
'System aku ingin meningkatkan Three Divine Starku menjadi Ten Divine Star'
[Sudah System juga bahwa Master akan melakukan hal ini oleh karena itu System telah menghitung berapa Juta Poin XP yang perlu dibayar oleh Master]
'Baiklah berapa jadinya?'
[227 Juta Poin XP Master]
'Apa kau sinting System?, aku baru saja mendapatkan banyak Poin XP dan kau ingin aku menghabiskan banyak Poin XPku ha?'.
[Tenang saja Master, jika Master meningkatkan menjadi Ten Divine Star maka kecepatan kultivasi Master sangat cepat dan bahkan Master dapat melakukan terobosan berturut-turut]
[Juga energi bumi maupun langit beserta bintang milik Master akan sangat melimpah dan jauh beberapa kali lebih banyak daripada Kultivator yang memiliki ranah yang sama dengan Master]
[Jadi bagaimana Master apakah jadi untuk meningkatkannya?]
'Aku akan memikirkannya terlebih dahulu'
Setelah Itu Rey berfikir cukup keras, mempertimbangkan apakah akan menghabiskan Poin XPnya atau tidak dan juga apa yang harus ia lakukan setelah menghabiskan Poin XPnya.
Untungnya Rey ingat bahwa peperangan masih akan terjadi di masa depan dan Poin XP bisa didapat dengan mudah olehnya. untuk sekarang kekuatan lebih utama.
'Oke System tingkatkan!!'
[Meningkatkan Three Divine Star menjadi Ten Divine Star, mengurangi 227 Juta Poin XP]
[Sisa Poin XP: 33 Juta Poin XP]
Seketika luapan energi bumi, langit, bintang langsung membuat bawahan Rey yang menjaganya kaget dan bahkan Fam Zhanze merasa gemetar dihadapkan energi ini.
Fam Zhanze langsung menjaga jarak dari Rey dan tertawa "Sekian lama saya tidak merasakan ketakutan namun sekarang saya merasakan ketakutan itu lagi".
Fam San yang mendengar tawa dari Fam Zhanze ikut tertawa "Benar saja bahwa Tuan memang mengerikan, energi ini melesat kedantiannya dan langsung menyatu dalam dantiannya".
Fam Zhanze mengangguk "Sepertinya Tuan akan naik ke Ranah Saint Heavenly dan tidak hanya Orde Pertama namun Orde Ketiga!!".
__ADS_1
Fam San mengangguk ringan, Fam Xu yang ada disana sangat gemetar ketakutan karena energi ini dan dengan cepat membuat pelindung untuk dirinya sendiri.
Diatas langit langsung muncul awan berwarna emas kemerahan yang terlihat dan bahkan banyak Ahli merasa sangat ketakutan dengan awan ini.
5 Utusan Penjaga Bintang yang melihat itu langsung menuju kearah Rey, 3 Iblis Agung yang dari jauh melihat awan itu langsung menuju kearah itu dan 10 Sesepuh Agung dari Ras Beast juga mengikuti.
Rey masih tetap fokus untuk menyerap energi ini, ia mulai menstabilkan energinya dan juga mencoba untuk tidak meloloskan energi yang kabur.
Setelah selesai melakukan penyerapan Rey bergumam "Banyak Ahli kuat diluar sana, sepertinya mereka datang kesini karena kenaikanku yang akan menjadi Ahli Ranah Saint Heavenly".
5 Utusan Penjaga Bintang telah sampai, 3 Iblis Agung juga telah datang dan 10 Sesepuh Agung dari Ras Beast juga datang.
Ji Bai menoleh kearah Iblis yang terlihat kuat "Saudara Xiang sepertinya tertarik dengan fenomena yang ada diwilayah Ras Manusia".
Xiang yang mendengar itu, ia menjawab "Bagaimana saya tidak tertarik jika seorang Ahli Ranah Saint Heavenly akan lahir?".
Ji Bai tertawa lalu memiliki ekspresi serius "Apa Saudara Xiang akan menganggunya untuk menerobos Ke Ranah Saint Heavenly?".
Xiang semakin tertawa keras "Saudara Bai apakah kau tidak tahu bahwa orang itu memiliki 3 penjaga yang cukup kuat meski Ranahnya tidak terlalu kuat".
Fam Zhanze sendiri cukup mampu untuk melawan Ahli Ranah Saint Heavenly Orde Pertama dan Fam San juga sama dengan Fam Zhanze namun ada peluang untuk kalah.
Fam Xu meski tidak terlalu kuat, ia yakin akan mampu untuk menahan Ahli Ranah Saint King dan bahkan Ahli Ranah Saint Heavenly mungkin ia juga mampu.
Ji Lou sangat senang karena orang yang ditunggunya sekarang benar-benar akan naik ke Ranah Saint Heavenly dan membuat hukum alam yang menakutkan.
Salah satu sesepuh dari Ras Beast ikut ngobrol "Sepertinya Ras Manusiamu diberkati oleh para Dewa".
Ji Bai terkekeh "Yah jika dia mampu untuk menahan hukum alam ini, saya yakin dia akan menjadi Ahli Ranah Saint Heavenly terkuat yang ada di benua tengah".
Ratu Iblis juga datang dengan 3 Iblis Agung, ia bertanya "Kakek mengapa kita tidak menyerang pemuda itu sebelum menjadi ancaman yang tidak perlu?".
Xiang yang merupakan kakek dari Ratu Iblis tertawa "Mei'er didalam hukum benua tengah tidak boleh mengganggu seorang Ahli yang ingin naik ke Ranah Saint Heavenly".
Mei'er mengangguk karena dia tahu bahwa ada aturan tidak tertulis seperti itu dan jika ada yang melanggarnya terkena hukuman yaitu disambar petir.
__ADS_1
Setelah awan yang berwarna emas kemerahan itu telah berkumpul sepenuhnya, awan itu berbentuk seekor serigala yang ganas dan memiliki ukuran tubuh sekitar 3 meter.
Para Ahli yang kuat sangat kaget "Hukuman berbentuk hewan yang artinya bakat pemuda ini sudah menentang surga dan bahkan surga tidak merestuinya".
Xiang terkekeh "Sepertinya pemuda itu tidak akan bisa menahan hukum alam ini dan mungkin saja bisa langsung mati".
"Apa kau yakin Saudara Xiang?".
"Tentu aku sangat yakin dan 100% dia akan mati" Tegas Xiang pada Ji Bai sambil tertawa.
"Bagaimana jika pemuda ini berhasil?".
"Jika dia berhasil melewati hukum alam ini, Ras Iblisku akan setuju untuk bekerja sama dengan Ras Manusiamu" Ji Bai tertawa karena Xiang telah kemakan omongannya.
"Juga jika dia tidak berhasil saya ingin Artefak Kelas Emperor Profound bagaiman?".
"Setuju!!".
Kesepakatan ini membuat dua orang bau tanah ini saling tertawa dan bahkan mereka sudah yakin akan pilihan masing-masing dari mereka.
Salah satu sesepuh yang biasanya dipanggil Gang tertawa "Baiklah saya akan ikut juga, jika dia berhasil Ras Beast akan setuju untuk bekerja sama dan jika gagal saya ingin Artefak Kelas Emperor Profound".
"Setuju!".
Ji Lou masih yakin dengan pilihan dari Ji Bai namun Xuan Zong dan Chu Xi sangat tertekan. jika tebakan Ji Bai salah 2 Artefak Kelas Emperor Profound yang hanya ada beberapa akan berkurang 2.
Namun jika pilihan Ji Bai benar maka persatuan semua Ras akan terjadi dan ini merupakan sejarah benua tengah.
Awan berbentuk serigala itu mendekat ke arah Rey, disekitar Rey telah hancur karena energi milik Rey dan sekarang disekitarnya hanya tanah kosong dengan beberapa puing-puing.
"Majulah!!" Teriak Rey.
To Be Continued
Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁
__ADS_1