
"i-ini sebenarnya kami bertiga tidak tahu harus kemana karena di Kekaisaran Phoenix Suci kami mungkin akan dibunuh" Fang Xun sedikit sedih karena kakak tertuanya akan membunuhnya demi tahta.
"Hmm.., bukankah kalian ingin menuju ke Sekte Seribu Pedang?, alangkah baiknya jika kalian kesana terlebih dahulu" Rey menyarankan menuju Sekte Seribu Pedang karena dia akan kesana untuk melakukan sesuatu.
"Untuk apa kita akan menuju kesana?, mungkin mereka hanya akan malah membunuh kita" Fang Xun hanya menghela nafas kecil.
Jadi mereka bertiga tidak memiliki tempat tujuan lain lagi dan mungkin saja mereka akan berakhir bila kembali ke Kekaisaran Phoenix Suci.
"Juga saudara Aga sendiri akan menuju kemana?" Tanya Fang Xun yang sedikit ingin tahu karena Rey tiba-tiba muncul untuk menyelamatkan mereka.
"Aku akan menuju Sekte Seribu Pedang terlebih dahulu, aku memiliki beberapa urusan disana" Rey memegang dagunya dan sedang dalam kondisi berfikir.
Hmm...., mungkin aku bisa memakai tenaga Sekte Seribu Pedang dan membuat mereka menjadi salah satu dari backupku. Rey masih berfikir dipikirannya dan tidak sadar sedang diperhatikan oleh Fang Xun.
"Baiklah kalau begitu saudara Aga, aku akan ke kota terdekat terlebih dahulu, kita akan bertemu lagi jika takdir" Fang Xun mengepalkan tangannya dan hormat pada Rey.
"Baiklah Saudari Xun, Saudari Lan, Saudari Lun, kalau begitu aku pamit" Rey mengepalkan tangannya dan tersenyum.
"Hati-hati saudara Aga karena telah membunuh Tetua Hwang, aku takut Klan Hwang akan mengejarmu" Fang Xun memperingati dengan cemas.
"Baiklah Saudari Xun, terima kasih atas peringatanmu tapi jika mereka berani datang, aku akan membunuh mereka" Rey tertawa dan dengan cepat terbang menuju ke arah Sekte Seribu Pedang.
'Semoga takdir menemukan kota' Batin Fang Xun kemudian pergi menuju kota terdekat dengan Bi Lan dan Bi Lun.
Rey yang kini terbang dengan cepat menuju Sekte Seribu Pedang namun berhenti saat melihat gua karena ingin mempelajari Seni Kultivasi terlebih dahulu.
"Huftt.., akhirnya aku memiliki Seni Kultivasi" Gumam Rey kemudian duduk diatas batu yang berada di gua.
'System apakah semua Seni Kultivasi sama?' Tanya Rey.
[Tentu saja berbeda-beda, hadiah Master hanya Seni Kultivasi namun belum tau Seni Kultivasi apa itu dan perlu untuk dibuka terlebih dahulu. tentu saja hasilnya random]
'Humm., baiklah aku ingin membuka Seni Kultivasi'
[Membuka Seni Kultivasi Kelas Xuan Tingkat Menengah]
__ADS_1
[Ding]
[Memperoleh Seni Kultivasi One Divine Star : Menyerap energi bintang maupun langit dan bumi tanpa bermeditasi namun hasilnya setengah dari bermeditasi. jika bermeditasi akan meningkatkan beberapa kali lipat // Bisa di up menjadi Seni Kultivasi Kelas Xuan Tingkat Lanjut]
'I-ini System apakah ini benar?, aku tidak perlu bermeditasi untuk menyerap energi langit dan bumi?' Tanya Rey dengan ekspresi senang.
[Tentu saja Master namun akan mengurai setengah dari hasil bermeditasi]
'Hahaha!!, Seni Kultivasiku benar-benar menantang langit' Rey tertawa dalam batinnya.
'Baiklah System aku ingin mempelajari Seni Kultivasi One Divine Star' Perintah Rey.
[Baik]
Kemudian sebuah buku berwarna hitam masuk kedahi Rey dengan sangat panas dan membuat Rey sedikit kesakitan namun perlahan-lahan tidak sakit.
Tiba-tiba ada sebuah bayangan yang menampilkan beberapa cara bermeditasi dengan sangat tenang dan energi Langit maupun Bumi terserap dengan cepat.
Namun Rey sangat penasaran dengan energi berwarna keputihan yang sangat kuat daripada energi Langit dan Bumi. Rey memastikan bahwa itu adalah energi Bintang.
Bagaimana tidak senang?, tanpa bermeditasi seorang Kultivator sudah bisa menyerap energi Langit dan Bumi dengan santainya. bukankah ini kemampuan cheat?.
Ada juga bayangan yang berjalan dengan santai diikuti oleh energi Langit beserta Bumi yang tersebar disekitarnya dan energi Bintang yang juga tersebar diantaranya.
'Hahah!!, System kau memang yang paling terbaik' Rey memuji System yang menurutnya memberinya beberapa keberuntungan.
[Namun perlu diingat Master, One Divine Star ini hanyalah Seni Kultivasi bagian yang aslinya sangat kuat yaitu Tingkat Kuno Kelas High-Rank]
[Nama sebenarnya adalah Ten Divine Stars, bisa langsung menyerap sepuluh bintang secara bersamaan]
'Aku tidak menyangka One Divine Star merupakan pecahan dari Ten Divine Stars yang merupakan Seni Kultivasi Tingkat Kuno Kelas High-Rank' Rey sangat terkejut dengan hal itu dan langsung merasa bahwa jalan menuju kuat sudah ada didepan matanya.
'Baiklah, aku akan langsung ber kultivasi saja untuk merasakan sebera hebat Seni Kultivasi ini' Rey dengan santai mulai bermeditasi.
Awalnya Rey merasa tidak ada yang berubah namun perlahan-lahan semua energi terkumpul didantiannya dan membentuk pusaran berwarna putih.
__ADS_1
Energi Langit maupun Bumi mencampur dengan energi Bintang dan yang terlihat hanyalah energi Bintang. Rey merasakan bahwa seluruh tubuhnya sangat panas dan sangat nyaman.
Rey hanya pernah merasakan ini disaat ia akan menerobos dan hal yang tidak disangka adalah ia seketika dantiannya terdengar suara ledakan.
"BOOMM!!".
Rey perlahan-lahan membuka matanya dan merasakan seluruh tubuhnya semakin kuat dan fisiknya yang juga bertambah kuat.
[Selamat Master Menerobos Alam Inti Emas Bintang Empat, Memperoleh 5.000 Poin XP]
'Sudah kuduga aku akan menerobos, bukankah ini terlalu cepat?' Batin Rey bertanya-tanya bukankah ini terlalu cepat?.
[Tentu saja tidak Master karena ini adalah awalan karena Master mempelajarinya maka energi Langit, Bumi dan Bintang dengan. agresif akan masuk ke dantian Master namun setelah ini penyerapannya tidak sebagus diawal]
'Ohh.., jadi begitu baiklah jika begitu aku akan melanjutkan bermeditasi untuk menstabilkan energi Qi ku dan sedikit mengolahnya untuk memakai Niat Pedang Tingkat Satu' Rey kemudian mulai bermeditasi lagi
~~
"Bagaimana?, apakah kalian sudah menemukan keberadaan anak dari si pengkhianat itu?" Tanya seorang paruh baya dengan sedikit marah.
"Maafkan kami Tetua, kami tidak menemukannya di bintang manapun dan sepertinya Dewa Perang telah mengirim seorang untuk melindunginya" Seorang assassin dengan menggigil menjawab.
"Sampah!!, hanya menemukan bocah ingusan saja kalian tidak. becus"
"Tolong berikan kami kesempatan T-"
"Slep".
Para assassin dengan santai terbunuh oleh Penatua itu dan Penatua itu tampak sangat geram.
"Buang sampah itu, apa gunanya seorang Kultivator tingkat tinggi seperti mereka yang tidak bisa menemukan seorang bocah ingusan" Cibir Tetua itu dan menghilang.
"Fufufu.., Pak tua bau busuk itu selalu saja merepotkan, membunuh Kultivator Tingkat Tinggi dengan santai, aku takut kekuatannya hampir setara dengan Dewa Perang" Seorang perempuan yang cantik bergumam dan menghilang.
To Be Continued
__ADS_1
Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁