System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 31 : Kebangkitan Jiwa Bela Diri II


__ADS_3

Kemudian Chen Kiso duduk disebuah altar yang khusus untuk membangkitkan Jiwa Bela Diri dan nampak senyum yang sombong.


'Bajingan sombong, sepertinya aku cukup senang saat menghancurkan orang yang sombong itu' Gumam Rey sambil tertawa dalam benaknya.


Rey punya dua bawahan Ranah Keilahian dan dikota Hambu tidak banyak yang bisa menandinginya kecuali para Leluhur Klan.


Leluhur Klan Chen dirumorkan memiliki Kultivasi Ranah Keilahian Bintang Satu dan juga ada rumor yang mengatakan bahwa Leluhur Klan Chen sebenarnya memiliki Jiwa Bela Diri Huang tingkat Sembilan.


Ya namanya juga rumor, tidak ada yang tahu kecuali si author eh lupa gw authornya.


Selang beberapa saat muncul empat cahaya kuning dan sebuah Kipas besar berwarna putih.


"Jiwa Bela Diri Huang tingkat Empat".


"Wow!!".


"Masa depannya tidak terbatas".


"Klan Chen akan bangkit lagi dan menguasai Kota Hambu".


Nampak Chen Kuso yang dengan angku memamerkan Jiwa Bela Dirinya yang dianggap sampah oleh Rey. Rey cukup percaya diri karena menurut System Jiwa Bela Dirinya Huang tingkat Sembilan dan masih dapat dibangkitkan.


Namun System tidak menjawab tentang bentuk dari Jiwa Bela Diri Rey dan hanya diam.


"Selamat Tetua Agung, putra anda sangat berbakat" Ucap Patriak Klan Chen sambil memberi hormat.


"Hahaha!!, Patriak terlalu memuji dan tidak seperti anak siapa itu yang hanya seorang sampah" Balas Tetua Agung yang bernama Chen Kesa.


Chen Kesa melirik Rey yang berada tidak jauh darinya dan dengan tatapan menjijikan. Rey yang melihat itu hanya tersenyum.


'Bajingan, sudah tua pikiranmu masih tolol atau apa ha?, akan kuberi kau kematian yang layak!!' Gumam Rey kesal karena dipanggil sampah.


Chen Yai juga cukup geram saat Rey dipanggil sampah, namun itu kenyataan Chen Kuso sekarang berada di Ranah Bumi Bintang Lima dan Rey hanya berada di Ranah Bintang Sembilan.


Chen Kesa memiliki permusuhan dengan Chen Yai karena beberapa tahun lalu, Chen Yai merebut wanita Chen Kesa yang merupakan ibu dari Chen Rey.


Ya mereka berhubungan gelap sih, author bikin gitu bae aja biar saru berhubungan ma pacar orang, ehh tapi thor anak baek kok dan gak bakal kek gitu.


Selang beberapa saat, tidak ada banyak jenius dari generasi muda Klan Chen karena kebanyakan Jiwa Bela Diri Huang tingkat satu sampai dua.


Kini giliran Chen Qi yang merupakan anak dari Tetua Agung pertama dan juga yang menyukai Chen Fei.


"Chen Qi".


Chen Qi kemudian menuju ke altar dengan wajah arogannya, memandang semua orang seperti semut dan sesekali melihat Chen Fei.

__ADS_1


**


Hilil mandang semua orang kek semut, lom tahu Chen Bakwan yang agung. Chen Bakwa itu kultivator yang rendah hati dan selalu menanggapi bacotan lawan.


**


Chen Qi kemudian duduk disebuah altar dan tidak butuh waktu lama muncul sebuah harimau berwarna putih dengan enam cahaya kuning.


"Jiwa Bela Diri Huang tingkat Enam, Harimau Api".


"Ya Dewa, Jiwa Bela Diri Huang tingkat Enam".


"Klan Chen akan kembali jaya".


"Hahaha!!, Selamat Tetua Agung memiliki anak yang berbakat" Ucap Patriak Chen sambil tersenyum lebar.


"Hahahah!!, hanya hal kecil, ia memiliki masa depan yang cerah" Balas Chen Yange sambil tersenyum licik.


Rey hanya menggelengkan kepalanya, ia ingin melihat bagaimana reaksi mereka saat melihat Jiwa Bela Diri Rey dan akan sangat terkejut.


"Lihatlah Fei-er, Jiwa Bela Diriku Huang tingkat Enam dan aku memiliki masa depan yang cerah" Ucap Chen Qi.


"Tidak seperti Chen Rey yang sampah, mungkin dia hanya bisa membangkitkan Jiwa Bela Diri Huang tingkat satu mungkin" Lanjut Chen Qi sambil mengejek.


"Sampah tidak layak untuk dilihat".


"Sudah berumur tetapi sangat tidak berbakat dan memiliki kultivasi yang dangkal".


Bisik para anggota Klan Chen dan beberapa kali menghina Rey.


'Bajingan!!, aku bukanlah orang yang baik, aku juga bukanlah orang yang sabar, akan kubuat kalian lenyap!!' Gumam Rey sambil marah.


[Dimohon Master mengendalikan amarahnya atau Systen akan membuat Master tidur sebentar]


'Bajingan kali ini aku akan diam, jika sampai terjadi lagi akan kubantai semua orang, aku ingatkan aku bukan orang baik, aku lebih memiliki sisi kegelapan' Balas Rey dalam benaknya.


"Fei-er terimalah cintaku dan kita bisa hidup bahagia sebagai Kultivator Kuat" Lanjutnya.


"Sudah cukup Chen Qi, aku tidak peduli dengan cintamu, aku hanya menyukai Chen Rey dan bukan kamu" Balas Chen Fei sambil berteriak keras.


"Nyonya muda bilang menyukai Chen Rey?".


"Apa aku tidak salah dengar?".


"Ini bagaimana mungkin?".

__ADS_1


"Rey hanyalah seorang sampah".


Bisik para orang menjelek-jelekkan Rey dan mengutuk Rey karena pernah hidup.


"A-aku bukan begitu, maksudku aku tidak menyukaimu" Lanjut Chen Fei sambil malu dan kembali duduk.


Patriak Chen hanya menggelengkan kepalanya dan hanya terdiam.


"Apa yang kau harapkan dari sisampah itu?" Tanya Chen Qi dengan marah.


"Bajingan sampah, sampah, sampah diamlah" Balas Chen Rey dengan cepat melesat kearah Chen Qi.


**


Kesel juga sih kalo ada orang yang bilang kek gitu, thor aja nulisnya sambil sedikit geram dihati, tahan aja gitu soalnya novel kultivasi biasanya kalo gak ada orang bodoh dan tolol tidak seru 😄😄


**


Rey dengan cepat mencekik leher Chen Qi dan mencengkramnya dengan sangat erat.


Semua orang tercengang saat melihat adegan itu, mereka tidak percaya bahwa Chen Rey bisa dengan mudah mengangkat Chen Qi yang sudah berada di Ranah Bumi Bintang Enam.


"Berhenti atau ku Bunuh!!" Teriak Chen Yange dengan cepat melesat kearah Rey.


"Ini hanya urusan generasi muda, pak tua apa kau benar-benar ingin ikut campur ha?" Tanya Chen Yai dengan cepat mencengkram lengan Chen Yange.


"Bagus Yai!!, akan kubunuh kau bersama anak ****** itu" Balas Chen Yai dengan cepat melesat kearah Chen Yai.


Chen Yai dengan cepat memukuo keras Chen Yange dan sesekali membantingnya. Chen Yai rupanya berada di Ranah Surga/Heaven Bintang Empat dan Chen Yange berada di Ranah Surga/Heaven Bintang Dua.


Hanya selisih dua tingkat dunia kecil dan efeknya cukup mengejutkan karena Chen Yai seperti bermain-main.


"Sudah hentikan!!" Teriak Patriak Chen sambil mengeluarkan auranya dan membuat mereka berhenti bertarung.


'Ranah Surga Bintang Sembilan dan setengah langkah lagi berada di Ranah Keilahian' Gumam Rey.


"Rey lepaskan Chen Qi" Perintah Patria Chen.


Rey kemudian melemparkan Chen Qi kearah Chen Yange dan memukulnya dengan keras.


"Kau!!!" Teriak Chen Yange marah saat anaknya dipukul dengan keras.


To Be Continued


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen ya Readers makasih 😁😁

__ADS_1


__ADS_2