Tawanan Cinta Ketua Gangster

Tawanan Cinta Ketua Gangster
BAB 80 Masa Iya Cemburu?


__ADS_3

David mengajukan izin pulang cepat pada bagian human resources, tidak lupa mengabari ayahnya. Beruntunglah David karena diberikan izin dengan mudah, hal-hal yang menyangkut Natasha bisa dimanfaatkan pada situasi genting seperti ini.


David semakin kebakaran jenggot tatkala mendapat kabar dari Nathan bahwa tunangannya telah pergi bersama teman satu sekolah 10 menit yang lalu.


Betapa geramnya David, tidak dihargai oleh Natasha. Padahal sangat jelas, Papi Daniel dan Ayah menyatakan bahwa ke manapun Natasha pergi, di luar kegiatan sehari-hari, harus memberitahu dan mendapatkan izin dari David selaku calon suami.


“Kucing liar rese.” David mengeluh, mengacak rambutnya yang semula tertata rapi.


Berurusan dengan Natasha membuatnya gila dan darah tinggi, tidak mudah menjinakkan sifat kekanakannya


Berkat bantuan calon adik ipar, David berhasil mengetahui alamat villa Alex di Puncak. Tidak membuang waktu, ia melaju cepat, menginjak pedal gas sangat kuat, tak menghiraukan batas kecepatan maksimal.


Setelah berkendara hampir satu jam, David mengantre keluar di gerbang tol, lalu lintas Bogor lumayan padat merayap apalagi memasuki kawasan wisata. Ia mengeluh, semakin frustasi karena ponsel gadis nakalnya tidak tersambung sama sekali.


“Awas lo Natasha. Kali ini lo berhasil, lain waktu gue pasti balas dendam. Seenaknya melanggar aturan. Kenapa gue harus tunangan sama bocah sih?” menggerutu tak jelas sembari mendengarkan musik favorit.

__ADS_1


David sedang menyandarkan kepala, mendadak matanya menangkap sepasang remaja tertawa bahagia dalam mobil. “Natasha? Jadi itu Alex? Masih lebih keren gue. Itu laki-laki menang apaan sih? Badan kerempeng, sesama anak kecil berani melawan gue.”


Bertambah geram karena Alex memberikan satu botol minum untuk Natasha, dibalas senyum manis, cantik dan lembut dari gadis itu. Hal yang belum pernah David dapatkan, setiap kali mereka bersama selalu bertengkar, hanya bibir maju beberapa senti serta wajar menekuk yang David terima.


“Nggak adil banget. Argh … kenapa gue kaya gini? Jelas ini bukan cemburu kan? Masa iya cemburu sama dia? Nggak akan pernah.” Monolog David, tidak sadar bahwa kendaraan di depannya sudah pergi, hingga klakson memekakkan telinga saling bersahutan, disertai caci maki keluar dari bibir sesama pengemudi.


‘Hey cepat’


‘Kalau tidak bisa bawa mobil ya jangan’


“Sial lagi gue. Apapun yang berhubungan dengan Natasha pasti gue ketiban sial.” Mengangkat sebelah tangan di samping kaca, menunjukkannya kepada pengendara lain.


Di sela rasa kesal, mendadak ponsel menampilkan tanda notifikasi dari aplikasi kencan buta tertentu yang pernah diikutinya. Satu tahun yang lalu demi membawa gandengan baru ke acara wisuda.


Wanita dewasa yang sangat menggoda dan menyenangkan, salah satu mantan terindah menurut David. Tapi sayang bukan berasal dari keluarga terpandang. Kedua orangtuanya pun tidak setuju, ditambah latar belakang sebagai pacar sewaan, menambah kelam perjuangan David kala itu.

__ADS_1


David tersenyum melihat mantannya masih tetap cantik dan menarik, segera mengirim pesan singkat, mengajaknya bertemu di salah satu cafe esok hari.


“Lo lihat Nat. Yang suka sama lebih cantik dari lo. Anak kecil kaya lo nggak ada artinya sama sekali.” Ketus David, lebih santai mengendarai mobil karena memiliki pembalasan untuk Natasha.


Sesampainya di villa, David tidak langsung masuk, ia mengamati bangunan megah nan mewah yang dikelilingi pepohonan besar dan sawah.


Pemandangan membakar hati tampak jelas, Natasha menyandarkan kepala di bahu Alex, matanya terpejam, bibirnya tersenyum.


“Mungkin mereka pacaran? Kenapa kesannya di sini gue yang jadi selingkuhan? Belum jadi istri tingkahnya selangit apalagi nanti.” David memutuskan turun dari mobil menyambangi villa itu dengan langkah berapi-api.


TBC


***


yuk ribut yuk

__ADS_1


yang semangat ya Author lagi lemes ini 🤧


__ADS_2