
“Kamu cemburu?” tawa Ethan sembari mengemudikan mobil.
“Engga.” Valerie tetap menyangkal, tidak menerima tuduhan suaminya. Tidak ada cemburu di kamus kehidupan, benda atau mahkluk apa itu? Valerie tidak kenal.
“Iya kan? Ngaku aja sayang!” Ethan tidak henti menggoda istrinya, dari kantor sampai sekarang di basemen apartemen.
“Kamu bawel banget. Engga ya. Apaan sih?” bibir merah delimanya mengerucut manja. Seandainya bisa, pasti Ethan akan menghukum berkali lipat istri menggemaskannya ini.
Ethan tidak bisa menyembunyikan tawa bahagia, rasa lelahnya mengua hilang begitu saja. Semenjak keharian Valerie memang kehidupan Ethan warna warni, hari-harinya pun penuh cinta luar biasa.
Valerie mengguncang pintu mobil yang terkunci, padahal dia sudah membukanya tapi tetap terkunci otomatis. “Ish … kamu Ethan. Buka pintunya! Aku mau keluar.” Bibir tipis itu terus saja menggoda.
CUP
Kecupan mendarat di kening.
Valerie membulatkan mata, masih kesal kepada suaminya. Tapi segenggam otot dalam dada melompat kegirangan.
CUP
Bibir Ethan mendarat di puncak hidung istrinya.
“Ethan mesum. Kamu kenapa jadi mesum gini sih?” teriak Valerie dalam mobil. Pipinya pun berubah semerah tomat. Rasanya terbang melayang ke langit. Suami menyebalkannya ternyata bisa semanis ini.
Kedua mata Ethan menatap kagum kepda wanita di depannya. Valerie, gadis berkacamata yang selalu dia ledek jelek dan menyeramkan ini, sekarang menjadi istri tercintanya.
“Mesum sama kamu engga masalah kan sayang. Bikin kamu hamil juga bukan masalah.” Ethan tidak pernah kehilangan cara untuk menggetarkan jiwa wanitanya.
CUP
Bibir sensual Ethan menyatu dengan merah muda kenyal kesukaan. Bibir Valerie selalu manis, bahkan ketika menggerutu terus menerus seperti ini.
Ethan memperdalam pagutan, lidah nakalnya menerobos masuk menjelajah rongga mulut beraroma buah. Valerie pun membalas setiap sentuhan yang diberikan Ethan. Sepasang pengantin baru itu terlarut dalam cinta yang membara.
Nampaknya Ethan sangat menikmati temaramnya basemen. Tangan kiri menahan tengkuk Valerie, sedangkan tangan kanannya masuk ke dalam baju istrinya. Memainkan sesuatu yang sangat pas disentuh telapak tangan.
Menjepit bagian puncaknya menggunakan dua jari. Ethan merasakan tubuh Valerie menegang dan menggelinjang.
__ADS_1
Tangan Ethan bertambah mahir membuat wanitanya tersengat aliran listrik. Belum lagi hormon feromon yang menggoda, semakin memacu untuk melakukan lebih tapi sayangnya belum bisa.
Tiba-tiba saja keduanya silau akan cahaya dari lampu mobil milik penghuni apartemen lain. Sontak Ethan dan Valerie melepaskan tautan bibir.
Keduanya malu dan canggung. “Sayang jangan buang muka. Kenapa harus malu?” tanya Ethan, dirinya juga sama.
“Buka pintunya Ethan, aku tunggu di kamar.” Kata Valerie lalu mengedipkan sebelah mata, balas menggoda Ethan.
DEG
DEG
DEG
Jantung Ethan yang sangat tidak tahu malu kembali konser, bahkan lebih keras dari sebelumnya. Mendengar kata 'kamar', sudah tentu isi kepalanya memikirkan aktifitas ranjang yang seharusnya mereka lakukan.
Ethan menyusul istrinya masuk ke unit apartemen, dalam hati dia berkata, “Mungkin ini seharusnya. Yes akhirnya malam ini gue engga perz@k4 lagi.”
Tidak lagi basa basi ketua gangster ini membersihkan tubuhnya sangat bersih dan harum, seperti ABG yang baru saja merasakan keindahan cinta.
Tapi sekali lagi nasib baik belum menaungi Ethan Adrian, sebab Valerie menyandar pada dinding, ekspresi wajahnya sangat menyeramkan.
“Aku mau bilang sesuatu. Kamu kemana kemarin malam? Tega banget, aku sendirian di sini. Kamu seenaknya menghilang, aku datang ke kantor dan kamu sama sekali engga merasa bersalah.” Kesal Valerie tidak lagi menutupi, bahkan dia keluarkan semua yang mengganjal di dada.
“Sayang …” Ethan berusaha menjelaskan tapi Valerie lebih cepat menyambar. Namanya juga pasangan muda dan wanita pasti selalu benar. Terpaksa Ethan mengalah, sebaiknya menjadi pendengar setia lebih dulu baru dia bicara hal yang sebenarnya.
“Kamu antar Natasha ke rumah sakit. Bisa mengajak aku juga kan? Di sini yang punya hubungan saudara siapa, akau atau kamu?” Valerie menghela napas.
Kalau boleh ingin meninju wajah tampan suaminya. Tapi dia urungkan, karena tidak enak juga melihat muka suami yang lebam akibat pukulannya.
“Kamu tahu kan kalau dia itu suka sama kamu? Hargai aku sebagai istri kamu. Ke depannya kita harus saling terbuka satu sama lain. Aku engga mau kejadian kemarin malam terulang lagi.” Tegas Valerie seperti seorang ibu yang sedang memarahi anaknya.
“Iya sayang iya. Aku minta maaf. Aku akui memang salah, seharusnya kamu ikut dan kita jaga Natasha bersama –“ Ethan pun menjelaskan panjang kali lebar kesibukannya hari ini, dia sama sekali tidak bisa menyentuh ponsel.
Makan siang pun hanya beberapa suap, itu pun tidak santai. Mata, otak dan tangannya memeriksa kontrak kerja sama iklan, proses syuting dan mencari bintang iklan.
“Jadi kamu belum makan? Nanti kurus dong.” Tanggapan Valerie, berjalan melewati suaminya, yang sudah siap tempur pertama kali setelah melewati hari-hari pernikahan.
__ADS_1
“Loh kamu mau ke mana? Kita gak jadi itu …” wajah Ethan berubah pias karena sang istri membuka pintu kamar dan berjalan menjauh.
“Itu?” Valerie menoleh, mengerutkan kening, berpikir keras apa maksud dari suaminya.
Lagi-lagi mereka gagal melakukan hal yang sangat diinginkan, Ethan tidak tahu kalau Valerie masih dalam periode merah.
**
Di tempat lain
Rebecca tertawa melihat kedekatan Josh bersama Papi dan Maminya. Rupanya lelaki playboy seperti Josh bisa juga bercengkrama dan menyenangkan hati orang.
“Lihat kan? Dia mulai terpesona sama gue. Sabar Josh sebentar lagi Becca jadi milik lo.” Sisi malaikat Josh menyemangati sang mantan petualang cinta.
Tapi sisi negatifnya mengatakan tidak, Josh harus kembali ke jalan yang salah. “Ngapain nunggu cewek engga jelas? Di luar sana banyak yang bisa lo ajak tidur.”
“Berisik lo pada, gue itu mau serius sama Becca. Pergi lo set@-n.” ucap Josh dalam hati.
Lelaki ini semakin salah tingkat karena Rebecca menghampiri Papinya, memeluk pria tua itu dari belakang. “Aduh kenapa bukan gue yang dipeluk. Gue juga mau Becca!” Josh hanya menelan ludah saja menahan keinginannya.
“Gue udah janji berubah. Sayang banget kalau cewek sebaik Becca, gue buang. Biar kata di judes tapi hatinya baik. Josh sang penakluk wanita tidak boleh kalah di tengah medan perjuangan.” Semangat Josh yang selalu turun naik kembali membara.
‘Nak Josh kapan Papi dan Mami bisa datang ke sini. Om mau membahas pertunangan kalian.’
“APA PIH? Aku dan josh baru pacaran, masa iya mau tunangan.” Penolakan Rebecca ini menyakiti hati Josh.
‘Loh memang kenapa? Kamu mau menikah sama Om Daniel? Jangankan tunangan, dia siap menikah. Ya kamu pilih saja mau Josh atau Om Daniel.’
Melihat perdebatan antara anak dan ayah, Josh inisiatif memberikan jawaban. “Om, Papi dan Mami saya secepatnya ke sini, saya jamin dalam waktu satu minggu ini.”
Jawaban Josh mengundang kemarahan di hati Rebecca.
TBC
**
ditunggu dukungannya kaka🙏
__ADS_1