
Delapan belas bulan kemudian
Ethan dan Valerie tidak lagi tinggal di apartemen. Mereka sudah menempati rumah baru, dalam waktu satu minggu ini sepasang suami istri itu tampak sibuk mengisi hunian dengan aneka barang.
Ethan tidak keberatan jika kamar utama hampir 80% berwarna pink, selama istrinya senang apapun bisa diterima.
Tidak jarang Valerie dan Ethan menggunakan piyama couple berwarna merah muda. Awalnya Ethan merasa aneh, apalagi jika malam hari meeting online bersama timnya, pasti mereka menertawai Ethan.
Namun karena kebiasaan, sudah lebih dari tiga kali. Ethan pasrah, istrinya senang, kehidupan rumah tangga mereka pun aman dan damai.
“Terima kasih Vale.” Kata Ethan menatap wajah Valerie yang pulas di atas sofa.
Valerie yang tidak sanggup begadang akhirnya tumbang, menunggu suaminya selesai meeting cukup melelahkan.
“Maaf ya sayang belakangan ini aku sibuk banget. Semua juga demi aku, kamu dan anak-anak kita.” Ethan menyusupkan tangan dibalik punggung dan paha, menggendong istrinya pindah ke kamar mereka.
Saking terpesonanya Ethan pada kecantikan fisik sempurna sang istri, dia tidak fokus melihat ke depan. Tanpa sengaja kakinya tersandung karpet, kepala Valerie pun terbentur dinding.
CRASHH
“Aw sakit, kepala aku benjol.” Seketika Valerie lompat dari gendongan suaminya. Mengelus kepala yang terkena dinding. “Ethan kamu kenapa? Marah karena aku gak sengaja tidur?”
“Bukan sayang bukan. Aku engga sengaja sayang, maaf ya.” Ethan merasa bersalah, tapi mau bagaimana lagi ini bukan kesalahannya.
Akibat memiliki istri terlalu cantik, seringkali membuat Ethan gagal fokus melakukan sesuatu yang lain.
Valerie melangkah cepat ke kamar, kemudian membuka dan menutup pintu sangat keras.
__ADS_1
BRAK
Hampir saja hidung bangir Ethan menjadi korban dari kebrutalan pintu kamar. Tidak lucu kalau esok hari bekerja dalam keadaan hidung memar.
Tok … tok
Ethan tidak berhenti mengetuk pintu. “Sayang buka dong, jangan marah ya. Sayang maaf. Vale-nya Ethan.”
Menghela napas panjang, Ethan duduk menyandar pada pintu. Dia sangat yakin bahwa istrinya tidak akan sanggup tidur sendirian, mengingat selama ini selalu berdua tidak terpisahkan.
“Aku hitung sampai tiga. Satu, dua, tiga.” Ethan tersenyum bahagia ketika pintu terbuka, memang Valerie sangat mencintainya. Namun karena tidak sempat menghindar Ethan jatuh terlentang tepat di depan istri.
“Kamu kenapa tidur di lantai?” tanya Valerie serius.
“Masih perhatian, terima kasih sayang.” Batin Ethan bersorak riang.
BRUK
“Sayang kita pisah ranjang? Aku engga mau.” Ethan yang biasanya mengalah kali ini tidak lagi. Prinsipnya, boleh bertengkar tapi jangan keterlaluan sampai pisah kamar.
“Aku juga engga mau tidur sama kamu.” Valerie tersulut emosi.
Akhirnya sepasang suami istri itu bertengkar hingga dini hari, setelah lelah mereka tetap tidur satu kamar. Namun Ethan mengalah, membentangkan selimut di atas lantai, terlelap dalam hembusan angin.
**
Satu minggu sudah dua orang yang saling mencintai bertengkar. Ethan tidak mau mengalah karena hanya masalah kecil, kenapa istrinya harus marah besar?
__ADS_1
Sedangkan Valerie tidak menerima sedikitpun toleransi, hanya ingin kesempurnaan. Suaminya terlambat pulang, marah. Beberapa kali Ethan melewatkan telepon siang hari karena sibuk, pasti ketika di rumah mejadi topik panas pertengkaran.
Bahkan saat ini, di pesta pernikahan Josh dan Rebecca, wanita cantik itu masih enggan berdamai. Lantaran tadi pagi Ethan mengambil sandwich milik Valerie. Dia pikir istrinya sudah kenyang, ternyata belum.
“Lo kenapa sob? Bahagia dong, akhirnya salah satu teman lo sold out. Hahaha.” Betapa bahagianya Josh bisa mempersunting Rebecca, walaupun penuh drama.
“Jangan pamer di depan gue! Hargai lah gue yang masih jomblo.” Keluh David memandangi dua temannya yang kini sudah berkeluarga. “Lo kenapa Ethan? Ada masalah lagi?”
“Oh biasa problematika rumah tangga. Bini marah-marah terus. Belakangan ini sikapnya kasar.” Keluh Ethan meratapi nasib sudah puasa selama satu minggu lebih.
Josh menelan ludah, kalau Valerie dan Ethan saja yang saling mencintai bisa bertengkar, apalagi dirinya, masih berusaha menerima satu sama lain.
“Ternyata ada untungnya gue belum nikah. Pusing ya bro punya bini.” Celetuk David.
“Lo selingkuh ya? Atau mungkin kesalahan yang engga bisa dimaafkan? Cewek pasti gitu sob, memperbesar masalah kecil. Satu hal yang harus lo tahu, wanita selalu benar.” Josh merangkul David dan Ethan.
Ketiganya sama-sama menatap ke depan, melihat banyaknya tamu undangan yang hadir.
“Lo lihat kan Valerie mukanya ramah dan manis tapi kalau dekat sama gue berubah jadi Tyrannosaurus betina. Gue bingung.” Ethan pasrah, mungkin seiring berjalannya waktu, sang istri bisa kembali seperti dulu.
Ethan merindukan Vale-nya yang penyayang dan selalu memanjakan suami. “Aku kangen kamu sayang.” Gumam Ethan.
“Gue juga kangen sama istri, sedang apa dan di mana dia sekarang?” David menyandarkan kepada di bahu Josh.
Sontak Ethan dan Josh melirik David yang mengamati para tamu wanita. “Lo belum punya istri.” Kata Josh menyadarkan David dari khayalannya.
TBC
__ADS_1
****
sabar Ethan 💔