System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 110 : Fam Zhanze Mode Serius


__ADS_3

Pertarungan antara Rey dengan Asura bermata perak masih berlanjut dan mereka terlihat sama-sama memiliki banyak luka. namun mereka tetap bersemangat dan terlihat sangat senang.


"Setelah sekian lama aku terkurung, akhirnya bebas namun siapa sangka lawanku akan sangat menarik" Asura bermata perak tertawa keras.


Rey menyeringai "Saya juga merasakan hal yang sama, ketika saya keluar dari pengasingan, siapa sangka saya akan melawan Ahli yang cukup kuat".


Mereka berdua menyeringai lalu Asura bermata perak berteriak "Tombak Naga Petir!!".


Sebuah tombak berwarna kebiruan dengan hawa yang sangat mematikan tiba-tiba muncul dan terlihat bahwa tombak ini merupakan artefak yang memiliki Rank yang cukup tinggi.


"Tombak Naga Petir, Artefak Kelas Emperor Profound yang sudah lama tidak kupakai" Ras Asura bermata perak terkekeh sambil memainkan tombaknya.


Rey menyeringai lalu berteriak "Pedang Iblis Lima Warna!!".


Seketika lima pedang panjang tiba-tiba muncul dan mengeluarkan aura yang mencengkram. masing-masing memiliki warna sendiri, hitam, perak, putih, biru dan merah.


Asura bermata perak sangat terkejut dengan pedang yang dikeluarkan oleh Rey "Artefak Kelas Lesser Emperor!!".


Rey terkekeh, Artefak ini pemberian dari Fa Xong beberapa saat yang lalu namun siapa sangka Artefak ini akan terpakai disaat seperti ini.


Meski Rey sudah mempunyai Artefak Kelas Great Emperor milik Tan Tian, Rey masih belum mampu untuk mengeluarkan semua kekuatan dari Artefaknya.


Oleh karena itu Rey lebih memilih memakai Pedang Iblis Lima Warna yang merupakan Artefak Kelas Lesser Emperor dan juga ia bisa menggunakan seluruh kekuatan dari Artefak ini.


Asura bermata perak langsung melesat kearah Rey dengan cepat, Rey yang mengetahui itu langsung melesatkan pedangnya dan membuat Asura bermata perak kesulitan untuk menuju kearahnya.


Rey mengendalikan pedangnya dari jarak jauh, Rey tahu bahwa pertempuran jarak dekat dengan Ahli Tombak akan berakibat fatal dan Rey memilih untuk menjaga jarak.


Asura bermata perak cukup kesal karena pedang milik Rey ini selalu menghalanginya dan tidak membiarkan dirinya mendekat kearah Rey.


Rey tertawa cukup keras "Bermainlah dengan pedangku ini, kunci!!".


Asura bermata perak semakin kesal, ia menyeringai lalu sebuah domain membuat Rey merasakan bahwa dirinya bergerak cukup lambat dan Rey menatap Asura bermata perak itu.

__ADS_1


Asura bermata perak menyeringai "Domain dari Saint Heavenly mampu membuat Ahli dibawahnya terkena batasan untuk bergerak dan juga kekuatan mereka akan turun 20%".


Rey kini sangat kesal karena lupa bahwa Ahli Saint Heavenly mampu untuk menciptakan domain asli yang membatasi pergerakan lawan dan juga mengurangi kekuatan lawan.


Asura bermata perak langsung melesat kearah Rey, Rey yang merasakan itu ingin menghindar namun karena berada didalam domain Asura bermata perak itu, Rey sedikit terlambat dan terkena serangan yang kuat.


"BUKKK!!!"


Rey terpental cukup jauh, ia menyemburkan darah dari mulutnya dan menatap tajam kearah Asura bermata perak "Hoo?, terkena seranganku bukannya mati malah hanya menyemburkan darah saja"


"Fisikmu cukup kuat, padahal hanya Ranah Saint King namun memiliki fisik yang setara dengan Ahli Saint Heavenly sepertiku dan bahkan mungkin lebih".


Asura bermata perak melesat lagi kearah Rey, lagi-lagi Rey tidak bisa menghindari serangan dari Asura bermata perak dan akhirnya Rey menjadi samsak.


Asura bermata perak terus menerus menyerang Rey dimulai dengan pukulan, tebasan, tusukan dan lain-lain namun masih tidak mampu untuk membuat luka dalam.


Semua serangan dari Asura bermata perak hanya melukai fisik Rey dan juga membuat Rey kehilangan cukup banyak darah namun tidak sampai ke luka fatal.


Fam Zhanze yang melihat Rey dipukuli merasa sangat marah dan ini membuat Asura bermata merah sangat terkejut. ia baru merasakan aura yang amat kuat.


"SLEP!!".


Asura bermata merah sangat terkejut, ia langsung menjaga jarak dengan Fam Zhanze dan mencoba yang terbaik untuk waspada "Bagaimana mungkin?".


Asura bermata merah masih tidak percaya karena ia masih tertusuk oleh pedang meski sudah menjauh dari Fam Zhanze dan dirinya sekarang ingin melarikan diri.


Fam Zhanze tertawa "Mengapa kau lari?".


Semua orang terkejut karena melihat Asura bermata merah berlari, Asura bermata merah itu merupakan Ahli Ranah Saint King Orde Kedua dan sekarang ia berlari.


Padahal Fam Zhanze hanya berada di Ranah Saint Orde Kedua dan Fam Zhanze mampu untuk membuat Asura bermata merah itu melarikan diri.


Asura bermata biru yang melihat itu langsung mencibir "Cih, apa yang dilakukan sibodoh ini?".

__ADS_1


Asura bermata biru melesat kearah Asura bermata merah dan akhirnya mereka saling berhadapan "Mengapa kau lari Asura Merah?".


Asura merah menjawab "Manusia itu sangat tidak normal, kecepatannya sangat cepat dan bahkan melebihi Ahli Ranah Saint King".


Mendengar omong kosong dari rekannya Asura bermata biru mencibir "Omong kosong, apanya yang melebihi Ahli Ranah Saint Heaven-".


Sebelum menyelesaikan omongannya, Asura bermata biru langsung terpental dan ini membuat semua orang terkejut. Fam Zhanze dalam mode serius sangat menakutkan.


Seluruh tubuhnya dilapisi oleh api berwarna putih dan sangat-sangat panas "Bicara apa kalian?, bertarunglah!!".


Fam Zhanze sangat serius, ia dengan cepat memukul Asura bermata merah dan ini membuat banyak Ahli yang bertarung sangat gemetar.


Siapa sangka Penatua Agung dari Fraksi Langit Ungu mampu untuk melawan dua Ahli Ranah Saint King terpental dan memuntahkan banyak darah.


Asura bermata biru akhirnya terbangun, ia berteriak "BAJINGAN!!, Tebasan Air Asura!!".


Semburan air yang berbentuk seperti pedang muncul dan melesat dengan cepat kearah Fam Zhanze. Fam Zhanze menyeringai "Tinju Api Abadi!!".


Pukulan api berwarna putih langsung melesat kearah semburan air itu dan membuat semburan air itu musnah seketika. Asura bermata biru sangat marah.


"Formasi Saint Asura!!" Sebuah formasi yang digabungkan dengan Saint Qi langsung muncul dan membuat Fam Zhanze tersenyum.


Asura bermata merah juga ikut membantu "Tusukan Sinar Matahari!!".


Silauan ini membuat Fam Zhanze kesulitan untuk melihat keatas dan juga seluruh tubuhnya sangat panas. ia merasakan seperti tertusuk oleh sebuah jarum kecil.


Fam Zhanze tertawa keras lalu melesat kearah Asura bermata merah terlebih dahulu, Asura bermata merah langsung menghindar dan menjaga jarak.


Fam Zhanze yang telah masuk kedalam formasi merasakan bahwa Saint Qi didalam dantiannya semakin bertambah dan hawa haus darah semakin kuat.


Teknik yang dipelajari oleh Fam Zhanze bernama 'Teknik Dewa Api Penghancur Bintang'.


Teknik ini telah menemani dirinya sewaktu masih awal didalam kultivasi hingga menjadi Ahli True God.

__ADS_1


To Be Continued


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2