Tawanan Cinta Ketua Gangster

Tawanan Cinta Ketua Gangster
BAB 10 Kisah Cinta Muda Mudi


__ADS_3

Hari menegangkan tiba, Valerie Wylie Bradley berdandan cantik. Dia akan menghadapi kenyataan, kata orang takdir tidak bisa dirubah, yakin? Ya mungkin juga benar, jika kita hanya diam tanpa melakukan sesuatu.


Valerie bisa saja kabur atau memohon kepada Daddy Dariel untuk membatalkan pertemuan ini. Tapi tidak. Dia ingin Eberardo tahu bahwa dirinya bukan gadis yang suka terkurung di sangkar emas.


Valerie menggunakan kekuatannya sendiri, memanfaatkan hubungan dekat dengan Tuan dan Nyonya Torres.


Gadis cantik ini turun ke lantai satu menuju ruang tamu sengaja melewati anak tangga tidak memakai lift. Mengulur waktu, sedikit terlambat bukan masalah kan?


Dress putih tulang sepanjang melebihi lutut, flat shoes merah muda menambah manis penampilannya. “Maaf Om dan Tante menunggu, Vale sakit perut tadi.” Alasan Valerie.


Sekilas ekor mata melirik tajam kepada Eberardo yang tersenyum, begitu terpesona akan cantiknya bidadari hati.


“Its okay baby, Daddy dan Mommy engga masalah. Kamu cantik banget hari ini. So pretty.” Eberardo menyambut pujaannya yang memasuki ruang tamu.


“Kemaren gak cantik dong tapi buluk.” Gumam Valerie tersenyum kaku, menepis tangan mantan kekasihnya. “Aku masih bisa sendiri, bukan nenek yang butuh bantuan kamu.” Valerie mengerling satu mata.


“Aku ikuti permainan kamu. Enak aja ngajak nikah tapi tingkah laku sama sekali engga berubah.” Batinnya begitu panas, kalau boleh detik ini juga melayangkan tinju ke bibir Eberardo yang selalu tersenyum.


Percakapan serius dimulai oleh Tuan Leonard Torres, Daddy Dariel mengangguk membenarkan bahwa anak mereka memiliki ikatan khusus. Kedua Ayah itu sama sekali tidak canggung, mereka sering bertemu karena rekan bisnis sejak usia muda.


“Vale, apa kamu menerima lamaran Eberardo?” tanya Daddy Dariel, bagaimana pun keputusan ada di tangan putrinya. Jika pernikahan Valerie dan Eberardo terjadi itu artinya bisnis keluarga Torres dan Bradley semakin kuat. Pangsa pasar Asia dan Eropa mutlak milik kedua keluarga.


“Sebelumnya Vale mohon maaf yang sangat besar terutama Om Leon dan Tante Pamela. Sebenarnya hubungan kami sudah berakhir, bisa ditanyakan sendiri alasannya apa, Saya yakin Eberardo menjawab jujur.” Tolak Valerie, wajahnya sedih mencoba berakting sempurna. Dia ingat bagaimana Eberardo sengaja mencium perempuan lain di depan matanya.


Terpaksa Eberardo menjabarkan semua alasan, dia memang pria jahat tapi bukan pembohong pandai. Eberardo mengepalkan tangan, sakit sekali mendapat penolakan hanya karena dirinya lepas kendali.

__ADS_1


Ya Eberardo Torres terpaksa mengunjungi salah satu temannya ketika terlibat pertengkaran dengan Valerie. Mencari pelarian dan pelampiasan.


Valerie yang berusia 18 tahun harus menyaksikan pemandangan memuakkan di depan mata. Kekasihnya itu juga tegas mengatakan bahwa teman wanitanya jauh lebih baik dibanding Valerie.


Tentu saja Valerie masih labil, bahkan harapannya menjalin asmara dengan Eberardo, karena usia dewasa mampu membimbing dan memberi rasa nyaman, kenyataannya tidak sama sekali. Valerie yang liar pun semakin tidak dapat dikendalikan oleh Eberardo.


Selain itu ada alasan tersembunyi yang Valerie jaga sampai kapanpun, sesuai janjinya di hadapan keluarga besar.


Daddy Leon dan Daddy Dariel geleng-geleng kepala, kisah cinta muda mudi membuat orangtua turut pusing.


“Tuan Leonard, bukan aku menolak tapi memang mereka tidak cocok. Usia putriku masih kecil. Dia masih banyak mengalami pergolakan batin menuju dewasa. Aku harap Tuan dan Nyonya mengerti.” Tutur Daddy Dariel memandang putrinya yang berani bersuara.


“Tapi Om, ini semua kesalahan kecil, aku berubah Om. Aku mohon Om saja yang terima, aku mencintai Valerie, Om.” Eberardo memohon, rasanya tidak akan sanggup hidup tanpa gadisnya.


“Tapi Ebebardo. Aku engga bisa dan gak akan bisa mejalani hidup rumah tangga sama kamu. Sadarkah kamu, aku perempuan yang menyukai kebebasan, aturan untuk dilanggar dan kita berbeda. Kamu sangat suka sosok penyayang dan penurut, aku bukan seperti itu. Aku yakin ada wanita yang menunggu kamu di sana. Lupakan hubungan kita!” Valerie sangat yakin mengucapkannya, tidak ada keraguan sama sekali.


“Aku lebih baik dibanding siapapun.” Desis Eberardo. Tak menerima kekalahan, dia sangat yakin di dalam hati Valerie masih memiliki perasaan yang sama.


“Benarkah? Sisi mana? Aku belum melihatnya.” Tantang Valerie, otaknya berkata bahwa mantan kekasih akan menunjukkan dari segi harta kekayaan. Ya memang benar tidak ada yang ragu akan kerajaan bisnis milik keluarga Torres.


“Aku bisa memberikan dunia untukmu … aku lebih dewasa, aku janji kamu tidak akan menderita Valerie. Percayalah hati ini untuk kamu.” Ungkap Eberardo dari lubuk hati terdalamnya.


“Maaf. Aku bukan perempuan yang tepat.” Valerie menepuk kedua bahu mantan kekasihnya yang kini sedikit bergetar menahan sakit. Gadis bermata hazel ini mendekati Tuan dan Nyonya Torres.


“Maaf aku bukan pilihan yang baik, maaf juga sudah membuang waktu Tuan dan Nyonya.” Ucap Valerie sangat lembut. Dia yakin kedua orangtua Eberardo mampu menghentikan tindakan gila putranya.

__ADS_1


“Bukan masalah sayang. Perasaan memang tidak bisa dipaksakan. Tante paham. Maaf ya atas sikap Ar kalau selama ini menyebalkan.” Nyonya Torres memeluk Valerie.


Sebenarnya kecewa karena gagal mendapat menantu baik dan secantik Valerie, tapi semesta belum mengizinkan Valerie untuk Eberardo.


Hubungan bisnis antara Daddy Dariel dan Daddy Leon masih tetap terjalin. Mereka memisahkan antara masalah pribadi dan bisnis. Pertemanan diantara keduanya pun tidak renggang.


Setelah selesai bertamu ke rumah Valerie. Eberardo dan kedua orangtuanya segera kembali ke Spanyol. Terutama Daddy Leon, menyeret paksa putranya. Dirinya pun kesal mendapat penolakan tapi mau bagaimana lagi.


Sedangkan Eberardo duduk sambil memandang ke luar kaca. “Vale sekarang kamu boleh menolaknya. Hingga maut datang, aku akan tetap berjuang mendapatkan kamu kembali. Apapun untuk kamu Valerie. Tunggu waktunya Baby, aku pasti datang jemput kamu.” Kata hati Eberardo yang tersayat-sayat tak berdarah. Seandainya, waktu itu dia bisa menguasai diri, pasti kisah cintanya tidak akan berakhir pahit.


**


GB Hospital


Ethan Adrian masih terbaring, dalam masa pemulihan. Sepi, padahal di dalam ruangan ini Josh, David, Rebecca serta Natasha datang menjenguk. Dia merindukan orangtuanya, benar-benar membutuhkan sosok Daddy Bobby dan Mama Ayu memberi perhatian.


“Sob … kenapa bengong? Lo belum makan loh. Mau gue suapin gak? Eh gue gak lihat calon istri, di mana dia? Gila banget aksinya kemaren, salut gue. Dia berani melawan Mario. Perempuan kuat memang idaman gue banget.” Celoteh Josh, bibirnya lantang mencari keberadaan Valerie tetapi kedua mata coklatnya melirik Natasha yang sedang mengerjakan tugas sekolah di meja.


Ethan tersenyum, Valerie menolongnya untuk ke sekian kali. Tapi dia takut, Valerie terluka, penasaran keadaan gadisnya. Menghilang tidak ada kabar, mungkin benar apa kata Daddy Bobby, Uncle Dariel melarang putrinya berteman dengan seorang berandalan.


TBC


***


kasihan Ethan / Eberardo?

__ADS_1


__ADS_2