System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 37 : Membagi Sumber Daya


__ADS_3

"Saudara Rey kamu sangat berbakat, aku jadi malu karena masih berada di Ranah Bumi Bintang Dua" Chen Fei cemberut karena Rey telah meningkatkan dengan signifikan dan menyalip Ranah Fei.


"Hahaha!!, maaf Saudari Fei aku hanya beruntung bisa menjadi murid seorang yang kuat dan lagi orang itu cukup baik" Balas Rey sambil mencoba untuk menghibur Fei yang cemberut.


Yai beserta Baiu dan Rang hanya tersenyum masam melihat tingkah Fei yang manja kepada Rey. mereka hanya menggelengkan kepala mereka dan hanya tersenyum kecil.


'Bagaimana kabar Xue Yin dan Xiao Rysel ya?' Gumam Rey dalam hatinya.


**


Pov Xue Yin


"Wah sungguh berbakat, Xue Yin kamu akan menjadi pilar dari Sekte Bunga Pedang" Kata seorang paruh baya dengan senyum cerah.


"Terima kasih Tetua, murid akan berusaha menjadi lebih baik lagi dan memenuhi harapan Tetua" Balas gadis secantik giok dan memiliki ekspresi datar.


Tetua itu kemudian pergi meninggalkan ruangan dan membiarkan Xue Yin sendiri. tanpa sadar Xue Yin meneteskan air mata dan membuatnya nampak emosional.


"Kenapa Saudara Rey pergi meninggalkanku?, apakah aku tidak cukup berbakat?" Kata Xue Yin rendah dengan air mata yang turun dari matanya dan aura yang memancar dengan tidak stabil.


Rupanya Rey bersama Klan Fam telah menghilang selama setengag tahun dan tidak ada jejak dari anggota Klan Fam maupun Rey.


Xue Yin sendiri sekarang menjadi Murid Inti dari Sekte Bunga Pedang karena Sekte Harimau Putih tiba-tiba menghilang juga dan tidak diketahui keberadannya.


Xue Yin telah berada di Ranah Bumi Bintang Tujuh, perkembangan yang sangat menakjubkan dan benar-benar sangat berbakat. menilai dari aura Xue Yin nampaknya akan menerobos ke Ranah Bumi Bintang Delapan dalam beberapa hari kedepan.


Kecepatan Kultivasi Xue Yin berhubungan dengan Tubuh Ilahinya dan mungkin saja ia telah berhasil mengendalikan Tubuh Ilahinya.

__ADS_1


**


Rey kini telah berhasil membuat Fei yang cemberut menjadi senyum saat Rey mengatakan bahwa Fei boleh kembali ke Sekte Hati Es dan bisa menemuinya kapan saja jika sudah berada di Ranah Keilahian.


"Bagus kita memiliki tiga orang jenius didalam Klan Chen, Chen Rey seorang yang berbakat dengan Roh Bela Diri Huang tingkat Sembilan, Chen Fei juga berbakat dengan Roh Bela Diri Huang tingkat Tujuh dan Chen Yiqu juga berbakat dengan Roh Bela Diri Huang tingkat Lima" Puji Chen Rang sambil tersenyum.


Chen Yiqu merupakan murid dari Tetua Pertama yang dianggap Rey kakak pertamanya di Klan Chen dan juga orang yang sering memberikan latihan yang berat.


"Chen Yiqu sekarang masih membantu murid lain untuk melakukan pembersihan dan menjadikan Kota Hambu menjadi milik Klan Chen dibawah sayap Fraksi Langit Ungu" Kata Chen Yai.


Mereka kemudian berbicara banyak hal dan Rey menceritakan bahwa Ketua Fraksi Langit Ungu nampak sangat muda. Ketua Fraksi Langit Ungu tampan dengan wajah yang lebih lembut daripada wajah perempuan dan sangat kuat.


Chen Rang dan Chen Baiu hanya menggelengkan kepalanya. mereka hanya tahu bahwa Ranah Keilahian adalah batas mereka dan tidak berani menganggap bahwa mereka bisa menembua Ranah Golden Core/Inti Emas.


Bakat mereka rata-rata meski memiliki Roh Bela Diri yang kuat dan memungkinkan untuk menerobos penghalang. namun ya tergantung dari bakat, keberuntungan dan kerja keras masing-masing individu.


Leluhur Chen, Chen Rang yang berumur ratusan tahun sekarang hanya berada di Ranah Keilahian Bintang Dua dan Chen Baiu yang hampir menyentuh umur dua abad hanya berada di Ranah Surga Bintang Sembilan.


Tapi Chen Rang pernah mendengar bahwa Kultivator yang berada di benua utama sangat kuat bahkan orang yang belum genap dua dekade sudah memiliki Kultivasi Ranah Inti Emas dan beberapa pendahulu bahkan telah mencapai puncak Kultivasi.


"Ohh ya Rey bagaimana dengan Sekte Seribu Pedang yang berada di dekat Kota Hambu?, mereka pasti telah mendengar kabar mengenai Klan Chen yang mendominasi Kota Hambu" Kata Chen Rang membuat semua orang kaget.


Chen Baiu juga mulai memikirian Sekte Pedang Seribu yang berada didekat sini dan mungkin saja mereka menyebarkan kabar ini hingga sampai ke ibu kota maupun Kota lain.


"Itu tenang saja, karena aku beserta Wakil Ketua dan Pangeran Kelima akan mampir Sebetar ke Sekte Seribu Pedang" Balas seorang yang tiba-tiha muncul yang tidak lain adalah Fam Yuan.


"Tetua Pertama" Semua orang membungkuk untuk menghormati Fam Yuan dan juga termasuk Rey yang masih memainkan perannya.

__ADS_1


"Kalau boleh tahu Tetua yang mana yang menjaga Kota Hambu?" Tanya Rey sambil hormat meski Fam Yuan enggan menerima kehormatan seperti ini.


"Tetua Kedua akan menjadi penjaga Kota Hambu, tenang saja kekuatan Tetua Kedua meski hanya berada di Ranah Keilahian Bintang Empat, ia cukup yakin bisa membunuh Kultivator Ranah Keilahian Bintang Tujuh" Balas Fam Yuan dan berbangga.


"Baiklah kalian semua ini ambillah Leluhur Chen" Fam Yuan memberikan cincin spritual kepada Chen Rang.


"I-ini, bukankah kebanyakan ini Tetua?" Tanya Chen Rang yang melihat bahwa disebuah cincin ini terdapat ribuan Batu Suci kelas Menengah dan ribuan Batu Suci kelas Rendah.


"Ambillah untuk membantu para murid agar menjadi Kultivator kuat dan bagian itu secar merata ke seluruh Anggota Klan Chen yang berada di sayap Fraksi Langit Ungu kecuali Rey yang sudah memiliki sumber daya bulanan" Balas Fam Yuan sambil menepuk bahu Chen Rang.


Mereka kemudian berterima kasih kepada Fam Yuan, Chen Yai, Chen Rang, Chen Baiu dan Fam Yuan pergi meninggal Rey bersama Fei berduaan.


Ya sangat canggung karena Rey sendiri belum lama berbicara dengan perempuan secara berdua dan kini ia melihat Fei yang nampak malu.


"E-eh itu Saudari Fei ini sudah malam lebih baik Saudari tidur kekamar milik Saudari" Kata Rey dengan senyum canggung.


'Rubah licik itu ingin membuatku dan Fei melalukan hal gila' Gumam Rey dalam hatinya.


"I-itu baiklah Saudara Rey" Balas Fei sambil memasang wajah malu. Fei kemudian ingin pergi meninggalkan kamar Rey namun dengan cepat berlari menuju Rey.


Rey yang kaget namun dengan tidak waspada Fei dengan cepat memeluk Rey dengan erat sambil menangis.


"Saudari Fei kenapa kamu menangis?" Tanya Rey yang bingung.


"Kata Ayah Saudara Rey akan meninggalkanku selamanya" Balas Fei sambil menangis.


"Itu tidak benar Saudari Fei, aku hanya akan pergi sebentar dan kembali selama beberapa tahun sekali" Rey mengutuk Chen Baiu yang mengatakan omong kosong terhadap Fei.

__ADS_1


To Be Continued


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2