System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 76 : Bertemu Chen Yhosan


__ADS_3

Rey buru-buru keluar dengan cepat dan bersiap untuk membersihkan dirinya yang cukup kotor. setelah Rey membersihkan tubuhnya ia langsung berada di aula.


Di aula sudah ada beberapa orang seperti Fam San, Chen Yun, Ji Yuo, Chu Qian dan empat sesepuh bersama bibi dari Chen Yun. semua orang melihat Rey dan nampak auranya semakin kuat.


"Tidak bertemu dalam semalam, anda meningkat sangat cepat ya saudara" Ji Yuo memuji Rey membuat yang lainnya memperhatikan dan melihat bahwa Rey lebih kuat daripada sebelumnya.


Rey menoleh kearah Ji Yuo "Saudara terlalu memuji, ini hanya peningkatan kecil"


Kini Chen Yun tersenyum dan berkata "Saudara terlalu rendah hati dan menjanjikan"


Rey menggaruk kepalanya yang tidak gatal kemudian duduk disebelah Chu Qian "Saudara Qian sepertinya anda semakin berenergi"


Chu Qian menyeringai "Tentu saja saya sangat bergairah disetiap menit dan tidak sabar untuk bertarung"


Rey terkekeh, tentu saja sifatnya cukup menarik bagi Rey dan Rey bisa melihat matanya yang cukup berapi-api. ya tidak buruk juga memiliki bawahan yang bagus.


'System jika anda melakukan hal gila lagi mungkin saya tidak akan mempercayai anda lagi' Ancam Rey meski tahu bahwa systemnya hanya bercanda.


[Baiklah baiklah Master system bersalah, system tidak akan melakukan hal gila lagi cukup yang normal]


'Oke yang normal saja'


Fam San membuka mulutnya kemudian berkata "Karena kalian semua berkumpul kita akan bersiap menuju ke ibukota tempat Klan Hwang berada"


"Tunggu sebentar Wakil, saya belum diberikan hadiah hehe.., juga saya ingin menantang penjaga Saudari Yun" Semua orang sedikit terkekeh saat mendengar omongan Rey kecuali Chu Guji bersama empat sesepuh.


"Baiklah kalau begitu Saudara.., ini hadiahmu" Chen Yun melemparkan sebuah botol kecil dan melanjutkan berkata "Bibi jangan terlalu berlebihan"


"Baik Nona"


Penjaga Chen Yun kemudian mengikuti Rey kehalaman luar yang cukup luas, mereka semua juga ingin melihat sekuat apa Rey ini dan tentu saja semua orang percaya bahwa dia mungkin berada di Alam Yin dan Yang atau lebih rendah.

__ADS_1


"Kalian tidak diperbolehkan membunuhmu oke.., bilang menyerah saat kalian sudah terpojok" Fam San melambaikan tangannya "Mulai"


Penjaga Chen Yun melesat duluan dengan serius karena takut meremehkan Rey yang mampu membunuh Alam Yin dan Yang yang menurutnya hanya sesama Alam Yin dan Yang yang mampu menembua pertahananya.


Rey juga bersiap dengan santai, ia tidak menggunakan pedangnya melainkan memakai formasi karena ingin semakin mahir dalam penggunaan formasi.


Sebuah formasi berbentuk kotak melesat kearah Penjaga Chen Yun dengan ganas dan membuatnya menghindarinya namun siapa sangka ketika kotak itu mendekat akan meledak.


Ledakan terus terjadi membuat Penjaga Chen Yun sedikit terluka karena efek ledakan dan menatap Rey dengan tajam. benar saja dia berada di Alam Yin dan Yang.


Penjaga Chen Yun mengeluarkan Roh Bela Dirinya yang berbentuk pedang panjang ditangannya "Sayatan Gelombang Bunga"


Penjaga Chen Yun langsung membuat gelombang bunga yang tajam membuat Rey sedikit terkekeh dan langsung membuat formasi tembok yang kuat.


"Niat Pedang" Seketika Rey membuat pedang dari energi Qinya dan membuat semua orang yang menonton terkejut.


"Hehehe Saudara sepertinya seorang Kultivator Pedang yang cukup kiat, Niat Pedang hampir mencapai Tingkat 2" Chen Qian memuji dengan tulus.


Rey melesat dengan cepat kearah Penjaga Chen Yun dan melewati gerombolan bunga tajam didepannya. seketika Penjaga Chen Yun sontak kaget dan membuat penghalang namun langsung dipatahkan oleh Rey.


Sebelum pedang Rey menembus tubuh Penjaga Chen Yun, ia berhenti saat tepat pedangnya didepan mata Penjaga Chen Yun dan terkekeh "Anda kalah"


Penjaga Chen Yun menghela nafas kecil "Tuan sangat kuat, saya mengakui kekalahan"


Semua irang bertepuk tangan dengan senang, mereka akhirnya melihat kekuatan Rey yang sebenarnya dan tentu saja hanya Chu Qian yang berkeringat dingin.


Sebelumnya ia mencoba untuk melawan Rey dan berhasil ditahan. kini jika diulang mungkin dia yang akan kalah dan tentu saja Chu Qian tidak akan menantang Rey lagi atau dia akan kalah dengan. memalukan.


Rey menoleh karah Ji Yuo yang berdiri dengan santai, Rey melemparkan sebuah botol kecil "Saudara ini hadiah anda"


Ji Yuo terkejut dengan apa yang diberikan Rey dan menatap Rey dengan hormat "Terima kasih Saudara"

__ADS_1


Rey menepuk bahu Ji Yuo dengan pelan dan berjalan kearah Chen Yun yang memiliki tatapan bersemangat "Saudari Yun sekarang saya bisa memiliki 1 permintaan dari anda kan?"


Chen Yun linglung sebentar kemudian menjawab "Benar anda memiliki 1 permintaan namun harus masuk akal dan tidak melewati garis"


Rey memgangguk lalu berkata "Saya ingin bertemu Patriak Klan Chen"


Chen Yun dan penjaganya sedikit terkejut namun mereka mengangguk "Baiklah Saudara saya akan membawa anda namun hanya sendiri oke?"


Rey mengangguk kemudian mengikuti Chen Yun bersama dengan penjaganya "Kalian tunggu aku disini, aku tidak akan lama"


Semua orang melambaikan tangannya dan melihat Rey semakin hilang dari hadapan mereka. kini Rey bersama dua Chen menuju kesebuah batu yang cukup jauh dari Kota dan mungkin cukup tersembunyi.


Bahkan Rey tidak memikirkan bahwa Chen Yun akan membawanya kesebuah gua yang gelap dan dangat lebat pohon hingga mungkin tidak ada yang tahu.


"Sepertinya Klan Chen anda ditekan hingga semedikian rupa" Rey menghela nafas kecil kemudian menatap Chen Yun yang agak sedih.


Klan utama dari Kekaisaran Pheonix Suci harus sampai tinggal disebuah gua yang gelap dan kotor. mereka kini sudah turun dari terbang mereka dan masuk ke gua.


"Siapa?" Tanya sebuah suara tidak membuat Rey terkejut karena sudah tahu ada orang "Chen Yun"


Kemudian suara itu membukaan pintunya karena mengenali suaranya dan terlihat seorang paruh baya didepannya. ia langsung memeluk Chen Yun dan terkekeh.


"Hahha.., gadis kecilku sekarang sudah membawa seorang pria dari luar" Chen Yhosan menoleh kearah Rey dan Chen Yun pipinya langsung memerah karena malu.


"Ayah aku bukan membawanya, ia ingin bertemu denganmu" Chen Yun melepaskan pelukan dari Chen Yhosan menjelaskan bahwa Rey ingin bertemu dengan Chen Yhosan.


Chen Yhosan menatap penjaga Chen Yun dan menoleh kearah Rey "Masuk terlebih dahulu" Kemudian mereka masuk bersama dan gua ditutup kembali.


Mereka kemudian dibawah ditempat yang cukup gelap, disana sudah ada beberapa paruh baya laki-laki maupun perempuan yang duduk menunggu dan menatap Rey penuh dengan pertanyaan.


To Be Continued

__ADS_1


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2