Tawanan Cinta Ketua Gangster

Tawanan Cinta Ketua Gangster
BAB 53 Kejutan


__ADS_3

“Ahh Ethan … la-lagi ah te-terus ah.” Pagi hari kamar pengantin baru ini sudah panas. Padahal di luar, matahari masih tampak malu-malu menunjukkan sinarnya. Udara di luar pun sangat dingin.


“Ah Vale sempit banget.” Ethan meracau, merasakan sensasi mengigit untuk ketiga kalinya. Bahkan mereka berdua mengeksplor diri, merubah posisi entah itu di atas kasur empuk atau membungkuk 90 derajat di atas meja.


Usai berhasil membuat Valerie lemas tak berdaya, Ethan segera mengeluarkan miliknya, melepas sesuatu yang menempel. Menghela napas karena calon anak-anaknya harus berakhir dalam benda elastis.


“Maafkan Daddy ya, Mommy kalian masih sangat muda. Setelah lulus kuliah pasti calon anak-anak gue bisa berenang dan berjuang di dalam.” Ethan melepas kepergian bibit premiumnya.


Aktivitas pasangan ini tidak terhenti begitu saja, karena semalam Ethan sudah janji, membawa Valerie jalan-jalan ke atas bukit sungguhan yang menyuguhkan pemandangan alam luar biasa.


Valerie yang semula malu-malu tidak lagi menutupi diri, bahkan sangat berani hilir mudik tanpa sehelai benang menempel. Saat ini saja memeluk tubuh suaminya dari belakang, mandi bersama saling menyentuh dengan licinnya sabun.


“Kamu yakin engga lemes? Bisa kita tunda besok sayang, atau siang nanti jalan-jalan ke tempat lain gemana?” tanya Ethan tidak tega kepada Valerie.


“Mau ingkar janji ya? kamu sendiri yang bilang. Rese ah. Aku mau mandi sendiri aja, terus pergi sendiri siapa tahu di sana ketemu COWOK GANTENG.” Ucap Valerie sangat kesal dan penuh tekanan.


Sontak Ethan terbelalak mendengar kata ‘Cowok Ganteng’. “Siapa di dunia ini yang berani mengalahkan ketampanan seorang Etha Adrian? Engga ada. Banyak yang ganteng tapi aku pemenangnya, gak akan ada yang bisa merebut kamu.”


“Ya kita manfaatkan waktu selagi liburan di sini, masa iya harus terkurung di kamar. Aku engga mau ah.” Valerie cemberut dan mengakhiri kegiatan.


Wanita itu meninggalkan Ethan sendirian di dalam kamar mandi.


“Ya namanya juga suami istri, wajar kalau aku mau kita di kamar terus.” Teriak Ethan dari dalam.


“Gak apa-apa Ethan mengalah aja, kalau Vale marah bisa bahaya, nanti engga dikasih lagi, masa harus puasa terus?” Ethan mendengus sebal.


**


Rasa ngilu di pangkal paha tidak menumbangkan semangat Valerie untuk tracking di salah satu pulau. Kedua kakinya sangat kuat berjalan melewati rerumputan hijau dan pohon demi mencapai puncak.


Walau momen sunrise telah terlewati, setidaknya bisa menghirup udara segar yang menenangkan jiwa.


“Huh huh sayang tunggu, cepat banget jalannya.” Ethan mulai kelelahan mengikuti pola sang istri. Padahal dia pikir akan jalan beriringan, romantis dan mengabadikan beberapa swafoto berdua.


“Gini kalau punya istri mandiri, kuat banget. Manja sedikit dong sayang.” Teriak Ethan tanpa memedulikan rasa malu.


Di atas sana Valerie tertawa mendengar celotehan Ethan yang tidak berhenti sejak tadi. “Ethan aku haus mau minum. Tolong buka penutup botolnya.”


Ethan tersenyum. “Engga masalah manja receh juga gue seneng.”

__ADS_1


Ethan tidak lagi mengeluh, bahkan semakin mengeluarkan pesona, demi membantu istri tercinta yang sedang kehausan.


Usai berjalan cukup jauh dengan waktu yang tidak sebentar. Ethan dan Valerie banyak mengambil foto mesra. Ethan sengaja menjadikan salah satu gambar nakalnya mencium bibir Valerie dilihat keluarga besar. Sontak ponselnya ramai pesan dan telepon dari Daddy Dariel.


“Menantu, pakai pengaman!”


“Jangan buat putriku kelelahan, ingat itu.”


“Bawa oleh-oleh untuk mertua, yang banyak!”


Ethan tertawa saja menanggapi pesan mertuanya yang sangat bawel tapi menyenangkan. Buktinya berkat bantuan Daddy Dariel, Ethan bisa mendapat kamar di resort, yang menjadi incaran wisatawan bulan madu.


Menjelang siang hari pasangan muda ini sudah berada di atas speed boat. Menikmati makan siang dengan pemandangan laut Labuan bajo yang sangat indah. Valerie tidak henti memuji suaminya karena memberi kejutan tak terduga.


“Suka? Tapi kita engga bisa tidur di sini nanti sore harus pulang ke hotel. Besok kita ke laut tapi spotnya lain, aku jamin, kamu pasti suka.” Ethan melepas kaos serta celana, hanya tersisa bokser hitam yang menutupi area khusus milik sang istri.


“Berenang yuk sayang.” Ethan melepas pakaian Valerie tapi tidak semuanya, tak ingin juga terlihat oleh orang lain.


BYUR


Ethan melompat lebih dulu ke dalam air berwarna biru jernih, bersiap menangkap istrinya dari atas speed boat. “Ayo sayang jangan takut!”


“Tapi beneran ya jangan bohong!” Valerie ragu-ragu lantaran suaminya terkenal jahil.


BYUR


Valerie melompat, mengikuti jejak suaminya, Ethan benar-benar menangkap dan mendekap erat.


“Cantik banget sih istri aku.” Ethan mencubit pipi Valerie, yang tampak menggemaskan.


Keduanya berciuman ditengah air laut yang jernih, terumbu karang dan ikan-ikan hias kecil berwarna warni menemani pasangan ini.


**


Di tempat lain, dengan waktu yang berbeda.


Dua sahabat sedang duduk di coffee shop dalam mall. Josh memaksa David mengantarnya mencari hadiah ulangtahun calon mertua.


Dua pemuda itu kebingungan membeli benda apa yang cocok untuk pria paruh baya.

__ADS_1


“Vid, masa lo gak bisa bantu gue? Pusing kepala gue.” Josh yang sudah lelah menghabiskan cinnamon roll milik David.


“Eh gila itu punya gue dimakan juga. Lo lapar? Makan nasi sekalian!” David menarik sisa cinnamon roll dari mulut Josh.


“Masalahnya engga ada waktu lagi sob. Acaranya nanti malam. Sebagai calon mantu idaman gue harus beli sesuatu.” Josh merasakan susahnya menjadi orang baik.


Setelah menghabiskan kopi dan snack, David menarik tangan sahabatnya mengunjungi toko pakaian pria. Di sana mereka kembali bingung.


“Tadi kita udah ke sini. Beli kemeja? Sepatu? Gue engga tahu ukuranya.” Josh menghela napas pelan.


“Kakak cari apa? Kado untuk orang dewasa ya? aku bisa bantu.” Kata seorang gadis kecil yang memiliki warna bola mata hazel.


“Eh dia kan?” David dan Josh kompak menunjuk ke arah gadis kecil itu.


“Menurutku lebih cocok hadiahnya ini aja. Pasti dipakai.” Menunjukkan sabuk di tangan, kemudian meminta pramuniaga membungkusnya serta memberi catatan kecil.


“Bro itu anak jadi manis banget, padahal dia monster kecil.” Bisik David.


Josh menoleh lalu memukuli kepala temannya. “Hati-hati lo, nanti kalau naksir sama monster bisa bahaya. Gue harap itu anak jadi bini lo di masa depan.”


“Eh kurang ajar lo.” Kini David kebingungan mencari keberadaan gadis kecil itu yang sudah menghilang. “Eh kemana itu anak? Hantu kali ya.”


**


Malam harinya di rumah Rebecca semua tamu undangan telah pulang dari pesta ulangtahun Papi Rebecca. Kini mereka sibuk merapikan kotak hadiah yang sangat banyak.


Papi Rebecca sangat ingin membuka hadiah dari calon menantunya. “Becca, tolong ambil kotak kecil itu. Kalau engga salah dari tunangan kamu.”


“Semoga Josh engga bikin malu.” Dalam hati Rebecca berharap hadiahnya sangat bagus.


Kotak kecil itu pun mulai terbuka dan Papi Rebecca terkejut melihat isinya. Ikat pinggang mahal dengan tulisan mengejutkan terselip di dalamnya.


“Bisa om coba malam ini, mengikat Tante di atas ranjang.”


Rebecca yang penasaran mengintip dari balik punggung, sontak matanya melotot tajam.


“JOSH SIALAN.” Teriaknya dalam hati.


TBC

__ADS_1


***


ditunggu jempolnya 🤗🙏


__ADS_2