Tawanan Cinta Ketua Gangster

Tawanan Cinta Ketua Gangster
BAB 60 Malam Tragis


__ADS_3

Malam semakin larut dan dingin, Ethan hanya bisa memerhatikan Valerie bolak-balik di hadapannya. Sangat menggoda naluri sebagai seorang pria sejati.


Bagaimana tidak? Saat ini wanita bermata hazel itu memakai lingerie yang sangat menantang untuk di buka. Beberapa kali Ethan mendesis merasakan miliknya tidak bisa diam.


“Sayang?” panggil Ethan nada menggoda ingin dipuaskan.


“Hem? Apa? Tidur di kursi aja. Kasurnya sempit.” Jawab Valerie begtu ketus dan menyayat hati, perih rasanya.


Ekor mata Ethan melirik kursi, lalu menggelengkan kepala. Tidak mungkin tidur di kursi sempit, padahal tubuhnya tinggi. Dapat dijamin keesokan hari semua tulangnya remuk.


“Kasurnya luas sayang, boleh ya.” Ethan merayu Valerie yang sudah menarik selimut. Ketika bagian bokong mendarat di atas ranjang, pemandangan sempurna tertangkap oleh mata. Sesuatu di balik g-str1n9 membuat Ethan tak berkedip.


“Ya ampun sayang kenapa harus pakai lingerie sih?” Ethan membatin. Memintanya sekarang pun percuma. Daripada menambah hubungan semakin merenggang, lebih baik Ethan Adrian masuk kamar mandi.


Menuangkan sabun cair, membayangkan betapa elok tubuh istrinya dan memulai ritual seorang diri ditemani sunyi kamar mandi.


“Argh … Valerie, d@-**.” Mengerang usai mendapat pelepasan.


Keluar dari kamar mandi, Ethan memandangi wajah ayu nan tenang wanitanya. “Cantik. Aku tetap setia, rela menunggu sampai kamu mau. Maaf kalau aku selalu melakukan kesalahan.” Gumam Ethan tepat di telinga istrinya.


Ethan meninggalkan Valerie di dalam kamar, ingin menikmati udara malam di sky garden.


Tiba di taman indah dengan aneka tanaman hias berwarna warni. Kedua mata coklat Ethan menangkap dua sosok pria yang sangat dikenali.


“Josh? David?” kening Ethan mengerut. “Malam pertama kenapa engga di kamar? Rebecca engga marah?” tanya Ethan penasaran.


“Lo sendiri, kenapa engga tidur sama istri, ini udah malam sob.” Josh menghela napas.


Seharusnya, ini malam indah mengecap manisnya surga dunia setelah menikah, tapi Josh tidak mau memaksakan kehendak. Rebecca masih menolak mentah-mentah, dengan alasan klasik.

__ADS_1


Ingin tumbuh rasa cinta lebih dulu baru melakukan hubungan suami istri. Mirisnya nasib Josh di malam pertama pernikahan.


“Kalau kita semua ada di sini, artinya senasib. Jangan saling meledek. Duduk aja sampai pagi!” David menarik tangan temannya.


“Lo diusir dari kamar?” tanya Ethan masih penasaran.


“Engga, tapi di tolak aja. Padahal udah engga tahan tapi ya terpaksa gue mengalah.” Josh memejamkan kedua mata menyandar di kepala David.


“Valerie juga sama. Gue semakin bingung. Apa ini waktunya untuk ketemu konselor pernikahan? Jujur gue engga tahu penyebabnya apa? Kenapa sekalinya marah sampai satu minggu lebih.” Keluh Ethan yang kehilangan arah.


“Semakin cepat lebih baik bro. Gue dukung lo, jangan sampai pernikahan yang masih baru seumur bibit jagung kandas. Lo pasti bisa mempertahankan cinta lo sama Valerie, semangat bro.” Kata-kata bijak keluar dari bibir David.


**


Satu minggu kemudian


Rumah tangga Valerie dan Ethan masih berjalan di tempat. Tidak ada kemajuan dari keduanya. Ethan mulai sibuk kerja, sedangkan Valerie mendaftarkan kuliah strata dua, lalu belajar manajemen hotel.


Lagi-lagi Ethan hanya bisa memandangi wanitanya dari atas sofa tanpa bisa disentuh sedikit saja.


Ting


Ponsel Ethan Adrian bergetar dan menyala, pesan singkat dari Mama Ayu.


“Ethan, besok ke sini ya. Mama kangen kamu dan Valerie.”


Usai membaca pesan, Ethan semakin bertambah bingung, bagaimana caranya menyampaikan ke Valerie. Dua minggu ini tidak pernah terlibat percakapan serius, bercanda juga tidak.


“Kenapa harus ke rumah Daddy besok? Kalau Vale engga mau ikut, gue yakin Mama kecewa.” Ethan menyandarkan punggung di sofa. Memijat kepalan yang terasa pusing memikirkan nasib rumah tangga.

__ADS_1


Terlalu larut dalam pikiran, tanpa sadar terlelap dalam kondisi duduk tanpa selimut dan bantal. Hanya dengkuran terdengar di kamar ini.


Akibat kebisingan, Valerie terbangun dan mendengus sebal. Suaminya selalu saja mengganggu setiap malam.


“Ethan berisik.” Valerie beranjak dari ranjang, tujuannya adalah kamar tamu.


KLEK


Sekarang, Ethan terusik lantaran kegiatan Valerie keluar dari kamar. “Kamu mau kemana?” tanya Ethan matanya sedikit terbuka.


“Pindah kamar, kamu berisik.” Ketus Valerie, benar-benar pergi tanpa menunggu tanggapan suaminya.


Kesal atas semua sikap Valerie yang tidak berubah, Ethan menyusul. Malam ini juga perlu menuntaskan semua masalah.


GREP


Ditariknya tangan Valerie sangat kuat, hingga wanita itu memekik kesakitan dan menubruk dada bidang suaminya. “Kita harus bicara Vale? Kamu kenapa menghindari aku? Kamu punya pria idaman lain?”


“Gila. Kamu gak waras. Untuk apa aku cari laki-laki lain?” sanggah Valerie melebarkan kedua mata.


“Terus kenapa kamu menjauh? Apa salah aku?” intonasi suara Ethan tidak baik-baik saja, terpancing emosi.


“Ya kamu engga perhatian sebagai suami, kamu pulang terlambat, kamu gak pernah makan siang sama aku, aku sibuk dengan laptop, aku benci kamu.” Ungkapan Valerie membuat Ethan terluka.


“Aku engga suka ya kamu kaya gitu. Aku istri kamu, mau disayang, dimanja.” Valerie meraung mendadak menangis.


Ethan semakin sakit kepala dengan tingkah sang istri.


TBC

__ADS_1


****


Vale nakal 💔kasihan Ethan


__ADS_2