
Kini Rey mulai menyerap 10 Batu tingkat menengah dengan cepat namun tetap dalam kondisi tenang dan tidak ingin membuat kesalahan yang mengakibatkankannya ia tidak bisa menerobos.
Selang beberapa saat Rey melihat Batu tingkat menengah itu tinggal 2."Semoga dengan 2 batu ini cukup" Gumam Rey kemudian melanjutkan menyerap batu itu.
Selang beberapa jam Rey merasa tubuhnya mulai ada tanda-tanda akan menerobos. "Saatnya hiah" Gumam Rey kemudian terjadi ledakan didalam dantian Rey.
Boomm!!
Kemudian muncul sebuah awan hitam yang sangat pekat dan menghantam Rey.
Duar!!
Duar!!
Duar!!
Dalam 3x tersambar Rey kesal karena bajunya rusak untung saja dia bisa membuat baju lagi. "Petir sialan sambar aku lagi jika kau berani. " Ujar Rey dengan keras kemudian petir itu kembali dan menghantam Rey 5x.
Duar!!
Duar!!
Duar!!
Duar!!
Duar!!
"Arghh" Gunam Rey. "System sembuhkan aku, aku bakal mati jika dibiarkan begini" Lanjut Rey kemudian System menyembuhkannya.
Selang beberapa menit suara yang telah ia dengar kali ini membuatnya bersemangat.
[Ting]
__ADS_1
[Selamat Master, Mencapai Ranah Langit Diusia Dibawah 20 Tahun]
[Selamat Master, Memperoleh 5.000 Poin]
[Selamat Master, Memperoleh Pil Tingkat 4]
[Selamat Master, Memperoleh Lucky Eyes Tahap Langit Puncak Efek : Dapat Dengan Mudah Mengenali Harta Karun dan Mendeteksi Artifak]
[Selamat Master, Memperoleh Keahlian Alkemis Tingkat 1]
Tingkatan Alkemis sementara :
Murid.
Guru.
Master.
GrandMaster.
"Bagus aku sudah menjadi Kultivator Ranah Langit dan memiliki keahlian Alkemis tingkat 1 meski harus belajar terlebih dahulu" Gumam Rey kemudian berjalan keluar untuk mencari udara segar dan mencoba menstabilkan kekuatannya.
Selang 30 menit akhirnya Rey sudah menstabilkan kekuatannya dan bersiap menemui kakek tua misterius yang ingin bertemu dengan Rey dan juga Rey sangat penasaran siapa kakek tua itu.
Selang beberapa saat Rey ingin mencari kakek tua itu terdengar suara telepati milik kakek tua. "Luruslah, kamu akan melihat sebuah rumah kecil dan masuklah aku menunggumu disana" Ujar Kakek tua yang menggunakan telepati.
Tanpa basa-basi Rey langsung melesat ke arah yang ditunjukkan oleh kakek tua itu.
Selang beberapa menit Rey kini sudah berada di rumah kecil yang dimaksud kakek tua itu dan mulai masuk ke rumah kecil dengan sopan.
__ADS_1
"Akhirnya kau datang" Ujar kakek tua yang terlihat kurus, berjanggut panjang, rambut berwarna putih yang sedikit acak-acakan, baju yang compang-camping dan tentu saja memiliki Aura yang kuat. "Tidak perlu melihatku sebegitunya aku akan memberikan hadiah karena sudah berhasil menjadi juara 1 dan juga aku ingin meminta sesuatu padamu" Lanjut kakek tua sambil menyerahkan sebuah kotak kecil kepada Rey.
"Tunggu senior, saya tidak tau mengapa senior yang sudah sekuat ini memerlukan bantuanku yang hanya seorang yang baru diranah Langit?" Tanya Rey yang tahu bahwa kakek didepannya sudah tahu kalo Rey telah menjadi Kultivator ranah Langit. "Lihatlah dulu jika kau suka ambilah dan untuk pemintaanku kita lanjutkan nanti" Balas kakek tua itu.
Rey kemudian mengambil kotak kecil itu dan membukanya dengan perlahan kemudian terlihat sebuah batu berwarna warni yang indah. "Batu Ghaib tingkat atas!!" Ujar Rey dengan terkejut karena ia melihat 5 batu ghaib tingkat atas. batu ghaib tingkat atas sudah dianggap harta yang tidak tertandingi didunia ini bahkan sekte besar saja tidak memiliki batu ghaib tingkat atas.
"Benar sekali ini hadiah yang kuberikan padamu, jika kau menerima permintaanku akan ada tambahan hadiah dan juga mungkin bermanfaat bagimu" Balas kakek tua itu. "Apa permintaan senior, junior ini akan melakukan yang terbaik untuk permintaan senior" Ujar Rey dengan mata yang bersinar karena melihat batu ghaib tingkat atas.
"Untuk permintaanku adalah membunuh patriak klan yan, kau memiliki waktu 10 tahun untuk menyelesaikan permintaanmu tentu saja jika kau tidak bisa menyelesaikannya aku tidak akan menghukummu" Balas Kakek tua itu. "Bukannya senior bisa melakukan sendiri jika hanya seorang di Ranah Surga senior bisa dengan mudah membunuhnya" Ujar Rey dengan bingung karena senior ini bisa dengan mudah membunuh patriak klan yan tanpa bantuan Rey.
"Ini karena lukaku tidak bisa disembuhkan dah hanya bisa mengeluarkan 10% kekuatanku jadi untuk menyeimbanginya mungkin tidak bisa" Balas Kakek tua itu dengan sedih. "Tenang saja senior aku akan membantu anda memulihkan kekuatan senior ketahap puncak jika aku memiliki cara" Ujar Rey. "Terima kasih untuk sekarang itu saja jika kau ingin menemuiku bicaralah lewat tekepati" Balas Kakek itu.
"Namaku Fam Rey, jadi siapakah senior ini?" Tanya Rey dengan sopan. "Rupanya kau anggota klan Fam namun sepertinya mereka tidak tahu hahah, namaku Wei Shen panggil saja senior Shen" Balas Shen. "Baiklah senior shen saya pamit dulu" Ujar Rey. "Baiklah hati-hati " Balas Senior Shen.
Setelah itu Rey menyimpan kotak kedalam inventorynya, senior shen tidak kaget karena merasa Rey memiliki sebuah rahasia ia tidak ingin menyelidiki rahasia orang lain dan kini Rey sudah terbang dengan cepat untuk kembali ke sekte karena takut akan di hukum oleh para tetua.
Selang beberapa saat kini Rey sudah berada di mansionnya dan mulai melihat batu itu, kemudian Rey mencoba menyerap karena ingin tahu khasiatnya, namun sebelum menyerap Rey ingin sedikit berlatih ilmu pedangnya karena masih kurang dan ingin mentajamkan instingnya.
Rey kemudian tidur terlebih dahulu, besoknya Rey mandi terlebih dahulu, sarapan yang sudah disiapkan oleh beberapa murid yang bertugas menyiapkan makan, kemudian setelah Rey selesai makan Rey langsung menuju tempat latihan yang berada di depan mansionnya dan mulai berlatih pedang.
Meskipun Rey sudah memplajari seni bela diri control sword ia ingin lebih memahami dengan lebih mendalam tentang pedang dan kemudian mencapai puncak jalan pedang.
Selang 2 jam Rey berlatih kini Rey semakin yakin dia akan memenangkan kompetisi yang akan digelar dalam 4 bulan lagi, kemudian terdengar sebuah suara dari luar mansion Rey dan sedikit berteriak.
"Siapa sih yang menggangguku?" Gumam Rey sedikit kesal karena ada yang menganggu Rey saat latihan, kemudian Rey melihat siapa yang ingin menemuinya dan kenapa ingin menemuiny.
Kini Rey yang sudah membukakan pintu gerbang menuju mansionnya terlihat gadis cantik yang tak lain adalah Xue Yin yang disebut sebagai Dewa Yin oleh beberapa fans dan sangat berbakat.
"Halo Rey, apakah aku menganggumu?" Tanya Xue Yin dengan nada sopan. "Hahah!!, rupanya nona Yin datang kemanasionku, sama sekali tidak menganggu mari masuk" Balas Rey dengan senyumam.
End
Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen ya Readers makasih 😁😁
__ADS_1