System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 27 : Meningkatkan Kultivasi IV


__ADS_3

Rey kemudian mengeluarkan pedang barunya dari sarungnya, banyak petir yang terlihat saat Rey mengeluarkan pedang itu dari sarungnya dan petir-petir ini cukup untuk membunuh kultivator Ranah Bintang Lima.


Northern Lightning Sword/Pedang Petir Utara merupakan artefak tingkat Bumi Tahap Atas dan juga masih bisa ditingkatkan bila ada bahannya.


"Pedang yang sangat bagus ini, aku akan mencoba mengetes seranganku kepohon" Ucap Rey kemudian melambaikan pedangnya kearah pohon yang berada didepan gua.


"Slash".


Seketika pohon itu terbagi menjadi dua bagian dengan tebasan yang halus dan ada sedikit api karena pedang Rey memiliki elemen petir yang bisa membuat api.


"Hahaha!!, pedang yang menakjubkan dan mungkin akan diperebutkan jika sampai ada orang yang tahu kekuatan dari pedang ini" Gumam Rey sambil memandangi pedangnya dengan cermat.


Rey kemudian masuk kedalam gua lagi karena ia ingin melihat isi dari cincin spritualnya karena, ia belum mengecek cincin spritualnya soalnya sibuk memburu monster.


Rey kemudian mengalirkan sedikit energi kedalam cincin spritual dan melihat apa saja yang berada di cincin spritual itu. "Bocah ini memiliki 220 batu suci kelas rendah dan beberapa pil tingkat satu" Gumam Rey sambil tersenyum lebar.


Rey kemudian mengeluarkan 200 batu suci kelas rendah untuk diserapnya dan meningkatkan kultivasinya. menurut system perlu 10 menit untuk menyerap satu batu suci kelas rendah dan untuk 200 batu suci kelas rendah butuh 1 hari 8 jam untuk menyerap 200 batu suci kelas rendah.


Rey kemudian menutup matanya dan mulai menyerap batu suci kelas rendah.


**


"Maafkan kami tetua, kami masih tidak bisa menemukan putra anda" Ucap seorang yang seperti assassin.


"Cari kembali, bawa dia kembali dan jangan kembali saat tidak berhasil menemukan Rey-erku" Balas seorang paruh baya yang seorang tetua.


Dua assassin itu kemudian menghilang dengan cepat dan orang paruh baya itu menghela nafas.


"Dimana dirimu Rey?, ayahmu sudah memperingatimu agar tidak keluar dari kota" Gumam seorang paruh baya yang tidak lain adalah ayah Chen Rey, Chen Yai dan nampak sangat sedih.


Chen Yai kemudian meminum sebuah botol yang diisi dengan arak dan nampak sangat berantakan.


**


1 Hari 8 Jam kemudian Rey perlahan-lahan membukakan matanya dan merasa telah menerobos lagi.


[Mencapai Ranah Langit Bintang Satu, Memproleh 200 Poin XP]


[Bersiap untuk hukum langit dalam hitungan beberapa detik kemudian]


"Hukum alam, alam hukum kemarilah aku tidak takut!!" Teriak Rey mengejek hukum alam.


"Duar!!!!".


"Duar!!!!".

__ADS_1


"Duar!!!!".


"Duar!!!!".


"B-bajingan, bagaimana petir jelek ini menyambarku sampai 4x" Gumam Rey.


"Duar!!".


Seketika Rey langsung pingsan karena sambaran petir terakhir. beberapa saat Rey bangun dan mengutuk petir yang membuatnya pingsan.


Rey memerintahkan penyembuhan beserta meminta baju agar dikembalikan normal.


[Selamat Master Menembus Ranah Langit Bintang Satu, Memperoleh 1000 Poin XP]


"Aku tidak menyangka hanya dengan menyerap 200 batu suci kelas rendah membuatku naik ke Ranah Langit Bintang Satu, status" Ucap Rey.


[Nama : Chen Rey]


[Kultivasi : Langit Bintang Satu]


[XP : 10/10.000)]


[Poin XP : 3900]


[Body : Sword Body Lvl 1 (0/5000 XP Lvl 2)]


[Seni Bela Diri : Tiger Palms Lvl 3 (150/10.000 XP Lvl 4), 24 Lightning Slash Lvl 1 (0/500 Lvl XP 2)]


"Apa ini, 10.000 ribu untuk naik ketingkat selanjutnya?, benar-benar semakin sulit untuk naik tingkat dan mungkin saja sangat-sangat sulit" Ucap Rey sambil mengehela nafas.


'Ohh ya system, bisakah aku tidak menerobos terlebih dahulu saat XP ku max?' Tanya Rey dalam benaknya.


[Dikonfirmasi bahwa bisa saja]


'Baiklah untuk sekarang jika XPku max jangan menerobos terlebih dahulu, karena aku ingin memperkust fondasiku' Ucap Rey.


[Baik]


"Baiklah aku akan berburu beberapa binatang buas dan menuju kota hambu karena ayah bocah ini pasti kawathir" Gumam Rey kemudian keluar dari goa.


Selang beberapa saat Rey keluar dari gua, ia melihat ada harimau berwarna putih dan terlihat ada sekitar 5.


[Harimau Putih, biasanya memiliki kultivasi Ranah Langit Bintang Dua dan yang dewasa memiliki kultivasi Ranah Langit Bintang Enam]


"Lima Harimau Putih ini hanya berukuran 2x lebih besar daripada harimau yang ada di dunia modern dan sepertinya mereka masih bayi" Gumam Rey kemudian bersiap untuk menyerang lima Harimau Putih.

__ADS_1


Rey kemudian mengambil pedangnya dari cincin spritualnya dan menariknya dari sarungnya. "24 Lighting Slash" Teriak Rey dengan cepat menebas para Harimau Putih.


"Slash".


Dua Harimau Putih dengan cepat tertebas oleh serangan Rey dan tiga Harimau Putih lainnya dengan sangat cepat menerkam Rey dengan cakarnya.


Rey yang melihat itu dengan cepat menghindari semua serangan dari tiga harimau putih dan mencoba untuk mencari celah dari tiga Harimau Putih.


Rey dengan cepat menebas salah satu Harimau Putih namun hanya dapat menggores saja dan tidak sampai tertebas.


Tiga Harimau Putih dengan cepat mencakar-cakar Rey dan Rey sendiri menahan cakaran para Harimau Putih dengan pedangnya.


Rey kemudian menaruh pedangnya kembali kecincin spritual. "Tiger Palms" Teriak Rey kemudian mengarahkan serangan yang cepat kearah salah satu Harimau Putih.


"CRET!!".


Salah satu Harimau Putih dengan cepat menjadi Harimau geprek yang memuncratkan banyak darah dan Rey mengambil pedangnya lagi dari cincin spritualnya.


Dua Harimau Putih lainnya dengan cepat menyerang Rey dan akhirnya mendaratkan goresan diperut Rey.


"Slesh!".


Rey yang tergores oleh Harimau Putih langsung mengeluarkan auranya dan membuat para Harimau Putih ketakutan.


"Aku awalnya hanya ingin bermain-main dengan kalian, tetapi kalian berani membuat bajuku robek, 24 Lighting Slash" Ucap Rey dengan cepat membentuk 8 tebasan petir yang sangar cepat.


"Slash!".


Dengan cepat dua Harimau Putih yang masih ketakutan oleh aura Rey menjadi dua bagian dan Rey sendiri memerintahkan system umruk memperbaiki bajunya.


"Harimau yang malang karena bertemu denganku" Gumam Rey kemudian membersihkan debu yang berada ditubuhnya.


Rey kemudian merasakan aura dingin dari belakangnya dan merasakan aura yang cukup kuat.


"Wah-wah, aku tidak menyangka akan bertemu dengan Harimau Putih dewasa yang berada di hutan tingkat rendah" Ucap Rey kemudian menoleh kebelakang dan melihat ada dua Harimau Putih yang sudah dewasa.


Dua Harimau Putih memancarkan aura permusuhan terhadap Rey dan Rey sendiri cukup tertekan dengan dua aura Harimau Putih.


"Aku ingin berbicara baik-baik, tapi sepertinya kalian lebih suka berbicara lewat kekuatan" Lanjut Rey kemudian bersiap dengan pedangnya yang sudah berada dalam genganggam tangannya.


Dua Harimau Putih dengan cepat melesat kearah Rey dan memancarkan niat membunuh yang kuat.


To Be Continued


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen ya Readers makasih 😁😁

__ADS_1


__ADS_2