Tak Ingin Menyedihkan: KUPU-KUPU MALAM

Tak Ingin Menyedihkan: KUPU-KUPU MALAM
Bagian 65


__ADS_3

.


.


.


Pagi yang di awali dengan suara bising dari kenalpot motor berhenti di depan kosan. Perlahan Ira membuka kedua matanya dan melihat Susan masih tertidur lelap.


Tok tok tok


Wanita itu beranjak dari tidurnya, dengan rasa kantuk dan rambut panjang yang kusut dia membuka pintu.


"Astaga lupa," Ira langsung berbalik lalu ke kamar mandi untuk mencuci muka, dia melupakan Ari yang menginap di kosan


Teguh.


"Ra? masih lama gak?" teriak Susan yang sudah terbangun.


Wanita itu keluar dari kamar mandi dengan wajah bangun tidur yang membuat Ari tersenyum-senyum menatapnya.


"Emang pada tidur jam berapa Ra?" tanya Teguh sambil menyulut sebatang roko.


"Kalian pulang juga langsung tidur," membawa sisir di atas lemari, dia duduk di depan Ari dan membelakanginya, "Nih," menyuruhnya untuk menyisiri rambut Ira.


"Lapar Guh," ucap Susan baru keluar kamar mandi.


"Mau makan sama apa?"


"Belum masak nasi hoaaam," Susan yang masih mengantuk itu beberapa kali menguap.


"Emang gak pada mau ke sekolah?"


"Sekolah gak Ra?" Susan bertanya padanya.


"Gak bawa seragam, males juga kan gak belajar"


"Si Dewi sama Santi ada gak iya? apa ke sekolah?" tanya Susan berjalan keluar kamar menghampiri Dewi.


"Emang Santi udah pulang? bukannya malam pergi sama pacarnya?" tanya Ari berbisik.


Ira hanya menggelengkan kepala, "Mana hp kamu?"


Tanpa menjawab Ari memberikan ponselnya, di lihatnya jam sudah pukul 08:26. Wanita itu membuka dan melihat-lihat isi dari pesan dan panggilan yang masuk.


Tidak ada apapun, itu yang Ira lihat. Tetapi ketika dia akan memberikan ponselnya ada pesan dari Rani.


*Isi pesan*


"Terimakasih, sampai bertemu di lain waktu"


Ira tediam menatapnya, jantungnya berdegup kencang perasaannya seketika merasa tidak baik-baik saja.


"Pulang dari sini langsung ke mana Guh?" tanya Ira membuat Teguh kebingungan.


"Maksudnya?"


"Gue tanya, semalem pulang dari sini langsung kemana?"


"Emang kenapa?" tanya Ari membawa ponsel di tangan Ira tetapi dia tidak memberinya.


"Ke kosan Ra"


"Oh iya? gak kemana-mana dulu?"


"Apa sih bu? gak kemana-mana kan Guh?" ucap Ari berusaha merebut ponselnya.

__ADS_1


Ira berbalik menatap Ari, "Semalem kemana?"


"Gak kemana-mana sumpah"


"Oh iya?"


"Tanya Teguh, gak kemana-mana langsung tidur."


Teguh menatap mereka berdua, "Gak kemana-mana Ra" ucapnya lalu berbaring di kasur memainkan hpnya.


"Kalian sama aja," ucapnya melihat kembali ponsel Ari dan membalas pesannya.


*Isi pesan*


"Kapan kau luang?"


Ari tersenyum menatapnya dan masih berusaha meminta hpnya, "Aku pegang hp kamu hari ini"


"Ko tumben? pinjem dulu aku lihat ada apa?"


Tanpa berkata apapun Ira memberikannya dan dia beranjak membawa handphonenya yang tergeletak di bawah bantal.


Perasaannya menjadi tidak karuan karena melihat pesan dari Rani, mantan Ari. Dia mulai berpikir mungkin di belakangnya mereka berdua saling berhubungan entah itu secara langsung ataupun tidak.


"Santi belum pulang," ucap Susan kembali ke kamar.


"Dewi mau ke sekolah gak?" tanya Ira.


"Enggak, Beni nginep di sana semalem"


"Beni nginep? sekarang ada?" Teguh beranjak duduk.


"Ada masih tidur"


"Makan hati," jawabnya menatap Ari yang masih memainkan hpnya.


"Haha kenapa lo? gue beli makan dulu iya? tunggu"


"Sama gue"


"Gue aja, yuk sayang?" Susan memakai jaketnya, sebelum Teguh berdiri Ira mendahuluinya.


"Sama gue, diem Guh!"


"Kenapa lo Ra?"


Tanpa berkata apapun, Ira memakai lipstik dan menyemprotkan parfum.


"Mau kemana? diem aja suruh Teguh yang beli makan," ucap Ari menatapnya tetapi wanita itu tidak menghiraukannya.


"Yuk San?" dia keluar kamar melewati Ari.


"Kenapa lo?" tanya Susan naik di atas motor menghidupkannya.


"Enggak nanti"


Mereka berdua melaju ke arah kantin luar sekolah yang terletak di samping sebelah kiri. Ira merasa sangat kesal dan ingin sekali melempar ponsel Ari jika benar dugaannya bahwa ternyata diam-diam dia dan Rani masih saling berhubungan.


*


Sampai di kantin sekolah, Susan memesan 2 nasi uduk. Pagi yang berantakan semakin membuat wanita itu kesal ketika melihat hpnya ada pesan dari gadun yang menanyainya kapan berangkat PKL dan ingin bertemu lebih dulu.


Tanpa ragu wanita itu memberitahunya bahwa dia akan berangkat 3 hari lagi. Ira, Dewi dan Santi sudah menemukan kosan yang cukup nyaman, dan mereka sengaja berangkat lebih awal karena setidaknya di sana mereka harus merapikan barang-barang miliknya. Sementara untuk saat ini, Susan merasa dirinya akan tetap dan mampu berangkat kerja dari kosannya.


Ira yang masih duduk terdiam tidak mendengarkan apa yang Susan bicarakan, wanita itu merasa bimbang antara menemui gadun untuk menambah uang jajan dan kebutuhannya, atau tidak menemui dan berhemat dengan sisa uang yang ada?

__ADS_1


Setelah tediam beberapa saat, Ira memutuskan untuk menemui gadun, karena dia tau ketika nanti sudah bekerja mungkin dirinya tidak akan memiliki waktu untuk menemui mereka dan biasanya salah satu pihak pembimbing ada yang memperhatikan sikap keseharian anak didiknya. Dia tidak akan memiliki kebebasan dan harus lebih hati-hati agar nama baiknya tetap bersih dan tidak ada cela.


"Yu Ra?" ajak Susan berdiri tetapi Ira menariknya untuk duduk.


"Kenapa Ra?"


"Bentar," menunjukkan ponselnya pada Susan.


"Oh, lagi?" tanyanya membuat wanita itu menatapnya.


"Jahat lo, lagi lagi"


"Haha emang iya kan? santai aja kali"


"Bentar dulu"


"Kapan?"


"Kalo gak nanti malam, mungkin besok malam"


"Hati-hati," perkataan singkat yang penuh dengan makna di dalamnya. Semenjak mengetahui Susan berusaha mengerti dan tidak memaksakan Ira untuk berhenti karena dia sendiri mengetahui bahwa tidak mudah untuknya terlepas dari kepahitan ini.


"Awas di baca Ari"


"Haha udah di hapus ko, yuk?" mereka berdua beranjak dan kembali ke kosannya.


*


"Sebenernya kenapa sih? lo berantem sama Ari?" tanya Susan memperlambat laju motornya.


"Kesel gue sama si brengsek, masih pagi ada aja masalah"


"Emang apa?"


"Gue cek hpnya, pas banget ada chat dari si Rani"


"Hah? Rani? haha chat apa?"


"Iya si Rani, kalo gak salah dia bilang: Terimakasih sampai bertemu di lain waktu. Makanya gue tanya sama si Teguh tadi malem kemana? mereka berdua jawabnya gak kemana-mana. Tapi isi chatnya ko kaya, Ari tuh udah ketemu atau mungkin dia memang masih berhubungan di belakang gue? anji*g banget kan?"


"Palingan iya, cowok haus kek dia gak mungkin bisa sama satu cewek," ucap Susan dengan polosnya.


"Ihhh jahat lo, nenangin gue kek, malah gitu jawabnya"


"Iya terus apa? kalo misalnya itu kenyataan?"


"Gak tau lah, makin pusing gue ngomong sama lo"


"Haha jangan marah sayangnya aku"


Mereka berhenti di depan kosan, terlihat dari luar Ari dan Teguh sedang mengobrol sambil menikmati kopinya.


"Pengen banget gue tonjok mukanya si Ari sumpah," ucap Ira berjalan masuk ke kamar mengikuti Susan.


"Tonjok aja Ra, gratis"


"Apa sih?" tanya Teguh.


"Ira pengen banget tonjok si Ari katanya haha"


Ari hanya tersenyum menatap Ira yang masih terlihat kesal, pria itu tidak memperdulikan dan membiarkan Ira berlarut pada rasa cemburunya.


Mereka semua tidak pergi ke sekolah hari ini karena tidak belajar dan guru memberi waktu luang untuk mencari tempat tinggal, membereskan barang-barang, dan berpamitan sebelum berangkat.


*****

__ADS_1


__ADS_2