Tawanan Cinta Ketua Gangster

Tawanan Cinta Ketua Gangster
BAB 25 Jadilah Sepadan!


__ADS_3

Mandi sudah, perut pun terisi dengan hidangan lezat di rumah kekasihnya. Pemuda pimpinan gangster ini pulang ke apartemen, megambil semua peralatan kuliah. Dia sudah bertekad untuk lulus tahun depan, masih ada harapan mengejar dua mata kuliah yang tertinggal.


Semua dilakukan demi menunjukkan diri bahwa Ethan adalah lelaki baik yang layak mendapatkan Vale-nya.


Ethan benar-benar merasakan kehangatan bersama keluarga kekasihnya. Keutuhan dalam rumah sangat kental, bagaimana sosok Daddy Dariel begitu berperan penting melindungi Mom Fredella dan Valerie.


Tidak heran kepribadian Valerie sangat menyenangkan, berbeda dengannya. Entahlah Ethan juga bingung Daddy dan Mamanya terlalu sibuk, ya walaupun sekarang Mama Ayu sudah mulai berubah, memberi sedikit perhatian.


Tiba di apartemen, Ethan bergegas naik ke lantai 10. Dia tercengang karena pintu sedikit terbuka. Tidak mungkin ada pencuri. Apa yang mau diambil? Benar kan.


Penasaran, Ethan pun melangkah masuk, kedua mata coklatnya menatap sosok yang sangat dibenci. Daddy Bobby duduk menyandar di kursi.


“Dari mana kamu? Daddy pikir berubah, ternyata masih sama. Sekali berandalan tetap berandalan.” Kata Daddy Bobby, tidak didengar oleh Ethan. Anggap saja angin lalu. Tidak peduli apapun dengan keluarga Armend.


“Bobby kamu jangan begitu. Kamu janji mau membawa Ethan pulang.” Mama Ayu menghampiri Ethan, membawakan segelas susu coklat hangat. “Di minum ya sayang, biar perut kamu hangat.” Perhatiannya Mama Ayu.


“Terima kasih Mah. Sebaiknya Mama pulang!” Ethan jengah harus kedatangan tamu menyebalkan pagi-pagi.


Mama Ayu menggelengkan kepala, rasa rindunya kepada Ethan menumpuk. Tidak sanggup lagi hidup berjauhan, hanya berkomunikasi melalui video call. Mama Ayu merangkul putranya yang bertubuh tinggi ini.


“Ayu, kata kamu dia sudah berubah. Tapi kenyataannya masih sama. Pulang pagi, tidak serius menjalani pendidikannya. Mau jadi apa kamu? Dengar ya Ethan, Daddy tidak akan memberi perusahaan ini ke kamu. Lebih baik kakak sepupu atau Paman kamu yang ambil alih.” Tegas Daddy Bobby, kesal bukan main, merasa ditipu oleh istrinya.


Selama beberapa hari Mama Ayu selalu membujuk suaminya untuk menjemput Ethan pulang, karena anaknya mulai berubah. Tapi pagi ini Ethan menghancurkan semua harapan Daddy Bobby.


“Silakan Anda hubungi Uncle Dariel, pagi ini saya di rumahnya. Sebaiknya jangan sembarangan menuduh tanpa bukti.” Ethan tak lagi segan, dia melewati Daddy-nya yang sudah terbakar emosi.

__ADS_1


“Ethan, jangan dekati anak gadis orang. Tingkah laku kamu itu gak sepadan dengan Valerie.” Tegas Daddy Bobby tanpa perasaan. Yang dipikirkannya hanya nama baik keluarga, dan takut Ethan membuat malu, apalagi sampai menodai putri sahabatnya.


Dapat dipastikan hubungan persahabatan antar dua keluarga, yang dibina lebih dari 40 tahun akan retak dan hancur.


“Bobby, kamu harus jaga emosi. Ethan engga seburuk yang kamu pikir! Kehadiran Valerie sangat penting, kemarin aku dapat kabar, katanya Ethan mulai serius, dia berusaha menyelesaikan kuliahnya. Kasih anak kita kesempatan, ya?” Mama Ayu berusaha memohon dengan sangat.


“Iya, demi kamu.” Jawab Pria berusia 49 tahun itu.


Tidak lama Ethan keluar kamar, membawa buku serta laptopnya. Tiga bulan ke depan mulai mengajukan judul seminar, beruntung sekali Ethan, masih masuk predikat cukup walaupun ada dua mata kuliah yang tertinggal. Sehingga tidak perlu menunggu lebih lama untuk memulai skripsi.


“Ethan, sarapan sayang! Mama masak soto ayam kesukaan kamu, ada kerupuknya juga loh. Ayo sayang.” Mama Ayu merayu putra tunggalnya.


Merasa tak enak hati serta mana mungkin menyakiti perasaan wanita yang telah melahirkannya. Ethan Adrian menuruti permintaan Mama Ayu, menyantap sedikit makanan, karena lambungnya sudah penuh.


“Apa benar semua ini karena Valerie? Luar biasa juga anak itu.” Batin Daddy Bobby, menahan senyum. “Rupanya anak ini lagi jatuh cinta. Ok son Daddy harap kamu mendapatkan sesuai keinginan.” Imbuhnya dalam hati, riaknya tetap menampakkan aura permusuhan di wajahnya.


“Ma? Ethan mau bawa ini untuk Valerie, boleh kan?” Ethan teringat kekasihnya itu penyuka segala jenis makanan.


“Oh tentu saja sayang. Mama bantu ya.” Mama Ayu, memberi hiasan di atas nasi putih, mencetaknya dengan bentuk hati. “Ini untuk Valerie. Semoga dia suka.”


Usai menemani sarapan. Daddy Bobby mencoba bicara empat mata dengan putranya. Menyampaikan niat kedatangannya ke apartemen.


“Daddy mau kamu pulang ke rumah. Ok, sekarang Daddy percaya kamu berubah, sedikit.” Daddy Bobby masih berusaha menjaga gengsi meminta maaf lebih dulu. Dia menunggu putranya yang mengucap permohonan maaf.


“Aku lebih nyaman tinggal di sini, sendiri.” Tanggapan Ethan. Sangat serius untuk menjadi lelaki yang mandiri sejak dini, baik itu non materi dan materi. Uang tabungannya cukup untuk membayar biaya semester kuliah sampai lulus. “Anda tidak perlu repot mengubah pandangan. Biarkan saja seperti ini. Mungkin lebih baik.”

__ADS_1


“Kamu menyukai putrinya Dariel benar kan? Jadikan dirimu lebih baik. Lulus strata satu kamu harus melanjutkan kuliah di luar negeri, semua demi kebaikan kamu Ethan!” kata-kata Daddy Bobby ini begitu tegas, tidak menerima argument apapun.


Ethan mutlak harus menuruti semua rencana Ayahnya.


Sontak saja kedua mata Ethan melebar, kalau dia kuliah di luar negeri, itu artinya semakin jauh dengan Valerie? Ethan tidak mau. Akan merasakan sekali betapa tersiksanya hidup berjauhan dengan sang pujaan hati.


“Di sini, aku lanjut kuliah di sini.” Jawab Ethan melirik tajam kepada Ayahnya.


“Untuk apa? Kamu perlu yang lebih baik Ethan. Buat dirimu sepada dengan Valerie! Dariel juga akan mengirim anaknya ke luar negeri setelah lulus. Valerie bukan gadis biasa, dia sengaja dipersiapkan keluarganya untuk menghandle bisnis perhotelan.” Daddy Bobby menjabarkan rencana sahabatnya itu.


Bahkan Daddy Bobby mengetahui jika Daddy Dariel tidak akan menikahkan Valerie sebelum usia 25 tahun. Maka dari itu Ethan masih memiliki kesempatan lima tahun lagi untuk menjadi sosok yang dikagumi.


“Apa? Daddy pasti bohong. Vale gak mungkin kuliah lagi di sana.” Ethan menyanggah semuanya. Dia harus mendengar sendiri dari mulut kekasih hatinya itu, bukan memercayai orang lain. Bisa jadi ini hanya akal-akalan Daddy Bobby.


“Kenapa? Tidak percaya? Buktikan sendiri, dan kamu akan menyesal ketika waktunya tiba. Daddy beri waktu lima tahun untuk sukses. Bagaimana?” tantangan yang sangat memaksa.


“Jalani saja takdir kamu sebagai pewaris keluarga Armend, jangan menolak!” sekali lagi peringatan dari Daddy Bobby untuk putranya.


Setelah terlibat dialog cukup pajang dengan Daddy Bobby, Ethan keluar apartemen, bergegas menjemput kekasihnya. Dalam perjalanan, kata-kata itu selalu terngiang, Ethan harus menjadi sepadan dengan Valerie. Tapi dia takut, jika menjalani hubungan jarak jauh semuanya tidak berjalan mulus.


TBC


***


Kasihan juga ya Ethan 😣

__ADS_1


__ADS_2