Tak Ingin Menyedihkan: KUPU-KUPU MALAM

Tak Ingin Menyedihkan: KUPU-KUPU MALAM
Bagian 29


__ADS_3

.


.


.


Ira menatap Ari yang sudah tertidur.


Tersadar bagaimana besok sekolah? melihat ponselnya (Minggu, 05 November 2017) "Oh iya sekarang minggu!" ucapnya menaruh kembali ponsel dan memejamkan mata.


"Apakah sekarang aku harus mencoba kembali? apa aku bisa? lagi pula sekarang aku punya alasan yang jelas. Aku lelah seperti ini!"


"Oh iya." dia membuka ponselnya.


*Mengirim pesan*


"Sind, bilang sama Nenek teteh gak pulang, nginep."


Menatap langit-langit kamar.


*Wanita itu berbicara dengan dirinya sendiri dalam pikiran*


"Jika saja dulu ibu tidak pergi keluar kota dan menemukan pengganti ayah. Ini semua tidak akan terjadi kan?"


"Jika dulu aku tidak menj*al tub*hku, kehidupan tidak akan seperti ini bukan? siapa yang bersalah dalam hal ini? sebelum aku melakukan ini, aku hidup sebagai manusia yang normal. Kenapa yang maha kuasa membiarkan aku hidup seperti ini sekarang?


dosa apa yang telah aku perbuat? apakah aku pernah membuat kesalahan yang begitu besar di kehidupan sebelumnya dan sekarang menerima imbasnya?"


"Seberusaha apapun aku menyembunyikan identitasku, suatu hari semua orang pasti akan mengetahuinya. Bagaimana dengan keadaan di sekolah? kakek dan nenek? Ari? jika mereka tau apa yang akan aku jelaskan? mereka tidak akan mengerti karena hanya aku yang merasakan!"


"Hmmm,,, malam memanglah tenang, tapi tidak dengan pikiran. Biarkan aku merasa tenang meskipun hanya sekejap Ya-Alloh."


**


Terbangun dari tidurnya melihat dari sudut gorden jendela mentari sudah menerangi bumi.


Wanita itu berbalik dan tidak melihat Ari di sana "Kemana dia?"melihat ponselnya sudah pukul 08:40.


"Hah?" Ira terheran.


Bangun dari kasurnya menatap cermin dan membuka gorden melihat keadaan di luar.


"Oh iya ini rumah satu-satunya. Pantas saja tidak terdengar apapun, tidak seperti disana."ucap Ira sambil mengikat rambutnya, dia membawa sabun dan sikat gigi lalu keluar kamar langsung menuju kamar mandi mencuci muka, gosok gigi dan buang air kecil.


Keluar dari kamar mandi berdiri mematung, tidak melihat siapapun disana selain dirinya sendiri.


"Ari kemana sih?"


*Kreek!!*


Seorang membuka pintu.


"Udah bangun?"


"Baru, dari mana?" tanya Ira berjalan ke kamar di ikuti oleh Ari


"Nganterin mamah." Ari duduk di atas ranjang.


"Udah pulang?" tanya Ira bercermin sambil menyisir rambut panjangnya.


"Udah balik lagi."


"Hah?"


"Tadi pagi pulang, mandi, terus berangkat lagi mau pergi sama temennya sih katanya."


"Tapi aku gak denger suara apapun, motor kamu juga?"


Ari tersenyum "Tidurmu nyenyak."


Ira hanya mengangguk.


"Kalo mau makan mamah udah masak nasi sih tadi, lauknya juga udah beli."


"Iya!" ucap Ira berbaring kembali di ranjang.


"Barusan mandi?"


"Enggak, cuma cuci muka sama gosok gigi doang haha."


"Kenapa gak sekalian mandi bu?"


"Nanti, agak pusing ini kepala. Emang kamu udah mandi?"


"Udah bu, tampan gini." tersenyum.


"Iya memang tampan!" Ira melihat ponselnya.


Ada pesan masuk dari Sindi.


*Isi pesan*

__ADS_1


"Iya udah di bilangin."


"Jangan lupa makan katanya!"


"Iya." balas Ira.


*


"Siapa?"


"Apa?"


"Yang mengucapkan selamat pagi."


"Banyak haha."


"Boleh aku melihat ponselmu?"


Ira memberikannya karena dia sudah melihat tidak ada pesan dari gadun, karena hanya itu yang dia takutkan.


"Waaah ternyata wanitaku ini mendapat banyak perhatian, termasuk dari irfan." Ari merasa cemburu.


Irfan kaka kelas Ira. Pria yang masih teman Ari dan pria yang Ira sukai ketika pertama kali tiba ke sekolah ini. Tetapi mereka hanya berteman meskipun Irfan sudah menyatakan bahwa dia menyukai Ira, mereka tidak berpacaran karena Irfan memiliki kekasih begitu pula yang dia tau Ira adalah kekasihnya Ari.


"Apa sih? lihat pesan itu udah lama!"


"Iya." menyimpan ponselnya.


"Sekarang kerja gak?"


"Sebenarnya tiap hari juga kerja."


"Oh jadi meliburkan diri gitu?"


"Iya, makan yuk?"


"Kalo mau kerja gak apa, aku juga mau pulang nanti minta iki suruh jemput."


"Gak mau di anterin?"


"Hmmm ini masih pagi kelihatan banget abis nginepnya."


"Pagi dari mana? sekarang udah jam 09:12. Ibu makan, mandi setengah jam, terus dandan, udah siang lah. Nanti di anterin!"


"Oh iya iya." Ira hanya tersenyum.


"Yu makan?" Ari bangun dari duduknya keluar kamar di ikuti Ira.


*


Setelah selesai makan Ira mencuci piring dan menyapu rumah lalu segera mandi.


Selesai mandi.


"Kan lama?"


"Hah?"


"Jam 11:07 ini udah siang bu."


"Haha iya, tapi ngomong-ngomong mau pake kaos."


Ari bangun dari rebahannya akan keluar kamar.


"Mau baju Ari."


"Besar bu?"


"Gak papa."


"Sebentar (membuka lemari) ini ada yang baru."


"Enggak, mau yang itu (baju yang di pake Ari)."


"Ini? Beneran?"


"Iya" Ira tersenyum


Ari membuka bajunya memberikan pada Ira dan dia mengambil baju lain lalu memakainya.


"Aku mau pake baju."


"Terus?"


"Keluar lah!"


"Aku sudah melihat seluruh tub*hmu." Ari keluar kamar.


Ira memakai baju dan mengeringkan rambutnya yang basah, lalu berdandan dan membereskan kamar.


Setelah selesai dia keluar kamar dengan penampilan sudah siap.

__ADS_1


"Yuk?"


"Mau kemana?"


"Anterin pulang!"


"Bentar (bangun dari duduknya ke kamar membawa topi dan dompetnya) beresin kamar?"


"Iya makasih!"


"Haha makasih ibu negaraku."


Ira membuka pintu keluar dari rumah.


"Bentar (Ari menghampiri Ira lalu menci*m bibirnya) boleh lah gitu doangmah."


Ira tersenyum lalu menci*mnya.


Mendorong Ari "udah!" lalu membuka pintu keluar rumah dan memakai maskernya.


Ari mengunci rumah.


Menaiki motor begitu juga Ira, mereka berdua berangkat meninggalkan rumah.


**


Setelah melewati beberapa daerah mereka sampai.


Menghentikan motornya di depan rumah nenek.


"Makasih mass." Ira turun dari motor.


"Bukan tukang ojeg mbak."


Nenek keluar rumah melihat Ira yang baru tiba.


"Baru pulang neng?"


"Iya, adik pada kemana ko sepi?" tanya ir,a menghampiri nenek.


Ari turun dari motornya menyalami nenek.


"Sehat nek?"


"Alhamdulillah, ini pacarnya Ira?"


"Calon suami nek hee."


"Haha ada-ada aja."


"Ayo masuk?" ucap Nenek.


"Enggak nek makasih, langsung pulang mau kerja."


"Oh iya." Nenek hanya mengangguk.


"Pamit nek."


"Pulang iya?" pada Ira.


Menghidupkan motornya dan pergi.


"Orang mana itu? Kerja apa?"


"Orang jauh, nyupir!" Ira kemudian duduk di depan rumah nenek.


"Kakek mana?"


"Kakek tidur!"


"Sindi kemana?"


"Tadi minta uang mau beli jajan sama Hesti, tapi belum balik lagi."


Ira mengangguk.


"Udah makan neng?" tanya Nenek sambil menyapu lantai.


"Udah tadi!" Ira bangun dari duduknya "Mau ke rumah aja." berjalan ke rumah.


Pintu rumah terbuka karena Tia sedang bermain tab di depan rumah.


"Teh dari mana? baru pulang?"


"Nanti iya." ucap Ira nyelonong masuk.


Dia tidak melihat ibunya di rumah. Entah dimana dia Ira tidak peduli.


Membuka pintu kamar "Brugg!!" berbaring di kasurnya.


*****

__ADS_1


__ADS_2