
"Apa maksudmu Ro?" Tanya Patriak Gu memandang Fam Shiro dengan bingung. "Aku bilang dia cucuku, apakah kau ingin membunuhnya?" Balas Fam Shiro sambil mengeluarkan auranya.
"Bajingan, mana mungkin dia cucumu" Ucap Patriak Gu tidak lercaya bahwa Rey adalah cucu dari Fam Shiro. "Persetan denganmu, jika kau ingin membunuhnya lewati dulu mayatku" Balas Fam Shiro sambil menatap tajam patriak Gu.
"Dia sudah membunuh anakku, apa kau pikir aku akan melepaskannnya?" Tanya patriak Gu. "Aku tidak peduli dengan anakmu, jika kau benar-benar berani menyentuhnya aku pastikan klanmu akan hilang dari Dinasti Hyo" Balas Fam Shiro sambil mengancam.
"Bagus-bagus sekali maka kita akan berperang" Ucap patriak Gu kemudian muncul ribuan pasukannya. "Baiklah, sepertinya hanya bisa lewat pertarungan" Balas Fam Shiro kemudian muncul puluhan kali lebih banyak pasukan daripada pasukan dari klan Gu.
Semua orang tercengang saat melihat 2 kekuatan terbesar di dinasti hyo akan berperang, bahkan ketua sekte saja sampai tidak bisa apa-apa dan hanya menyuruh para murid untuk dievakuasi.
"Kalian, apa yang terjadi dengan kalian dan berhentilah bermain-main seperti anak kecil" Ucap suara yang tiba-tiba datang dari jauh. "Hormat Kaisar" Balas semua orang yang disana kecuali Fam Shiro dan Rey tidak hormat.
"Apa yang terjadi disini Ro?" Tanya Kaisar tahu bahwa kekuatan klan Fam tidak kalah kuat dibandingkan kekuatan dari pasukan dinasti. "Aku hanya ingin melindungi cucuku" Balas Fam Shiro dengan cuek.
"Cucunya membunuh anakku, aku ingin meminta penjelasan" Ucap Patriak Gu. "Apakah benar?, begitu" Balas Kaisar kemudian ada seseorang yang membisikkannya.
"Ro, sepertinya kau harus mendisiplinkan cucumu agar tidak berbuat seenaknya" Ucap Kaisar. "Aku tidak peduli dan ingat bahwa dia adalah cucuku jika sampai ada yang menyentuhnya aku akan membinasakannya" Balas Fam Shiro sambil mengeluarkan auranya.
Aura dari Fam Shiro cukup membuat kaisar dan penjaganya bergidik karena Fam Shiro selalu berada dimedan pertempuran auranya sangat kuat hingga membuat kaisar kehilangan kata-kata.
"Aku akan memberikan penjelasan yang memuaskan, untuk sekarang bubar dan jangan ada lagi keributan yang besar" Ucap Kaisar memandangi patria Gu. "Baik" Balas patria Gu kemudian membawa mayat anaknya dan pergi dengan para pasukannya.
__ADS_1
Rey yang kini masih teridiam karena kehilangan kata-kata saat Fam Shiro tahu identitasnya dan membuat Rey terdiam.
"Rey" Ucap Fam Shiro menghampirinya. "Siapa kau pak tua" Balas Rey yang menolak untuk diketahui identitasnya. "Aku kakekmu bajingan kecil" Ucap Fam Shiro sambil tertawa. "Aku bukan cucumu pak tua" balas Rey acuh.
"Kau memang Rey, kau selalu memanggilku pak tua dan alasan apa kau menyembunyikan identitasmu?" Tanya Fam Shiro kemudian memeluk Rey. "Jadi sepertinya aku sudah ketahuan ya" Balas Rey kemudian memeluk Fam Shiro.
Mereka akhirnya mengobrol dengan tenang, Rey menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dan membuat Fam Shiro marah hingga auranya meledak-ledak. "Tenanglah pak tua" Ucap Rey menenagkan Fam Shiro. "Aku tidak menyangka bahwa paman dan bibimu akan sekejam ini" Balas Fam Shiro sambil mengepalkan tangannya.
"Saudara Rey" Ucap Fam Liu yang kini langsung memeluk Rey. "Kak Liu" Balas Rey juga memeluk Fam Liu. "Aku tidak menyangka bahwa kamu menjadi sangat kuat" Ucap Fam Liu merasa kekuatan Rey hampir menyamainya. "Hahaha, bisa saja kak Liu" Balas Rey sambil tertawa kecil.
"Baiklah menurut dari ceritamu bahwa ada seorang dewa yang jatuh, memperbaiki dantianmu, mengajarimu sebuah ilmu bela diri yang kuat, kau juga bisa alkemis dan dewa yang jatuh itu bagaimana kabarnya?" Tanya Fam Shiro yang ingin tahu dewa yang menyelamatkan Rey. "Dewa jatuh itu mati karena diserang oleh musuh yang kuat dan memberikan sedikit kekuatannya kepadaku sebelum mati karena aku memberikannya air minum" Balas Rey yang tentu saja bohong.
"Baiklah jika itu keinginanmu, tetapi ingat bahwa klan Gu, Klan Yan akan mengincarmu dan aku akan memberikan perlindungan untukmu" Ucap Fam Shiro. "Baik pak tua" Balas Rey.
"Sungguh tidak terduga saudara Fam" Ucap patria Xue yang tiba-tiba datang dan menyapa Fam Shiro. "Tidak terduga kenapa suadara Xue?" Balas Fam Shiro kemudian menoleh ke arah patriak Xue.
"Anakku dengan anakmu sepertinya saling suka" Ucap patriak Xue menatap Xue Yin. "Ayah" Balas Xue Yin yang malu. "Hahaha!!, sungguh benar-benar takdir mengikat klan kita" Ucap Fam Shiro. "Benar jadi bagaimana apakah kita akan menggelar pernikahan". Balas patriak Xue.
"Tentu aku akan menyerahkannya kepada Rey" Ucap Fam Shiro sambil menatap Rey. "Aku akan menikahinya saat aku sudah mencapai ranah surga dan tentu saja mungkin dalam beberapa tahun kedepan" Balas Rey membuat orang yang berada didekatnya kaget karena untuk naik kerana Surga membutuhkan beberapa dekade bahkan ratusan tahun.
Fam Shiro naik ke ranah surga pada saat usianya 172 tahun dan sekarang berada di ranah surga tahap 7 diumur 255 tahun dan Rey sekarang masih berumur 17 tahun.
__ADS_1
"Apa kau tidak membual Rey didepan istri masa depanmu?" Tanya Fam Shiro. "Aku tidak pernah membual pak tua, lihat saja beberapa tahun kedepan aku pasti akan berada di ranah surga" Balas Rey dengan penuh percaya diri.
Mereka yang melihat Rey percaya diri langsung menghela nafas, hal-hal yang tidak masuk akal memang sering terjadi di dunia ini dan tentu saja jenius seperti Rey pasti akan muncul.
"Baiklah jika begitu, Rey mulai sekarang Xue Yin akan tinggal dengamu" Ucap patria Xue. "Apakah kamu mau Yin'Er?" Tanya patria Xue. "Iya yah" Balas Xue Yin sambil malu-malu.
"Baiklah jika begitu aku akan menyiapkannya" Ucap ketua sekte yang kemudian memberanikan diri untuk berbicara. "Baiklah jika begitu ketua sekte aku akan menitipkan cucuku dan menantuku" Balas Fam Shiro.
Kemudian Fam Shiro pergi meninggalkan Rey, patriak Xue juga pergi dan semua orangpun akhirnya membubarkan diri.
Kini Rey dan Xue Yin melesat dengan cepat menuju ke arah mansion Rey karena Xue Yin akan tinggal didalam mansion Rey.
"Apa kau yakin Yin'Er?" Tanya Rey dengan serius. "Aku yakin Rey dan aku senang bisa menjadi pasanganmu" Balas Xue Yin sambil memerah wajahnya.
Mereka tahu apa yang dimaksud dengan tinggal bersama di mansion dan Rey ingin memastikannya apakah Xue Yin benar-benar yakin.
Rey tidak ingin melakukan hal itu kepada orang yang terpaksa atau tidak mau dengannya dan jika sampai terpaksa Rey tidak akan melakukannya inilah prinsipnya.
End
Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen ya Readers makasih 😁😁
__ADS_1