dingin langsung membanjiri areanya dan sontak Rey sangat terkejut karena serangannya sedikit demi sedikit membeku.


Bukan hanya membeku, bahkan serangannya menjadi amat lambat dan juga Rey merasakan bahwa gerakannya sendiri melambat.


Rey menoleh kearah Yan Ma lalu berteriak "Formasi Seribu Pedang Petir!!".


Seketika hujan pedang muncul disekitar Rey, Rey mengarahkannya kearah Yan Ma lalu berkata "Serang!!".


Sepuluh Pedang berwarna kebiruan muncul disekitar Yan Ma, pedang itu terlihat seperti hidup dan mengawasi pergerakan Rey. Yan Ma membuka mulutnya lalu berkata "Serang!!".


Meski jumlah pedang yang dikeluarkan oleh Yan Ma tidak sebanyak Rey namun kekuatan dari 1 pedang miliknya mampu mematahkan 5 pedang petir milik Rey.


Pertarungan antara pedang ini membuat tontonan yang menarik, Rey sendiri sepertinya terlalu banyak menghabiskan energi Qinya dan Yan Ma pun begitu saja.


Mengendalikan banyak pedang membuat energi Qi mereka terkuras dengan cepat, meski begitu jika mereka berhasil mendaratkan 1 serangan maka serangan lainnya pasti mendarat juga.


Penonton mulai semakin ramai, bahkan ada yang memakai Star Ship, Star Ship merupakan sebuah kapal yang bisa terbang keruang angkasa dan yang memilikinya hanya orang tertentu saja.


Seorang paruh baya dengan seorang pemuda melihat kearah pertarungan, paruh baya membuka mulutnya lalu berkata "Tuan Muda tidak baik untuk terlalu dekat dengan pertarungan antar ahli".

__ADS_1


Tuan Muda Itu mengangguk lalu memperhatikan bahwa pertarungan ini sangat sengit dan samar-samar merasakan bahwa salah satu dari ahli itu kekuatannya setara dengan ayahnya.


"Penatua apakah anda tahu seberapa kuat kultivator yang bertarung itu?" Tanya Tuan Muda sambil menyesap tehnya.


Penatua itu memperhatikan sebentar lalu berkata "Semuanya merupakan Ahli Half-Saint namun ada 1 Ahli Nirvana yang mampu mengimbangi Ahli Half-Saint".


Tuan Muda itu langsung memuntahkan tehnya, ia menatap Rey dengan perasaan terkejut lalu berkata " Sepertinya kultivator itu memiliki beberapa kemampuan".


Setelah itu mereka tetap melihat pertarungan antara Rey dan musuhnya. meski Star Ship mereka cukup menonjol tidak ada yang berani mengomentarinya karena alasan tanda di Star Ship.


Tanda sebuah pedang berwarna emas dan ada naga emas yang mengelilinginya merupakan tanda dari Tanah Suci Awan. Tuan Muda itu merupakan Tuan Muda dari Tanah Suci Awan, mereka awalnya ingin menuju ke wilayah Iblis namun siapa sangka malah ada sebuah pertarungan yang dasyat.


Rey kini mulai kehabisan energi Qinya dan pedang petirnya mulai keluar sedikit, Rey tersenyum lalu menyeringai lagi dan berkata "Sepertinya tidak ada pilihan lain".


Yan Ma sedikit bingung dengan yang diomongkan oleh Rey namun perasaan familiar yang samar membuatnya terkejut lalu berbicara rendah "Ini adalah Energi Dao kan?".


Rey mengangguk ringan kemudian memadatkan energi dao menjadi sebuah gumpalan yang kecil, meski terbilang kecil ini sudah cukup untuk membunuh Yan Ma.


"Sepertinya aku akan kalah hari ini, hehehe, bocah kamu memang sangat misterius, kalau sudah ke benua utama jangan lupa untuk mengunjungi Klan Yanku" Yan Ma terkekeh lalu menyiapkan serangan terakhirnya.


Rey tersenyum lalu melesat dengan cepat kearah Yan Ma dengan wajah galak "Dao Explosion!!".


Teriak Rey lalu meledakkan energi dao kearah Yan Ma, Yan Ma berteriak juga "Bunga Lotus Pengguncang!!".


Ledakan terjadi yang membuat banyak orang langsung mundur agar tidak terkena ledakan bahkan Star Ship milik Tuan Muda Tanah Suci Awan juga menjauh.


Efek ledakan ini membuat tanah yang memiliki lubang yang amat besar, Yan Ma telah menghilang bersama dengan ledakan dan Rey sendiri memiliki banyak luka disekujur tubuhnya.


To Be Continued

__ADS_1


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2