
"Yan Jue" Ujar Yan Jue.
"Xue Yin" Balas Xue Yin.
"Pertandingan dimulai" Ujar Qing Shue kemudian melayang di udara.
Yan Jue langsung melesat ke arah Xue Yin dengan cepat, kecepatan itu membuat Xue Yin kesusahan.
Karena Yan Jue sendiri memiliki basis Kultivasi Ranah Bumi Tahap 5 sedangkan Xue Yin hanya berada di Ranah Bumi Tahap 4 perbedaan energi Qi membuat mereka tidak seimbang.
"Bagaimana jika kau menyerah saja" Ujar Yan Jue berbicara sambil menyerang Xue Yin.
"Kau pikir aku akan kalah?, jangan sombong kau" Ujar Xue Yin.
"Lihat Dewi Yin sangat kesusahan melawan Yan Jue"
"Benar, jika begini akan kalah"
"Siapa bilang akan kalah?, kita lihat saja nanti"
"Benar, kita masih belum mengetahui siapa yang akan kalah"
"Benar"
Para penonton kini mulai menyemangati Dewi Yin/Xue Yin.
"Patriak Xue, memiliki Putri yang sangat berbakat dalam umurnya yang masih 18 Tahun sudah berada di Ranah Bumi Tahap 4" Ujar Patriak Yan.
"Hahaha, Patriak Yan terlalu berlebihan memuji Putriku, tidak seperti anak Patriak Yan yang berada di salah satu dari Top 10" Balas Patriak Xue.
"Hahah" Balas Patriak Yan.
Meski mereka tertawa, nampak Aura mereka saling mengeluarkannya Aura mereka.
Diarena saat ini Xue Yin yang sangat kesusahan melawan Yan Jue mulai menggunakan Tubuh Ilahinya.
Seketika itu Tubuh Xue Yin bersinar berwarna Ungu dan Rambut maupun matanya berubah menjadi Ungu.
Tidak hanya itu bahkan Auranya kini sudah sangat kuat, hingga membuat Yan Jue tertekan.
"Aku tidak menyangka, Putri Patriak Xue memiliki Tubuh Ilahi" Ujar Ketua Sekte.
"Hahah, itu hanya Tubuh Ilahi saja banyak yang memilikinya, tidak terlalu langka" Balas Patriak Xue.
"Patriak Xue bisa saja bercanda Tubuh Ilahi sangat langka, Kultivator yang memiliki Tubuh Ilahi dia bisa menjadi tungku untuk Kultivator Pria dan sama-sama untung jika mereka berhubungan intim, bagaimana jika Putrimu dan Putraku menikah?" Ujar Patriak Gu.
"Bajingan, aku tidak akan menyerahkan Putriku kepada Putramu yang cabul itu" Balas Patria Xue mengeluarkan Aura yang kuat.
"Patriak Gu, Patriak Xue mohon tenang" Ujar Patriak Fam mengeluarkan Aura Ranah Surga Tahap 7.
"Ranah Surga Tahap 7" Ujar Patriak Gu dan Patriak Xue secara bersamaan.
"Baiklah, kalian bisa tenang?" Ujar Fam Shiro.
"Baik" Balas Patriak Xue dan Patriak Gu.
"Aku tidak menyangka Patriak Fam memiliki Kultivasi Ranah Surga Tahap 7" Gumam Patriak Gu yang hanya memiliki basis Kultivasi Ranah Surga Tahap 4.
Sedangkan Patriak Xue memiliki basis Kultivasi Ranah Surga Tahap 3.
Diarena saat ini Xue Yin yang membuat Yan Jue kesulitan melawannya, hingga akhirnya Yan Jue mengeluarkan salah satu dari seni bela diri tingkat tinggi.
__ADS_1
"Jalang, aku akan membunuhmu" Ujar Yan Jue.
"Bajingan, beraninya kau berbicara seperti itu kepadaku" Balas Xue Yin.
"Seni bela diri Divine Palm" Ujar Yan Jue mengeluarkan telapak tangan dengan cahaya yang sangat terang.
"Lagi-lagi seni bela diri tingkat Bumi Tahap Awal"
"Klan Yan, memiliki banyak anggota jenius.
"Benar sekali"
"Benar"
Ujar para penonton.
"Spirit Sword Slash" Ujar Xue Yin.
"Dewi Xue Yin lagi-lagi memakai seni bela diri yang anggun"
"Benar, meski begitu tingkat dari seni bela dirinya berada di tingkat Bumi Tahap Menengah"
"Sangat kuat"
"Dewa Yin memang kuat"
Ujar para penonton.
Serangan dari Xue Yin dan Yan Jue membuat tanah bergetar dan membuat Tetua Qing Shue sedikit kawathir, karena ia takut akan terjadi pertempuran kalau salah satu dari mereka terluka parah.
Karena hubungan dari Klan Xue dan Yan sangat buruk dan seakan akan, mereka bisa perang.
Xue Yin Putri dari Patriak Klan Xue sedangkan Yan Jue Keponakan Patriak Klan Yan, ayahnya seorang Tetua Agung di dalam Klan Yan.
Bumm!!
Serangan mereka bertabrakan dan membuat ledakan kecil.
Debu-debu mulai berterbangkan kini terlihat mereka berdua masih kelihatan berdiri dan tidak ada yang terkapar di tanah.
"Lumayan kau jalang kecil, tapi saatnya bagimu mati" Ujar Yan Jue.
"Kau, akan kubunuh kau" Balas Xue Yin.
Mereka mulai bertarung dengan sangat sengit bahkan orang tua misterius yang mengawasinya dari jauh, kini mulai menatap dengan tajam, karena pertandingan yang sangat seru.
...[Master, ada orang tua yang mengawasi pertandingan ini, tanpa diketahui oleh Patriak Klan Bangsawan maupun Ketua Sekte beserta para Tetua]...
"Dimana dia?" Ujar Rey.
[Coba Master lihat ke arah sana]
Kemudian Rey melihat ada Aura yang terpancar.
Rey kini yakin ada orang disana.
"Ohh.. Auraku terdeteksi oleh Pemuda itu, benar-benar jenius" Ujar orang tua misterius itu kemudian menggunakan telepati kepada Rey.
"Bocah, kau bisa merasakan Auraku, cukup mengagumkan" Ujar orang tua misterius.
[Apakah Master ingin membeli seni bela diri Telepati? hanya 5.000 Poin]
__ADS_1
"Baiklah" Balas Rey.
[**Membeli seni bela diri Telepati mengurangi 30.000 - 5.000 < 25.000]
[Sisa Poin : 25.000**]
Kemudian beberapa saat Rey bisa memakai Telepati.
"Jika boleh tau siapa Senior ini" Ujar Rey menggunakan Telepati.
Seketika itu orang tua itu terkejut, karena orang yang bisa menggunakan Telepati hanya orang yang sudah menapaki Ranah Surga, sedangkan Rey yang kini hanya terlihat berada di Ranah Bumi Tahap 3.
"Kau memiliki seni bela diri yang unik, jika kau bisa juara 1, aku akan mengunjungimu" Ujar orang tua misterius itu kemudian Auranya menghilang.
"Sepertinya akan seru" Ujar Rey dalam hati.
Selang beberapa saat akhirnya Yan Jue kalah telak, karena tangannya terpotong.
"Bajingan" Ujar Patriak Yan dalam hati.
"Pertandingan kali ini dimenangkan oleh Xue Yin" Ujar Qing Shue.
Setelah itu sorak-sorak dari penonton.
"Dewi Yin tak akan kalah"
"Benar Dewi Yin jenius"
"Dewi Yin sangat kuat"
"Benar-benar"
Ujar para penonton sambil bersorak.
Kini Xue Yin yang duduk di kursinya melihat Rey dan Rey yang melihat itu langsung tersenyum, membuat Xue Yin menundukkan kepalanya dan sedikit malu hingga membuat wajahnya merah seperti tomat.
"Ya Goodloking dah biasa"
"Benar, kekuatan, Ketampanan, berbakat, dan sangat kuat"
"Sudah pasti membuat semua wanita yang dilihatnya akan malu"
Ujar para penonton.
"Pertandingan kali ini Lou Yang vs Yan Kuo" Ujar Qing Shue.
Mereka langsung bergegas dengan cepat ke arena.
"Lou Yang" Ujar Lou Yang.
"Yan Kuo" Balas Yan Kuo.
"Pertandingan dimulai" Ujar Qing Shue kemudian terbang ke udara.
Lou Yang kali ini langsung dengan cepat mengarah ke Yan Kuo dengan kecepatan penuh.
Nampak Lou Yang yang ingin pertandingan cepat selesai.
Yan Kuo yang menyadari itu langsung dengan cepat melesat ke arah Lou Yang.
End
__ADS_1
Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen ya Readers makasih 😁😁