
Setelah Rey mengobrol cukup lama dengan Senior Hayan, Rey akhirnya memasuki tempat ujian kedua, disekitarnya banyak sekali kabut dan tidak terlihat apapun.
"Ilusi?"
Rey masih tenang dengan wajah datarnya, ia menoleh kekanan dan kekiri. Tidak ada yang dapat dilihat dari kabut itu dan Rey sendiri cukup merasa aneh karena tidak melihat siapapun.
"Divine Soul" Rey memakai kekuatan mata ilahinya untuk menjelajahi area kabut namun Rey masih tidak menemukan apapun dan hanya terlihat kabut saja.
'System apakah kamu mengetahui cara agar Aku bisa melihat kedalam kabut ini?'
[Cukup mudah Master, Master hanya perlu memfokuskan Divine Soul Master dengan sepenuhnya dan memfokuskan semua Saint Qi kedalam mata Master]
'Baiklah'
Rey segera memfokuskan semua Saint Qi kedalam matanya dan menggunakan Divine Soul dengan tajam. Akhirnya ia dapat merasakan seseorang yang amat kuat dan menekan.
Rey langsung menarik Divine Soulnya karena merasakan kekuatan seseorang itu amat kuat dan menekan dirinya. Mata Rey mengeluarkan darah segar dan terlihat wajahnya pucat.
"Sungguh kekuatan yang mendominasi!"
"Hahaha!!!... Hanya seorang bocah di Ranah Saint Heavenly berani mencoba ujian dari Lonceng Surga!"
Hanya dengan suara itu saja membuat Rey langsung merasakan tekanan yang amat kuat, jiwanya benar-benar bergetar dihadapkan kekuatan yang amat mendominasi ini.
'Aku takut? tidak mungkin!'
Rey menatap kearah orang itu, wajahnya pucat tanpa ekspresi, terlihat cukup dewasa namun ada sedikit rambut putih dan memiliki mata yang sangat tajam.
'System bisakah kamu membantuku untuk mengetahui tingkatan orang itu?'
[Cukup mudah Master, orang itu hanya berada di Ranah Great Emperor Orde 3 puncak dan kekuatan aslinya cukup jauh diatas]
'Great Emperor!!'
'Hey lawanku sekarang seorang Great Emperor! apa ini lelucon?'
__ADS_1
"Jika boleh tahu apakah seorang yang berada di Ranah Saint Heavenly tidak diperbolehkan untuk mengikuti ujian Lonceng Surga?"
"Huh! bukan tidak boleh namun kamu terlalu lemah untuk mengikuti ujiannya"
Rey tertawa cukup keras sambil memegang kepalanya dan menggeleng kepalanya "Cukup lemah? apa hakmu menilai seseorang sepertiku?"
"Semut hanyalah semut!" Teriak orang itu kemudian melesat dengan cepat kearah Rey dan dalam sekejab sudah dihadapkan Rey.
Rey sontak terkejut karena kedatangan tiba-tiba dari orang ini namun dalam sekali pukulan dari orang itu, Rey langsung terbang sangat jauh dan membuat ledakan yang amat luar biasa.
Perbedaan kekuatan benar-benar dangat jauh, Rey sekarang merasakan seluruh tubuhnya hancur dan meridiannya benar-benar hancur tak tersisa.
'Jadi inilah kekuatan dari Great Emperor!!'
Rey masih menolak untuk kalah, ia berdiri dengan wajah dingin tanpa ekspresi, lukanya perlahan-lahan pulih dengan bantuan system dan seketika luapan Saint Qi keluar dari tubuhnya.
"Sepertinya kamu tidak akan lama lagi menerobos ke Ranah Emperor Profound" Orang itu bisa melihat kedalaman Rey dan tentu saja pasti tahu kenapa Rey bisa menyembuhkan lukanya.
Ranah Emperor Profound memiliki kemampuan untuk menyembuhkan lukanya dalam sekejab walau amat parah dan satu-satunya cara membunuh Ahli Ranah Emperor Profound adalah dengan mengambil inti emperor yang ada didalam tubuhnya.
Dengan cepat Rey langsung menyerang secara agresif meski lawannya adalah seorang Great Emperor sekalipun dan dengan cepat Rey terus menyerang Great Emperor itu.
Great Emperor itu hanya berdiam diri saja tanpa ekspresi dan wajahnya tenang setenang air yang mengalir. Hanya dengan sekali tatap semua serangan Rey langsung menghilang.
"Apaa!!" Rey tersenyum kecut saat semua serangannya menghilang dan wajahnya seketika pucat basi tanpa ekspresi.
"Baiklah kamu lolos dalam ujian kedua, hahaha!!" Great Emperor itu tertawa cukup keras dan mendekati Rey dengan cepat.
Great Emperor itu menepuk bahu Rey dan tersenyum "Tidak perlu terkejut, ujian kedua hanya bertujuan untuk mengetahui posisiku dan bukan pertarungan"
Rey yang tadinya bingung kemudian mengangguk "Jika ujian kedua pertarungan, kemungkinan Aku tidak akan pernah menang melawan anda"
"Tentu saja akan tetapi jika kamu datang beberapa tahun lagi, Aku kira kamu akan mampu menandingi ku" Great Emperor itu terus tertawa dan ada ekspresi gembira dalam wajahnya.
"Baiklah karena kamu sudah lulus ujian kedua ini, Aku akan menjawab beberapa pertanyaanmu sebagai hadiah"
__ADS_1
"Baiklah jika begitu, kalau boleh tahu siapa?"
"Liang Gu"
"Apakah Senior Gu memiliki Klan ataupun sesuatu dibintang lain yang masih hidup?"
"Ada, dibintang gelap ada Klan Liang dan merupakan Klan cabang dari Klan Liang utama"
Rey cukup terkejut saat mengetahui bahwa orang yang telah lama mati masih memiliki Klan dan nampaknya cukup kuat karena berada di bintang gelap.
Meski begitu Klan itu hanyalah Klan cabang, Rey bertanya tentang hal ini karena ingin mencari tahu seberapa kuat Liang Gu ini dan siapa sangka menemukan hal yang tidak terduga.
Liang Gu melemparkan sebuah pill berwarna keemasan dengan cahaya yang amat silau pada Rey "Ambil pil ini, pil ini akan sangat membantumu dan jangan menolaknya"
"Aku memberikan pil ini agar kamu membantu Klan Liang yang ada di bintang gelap, tidak perlu sampai membahayakan nyawamu dan cukup membantu hal kecil saja oke"
"Baiklah Senior Gu terima kasih" Rey mengidentifikasi pil yang diberikan oleh Liang Gu, pil ini memiliki tingkatan yang cukup tinggi dan juga memiliki energi yang amat murni.
Jika seseorang ingin naik tingkatan maka pil ini dapat membantunya, pil ini benar-benar sangat luar biasa dan merupakan pil terbaik yang pernah diliat oleh Rey.
"Ujian ketiga menunggumu nak" Liang Gu membukakan sebuah portal hanya dengan lambaian tangan, Rey tidak bertanya darimana Liang Gu tahu bahwa Rey akan ke bintang gelap.
Rey berterima kasih ada Liang Gu sebelum memasuki portal, Rey sekarang masuk kedalam portal dan merasakan rasa hangat yang luar biasa.
Fa Xong tidak menyebutkan apapun tentang ujian ketiga/ujian terakhir ini namun Rey yakin bahwa ujian ketiga bukan tentang pertarungan dan lebih kearah kecocokan terhadap Artefak itu sendiri.
Atau bisa dibilang pengakuan dari Artefak itu sendiri, Rey membuka matanya dan melihat didepannya ada kursi tahta beserta kursi lain disekitarnya.
Ada bayangan gelap disetiap kursi namun Rey tidak tahu bayangan apa itu namun terlihat seperti bayangan manusia dan juga kekuatan mereka cukup kuat.
"Tuanku! biarkan Aku yang melawan mereka!" Bayangan yang ada dibangku kanan depan mengeluarkan suara yang sangat dalam dan menekan.
"Tidak! Penatua Pertama anda tidak boleh melakukan hal itu, biarkan Aku saja" Bayangan yang ada dibangku kiri depan menyela Penatua pertama.
To Be Continued
__ADS_1
Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁